
Setelah pertemuannya dengan Revan di cafe tadi, Keisha bergegas kembali ke apartemen miliknya untuk menemui Alex yang tentu saja sudah berada disana lebih dulu daripada dirinya. Kebetulan, ia sampai ketika Alex juga baru hendak masuk ke unit kamarnya dan tengah membuka kunci. Dengan tergesa-gesa, Keisha mendekati pria itu lalu menarik kaosnya sampai membuat Alex terkejut.
Ketika menoleh ke belakang, Alex spontan tersenyum karena ternyata yang menariknya tadi adalah Keisha dan bukan orang jahat. Namun, Alex heran mengapa Keisha mesti menarik kaosnya secara kasar seperti tadi dan terlihat cukup emosi. Apalagi, saat ini Keisha juga memojokkan suami menyebalkannya itu untuk mengajukan banyak pertanyaan mengenai ucapan Revan di cafe tadi.
"Wow wow wow, santai sayang santai! Kamu udah gak sabar banget ya pengen main sama aku? Kasihan ya kamu, udah lama juga kan kita gak begituan!" ucap Alex yang salah mengartikan tindakan Keisha barusan.
Plaaakk
Namun, justru Keisha langsung menamparnya dengan kasar sampai pria itu terkejut bukan main dan menatap penuh keheranan ke arah wajah sang istri. Alex bingung mengapa Keisha melakukan itu padanya, padahal sedari tadi ia tak berbuat salah atau apapun kepada Keisha dan juga baru kali ini ia bertemu dengan wanita itu.
"Kamu kok nampar aku sih? Apa salah aku coba sama kamu?" tanya Alex dengan wajah keheranan.
"Kamu pikir aja sendiri, mas! Aku itu benci sama kamu, benci banget! Selama ini kamu selalu aja bohongin aku, ini udah kesekian kalinya loh mas!" sentak Keisha diiringi isak tangisnya.
"Ma-maksud kamu apa sih sayang? Aku gak ngerti deh sama ucapan kamu," Alex masih tak mengerti.
Plaaakk
Lagi-lagi Keisha menampar wajah suaminya dengan sangat keras, kali ini giliran pipi sebelahnya sehingga kedua pipi Alex telah terkena tamparan Keisha. Alex sungguh terkejut dan tampak kesakitan, pria itu memegangi pipinya yang memerah dan mengusap dengan lembut untuk menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan.
"Kei, stop dong sayang! Kamu jangan main kekerasan disini, nanti kalau dilihat sama orang ngiranya kamu ngelakuin kdrt loh ke aku!" pinta Alex.
"Bodoamat, aku gak perduli! Lagian sakit yang kamu rasakan sekarang ini, gak sebanding sama apa yang ada di dalam hati aku. Asal kamu tahu ya sayang, aku syok banget waktu tahu semua tentang kamu dan Anya!" ucap Keisha penuh emosi.
Deg
Alex melongok lebar dibuatnya, ia bingung apa yang dimaksud Keisha mengenai ucapannya barusan yang menyatakan jika wanita itu telah mengetahui semua tentang dirinya dan juga Anya. Alex panik dan tentu saja ketakutan, ia khawatir jikalau ternyata Keisha memang telah mengetahui semuanya bahwa ia dan Anya pernah berhubungan sewaktu mereka ada di luar negeri.
"Sa-sayang, kenapa kamu bicara begitu sih? Apa maksudnya coba soal aku dan Anya? Emangnya apa yang kamu ketahui, ha?" tanya Alex.
"Nih, kamu lihat ini mas!" Keisha langsung menunjukkan ponselnya yang berisi gambar Alex bersama Anya di dalam sebuah bar, dengan kondisi mabuk.
Sontak Alex semakin berdebar kencang, ia heran darimana Keisha bisa mendapatkan foto tersebut. Padahal, ia ingat sekali kalau saat itu ia sudah menghapus semua foto dirinya dan Anya dari handphone milik wanita itu. Kini Alex dibuat kikuk dan tak tahu harus apa, sedangkan Keisha yang sudah emosi kembali menampar kencang suaminya sebelum berlalu pergi meninggalkannya disana.
Plaaakk
"Awhh aduh, kamu kasar banget sih sayang!" Alex meringis sembari memegangi pipinya dan perlahan terduduk di teras karena kesakitan.
•
•
Anya kini tengah berada di dalam bar menikmati minuman yang ia pesan sambil berjoget ria diiringi alunan musik yang keras, ia memang tidak bisa merubah kebiasaannya itu dan selalu ingin bermain di bar meski tak memiliki teman. Setidaknya, dengan begitu maka Anya bisa menenangkan dirinya dan terhindar dari stres berlebih.
Akan tetapi, tak lama kemudian muncul seorang pria yang tiba-tiba duduk di sebelahnya dan mencolek pundaknya sekilas. Anya terkejut lalu spontan menoleh ke arah pria tersebut, ia terbelalak ketika menyadari Rizky lah yang ada disana. Anya sontak tersenyum lebar, tak menyangka akan bertemu dengan Rizky di tempat yang sama.
"Eh Rizky, kamu temannya Alex yang waktu itu gak sengaja ketemu sama aku di depan rumahnya kan?" ucap Anya.
Rizky mengangguk perlahan, "Iya benar, apa kabar kamu Anya? Gak nyangka aku kalau kamu suka juga ada di tempat kayak gini, berarti kita punya hobi yang sama dong ya?" ucapnya sambil tersenyum.
"Wah iya nih, aku juga gak nyangka. Aku dari dulu emang suka main-main ke tempat begini sih, ya walau sekarang aku belum ada teman," ucap Anya.
"Ohh, kalau gitu kenapa gak kita barengan aja tiap kali kamu mau kesini? Kita bisa kabar-kabaran kan, jadi kamu gak perlu kesepian dan merasa sendiri disini," ucap Rizky.
"Hmm, gimana ya??" Anya mengetuk dagunya seolah berpikir dengan keras.
"Kamu pikir-pikir aja dulu, nanti kalau udah dapat jawabannya kamu bisa hubungi aku lewat nomor ini!" ucap Rizky menyodorkan sebuah kartu nama.
Anya pun mengambilnya, ia tersenyum lebar dan mulai memiliki ide untuk bisa memanfaatkan pria di sebelahnya itu. Apalagi yang ia tahu, Rizky adalah sahabat dekat Alex dan pastinya Anya bisa lebih mendekati Alex melalui pria itu. Namun, saat ini Anya tentu tak akan langsung melancarkan aksinya dan berpura-pura baik terlebih dahulu.
"Okay, thanks. Aku akan kabari kamu nanti, sekarang kita nikmati aja dulu party nya! Kamu minum dong!" ucap Anya menawarkan minuman miliknya.
"Siapa takut?" Rizky yang merasa tertantang, langsung menuang minuman itu ke gelas kosong dan menenggaknya sampai habis.
Anya sangat gembira melihatnya, ia kini memiliki teman untuk setidaknya menikmati malam yang indah itu dikala dirinya tengah kesepian. Ya memang hingga kini usahanya untuk mendekati Alex masih belum terwujud, ia pun berpikir jika Rizky dapat menjadi rekan party nya selama ia menikmati hiburan di tempat malam tersebut.
"Nya, kita joget yuk! Aku penasaran deh sama jogetan kamu, kalau dilihat-lihat dari body kamu sih kayaknya kamu jago ya jogetnya?" ujar Rizky.
"Ahaha, itu sih jelas dong. Kamu mau lihat? Ayo kita joget bareng!" ucap Anya dengan liarnya.
Rizky pun menyodorkan tangannya ke arah Anya yang langsung disambut dengan sukarela oleh wanita itu, keduanya kini beranjak dari tempat duduk dan bersiap menuju lantai dansa untuk berjoget diiringi alunan musik yang keras. Sesuai rencananya dari awal, Anya akan berusaha menggoda pria itu sampai dia benar-benar tergoda dengannya.
"Gimana, kamu suka gak sama jogetan aku Rizky?" ucap Anya sembari membelai lembut wajah milik pria itu dengan mengedipkan mata dan menggigit bibirnya.
"Yeah, i like it."
•
•
Keisha juga tak menyangka kalau ia akan mengetahui semua ini dari orang lain, terlebih orang itu adalah Revan yang bahkan ia sendiri saja baru mengenal pria itu selama beberapa Minggu. Meski Keisha masih belum tahu darimana Revan mendapatkan foto tersebut, namun ia yakin sekali bahwa yang ada di dalam foto itu memang benar adalah suaminya bersama Anya.
Disaat ia melangkah memasuki kamar, tampak Alex sedang terduduk di sofa sambil melamun dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Keisha yang melihat itu sontak menjadi malas, ia masih kesal dan jengkel karena kebohongan suaminya itu. Jika saja Alex mau jujur sedari awal, maka pasti semuanya tidak akan jadi serumit ini dan mungkin Keisha masih bisa memakluminya.
Karena rasa malasnya, Keisha memilih kembali ke luar dan tidak jadi berganti pakaian disana. Akan tetapi, Alex lebih dulu mengendus keberadaan dirinya dan menoleh ke arahnya serta memanggil namanya. Alex langsung bangkit dari tempat duduknya, mengejar Keisha dan menahan wanita itu untuk tetap disana bersamanya. Ya ia cekal lengan sang istri dengan kuat dan bertenaga.
"Sayang, kamu mau kemana sih? Kamu masih marah sama aku gara-gara foto yang belum jelas kebenarannya itu? Kamu lebih percaya mana sih, aku atau orang yang kasih lihat foto rekayasa itu?" ucap Alex dengan tegas.
"Diam deh kamu, mas! Dari foto itu aja udah jelas kok, yang ada disitu tuh kamu sama Anya. Masih aja mau ngelak kamu, iya?" geram Keisha.
Alex menggeleng dan meminta Keisha untuk mendengarkan penjelasan darinya terlebih dahulu, ia menarik kedua tangan Keisha dan membawanya masuk lebih jauh ke dalam kamar itu. Barulah kini Alex mengungkung tubuh istrinya di dekat tembok, ia tatap dengan serius wajah dari wanita cantik itu sambil berusaha meyakinkannya.
"Kamu dengerin aku dulu, okay aku akui kalau saat itu aku memang pergi ke bar sewaktu di NY. Tapi, aku gak sama Anya kok. Aku itu pergi kesana bareng teman aku," ucap Alex.
"Basi kamu mas, aku gak akan pernah percaya lagi sama kata-kata kamu!" sentak Keisha.
"Kok kamu bicaranya begitu sih? Aku udah jujur loh sama kamu, kalau kamu gak percaya aku bisa telponin sahabat aku itu sekarang!" ucap Alex.
Keisha terdiam selama beberapa saat, dari ekspresi Alex saat ini seolah-olah menunjukkan bahwa pria itu benar-benar berkata jujur. Namun, entah mengapa sulit bagi Keisha untuk mempercayai kembali ucapan suaminya kali ini. Ya Keisha sudah berulang kali dibohongi oleh pria itu, sehingga kini sulit baginya percaya dengan perkataan sang suami.
"Gak perlu mas, kamu cukup jawab jujur aja pertanyaan aku! Apa hubungan kamu dengan Anya sebenarnya? Lalu, apa aja yang udah kalian lakuin selama di luar negeri sana?" pinta Keisha.
Deg
Saat itu juga Alex langsung terdiam tak berkutik, matanya melongok lebar tanpa berkedip sedikitpun. Ia diambang kebimbangan saat ini, antara harus berkata jujur pada Keisha atau tidak. Jika ia jujur, maka mungkin Keisha akan kecewa padanya. Tapi jikalau ia berbohong, pastinya Keisha juga akan lebih kecewa dan malah pergi meninggalkannya.
"Okay, aku jujur sama kamu. Aku pernah dijebak sama Anya sewaktu aku lagi mabuk, dan saat itu tiba-tiba aku terbangun di kamar aku," ucap Alex.
"Apa??" Keisha amat syok mendengarnya, seketika nafasnya menjadi berat dan sulit menopang tubuhnya sendiri.
•
•
Hari berganti, Alex terbangun dan melihat istrinya masih tertidur di atas ranjang dengan posisi miring membelakanginya. Ya semalam Alex memang mengalah dan memilih tidur di sofa demi sang istri, karena Keisha mengatakan tak ingin tidur satu ranjang dengannya setelah tahu bahwa dirinya pernah mabuk bersama Anya sewaktu di luar negeri.
Kini pria itu beranjak dari sofa, lalu melangkah secara perlahan mendekati Keisha yang masih tertidur pulas disana. Matanya menatap nanar ke arah sang istri, rasanya ia benar-benar menyesal dan merasa bersalah karena telah menyakiti wanita itu. Bukan pertama, melainkan sudah berulang kali sampai membuat Keisha begitu emosi.
"Maafin aku Keisha, aku beneran gak sengaja atau berniat untuk berkhianat dari kamu! Aku dijebak sama perempuan murahan itu, andai aja aku bisa pasti udah aku tolak ajakan dia saat itu. Tapi, aku sendiri juga dalam kondisi mabuk," gumam Alex.
Tanpa sadar, Alex meneteskan air matanya dan tepat mengenai lengan Keisha. Ia pun segera menyeka air mata itu, karena tidak mau dianggap cengeng atau mudah menangis. Ia harus mencari cara untuk bisa menyelesaikan semua masalah ini, sebab ia tak ingin terus bermusuhan dengan Keisha yang saat ini sedang mengandung anaknya.
"Eeeuungghh...."
Keisha merasa tidurnya terusik karena mendengar isakan tangis Alex barusan, ia pun membuka matanya dan terkejut ketika melihat Alex sudah berdiri di dekatnya sambil menangis. Karena penasaran, Keisha bangkit dan terduduk menghadap ke arah suaminya itu dengan tatapan heran seolah bingung mengapa Alex sampai bisa menangis.
"Kamu ngapain nangis-nangis disini, mas? Udah mulai sadar ya sama kesalahan kamu yang udah berkhianat dari aku, hm?" tanya Keisha ketus.
"Hah Keisha??" Alex terkejut ketika tiba-tiba Keisha sudah bangun dan kini berbicara padanya.
"Ma-maaf sayang, aku pasti bikin tidur kamu terganggu ya? Aku itu cuma sedih aja karena hubungan kita kayaknya sering ada masalah mulu, bahagianya jarang-jarang gitu," ucap Alex.
"Ya kan kamu sendiri yang bikin masalahnya, mas. Suruh siapa kamu main di belakang aku?" ucap Keisha seraya memutar bola matanya.
"Tapi sayang, itu semua bukan kemauan aku. Kan aku udah bilang sama kamu, aku dijebak. Aku juga gak tahu kenapa tiba-tiba bisa ada di kamar saat itu, dan aku gak ingat apapun tentang kejadian malamnya," ucap Alex menjelaskan.
"Yaudah, intinya kenapa kamu pergi ke bar terus mabuk-mabukan coba? Kalau kamu gak begitu, pasti itu juga gak akan terjadi!" ujar Keisha.
Alex tertunduk lesu dan kebingungan saat Keisha berkata seperti itu, memang bagaimanapun itu semua terjadi karena kesalahannya sendiri. Andai saja ia tidak mabuk pada saat itu, maka mungkin ia akan baik-baik saja dan tidak terkena jebakan Anya. Meski, Alex sendiri tak tahu apakah mereka sudah melakukan hubungan badan atau belum kala itu.
"Sekali lagi aku minta maaf sama kamu, tolong kamu jangan marah lagi ya sama aku!" ucap Alex memelas.
Keisha terdiam saja sambil terus memandangi wajah suaminya, ia sendiri bingung harus memaafkan Alex atau tidak setelah mengetahui kelakuan buruk suaminya itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...