Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 9. Tetap dihukum


Keisha mengangguk sebagai jawaban, ia juga beranjak dari duduknya untuk memastikan pada Alex kalau dirinya sudah tidak kenapa-napa. Alex pun tersenyum, ikut bangkit dari duduknya dan mendekati gadis itu. Tangan Alex terulur mengusap lembut wajah sang kekasih, membuat empunya memejamkan mata menikmati sentuhan itu.


"Kamu cantik banget!" puji Alex sembari terus memberikan sentuhan lembut pada gadisnya, perlahan-lahan juga ia mendekatkan wajahnya dan membelai bibir sang kekasih.


"Aku sayang sama kamu, Keisha Yunia Putri!" ucap Alex tepat di depan wajah gadisnya.


"Aku juga sayang kamu, Alex." Keisha membalas dan meletakkan dua tangannya di pundak Alex seolah bersiap melakukan kegiatan selanjutnya.


Pelan-pelan tapi pasti, Alex mulai mendekatkan wajahnya pada Keisha sampai hidung mereka saling bersentuhan. Keduanya terkekeh saat hidung mereka bergesekan disana, lalu suasana pun semakin panas ketika tatapan keduanya mulai berubah serius seolah menginginkan lebih.


Disaat mereka berdua hendak saling mencumbu satu sama lain, tiba-tiba saja seseorang malah berteriak memanggil nama Alex dan mengacaukan keromantisan mereka. Tentunya Alex serta Keisha tampak kecewa, keduanya menoleh ke asal suara untuk memastikan siapa yang datang.


"Alex!" rupanya itu adalah suara dari Zayn, siswa berprestasi di sekolahnya yang juga mengagumi kecantikan Keisha.


Sontak Alex menjauhkan tubuhnya dari Keisha, ia tidak ingin Zayn salah sangka dan melaporkan aksi mereka itu ke kepala sekolah, karena bisa saja mereka akan dihukum atas tuduhan berbuat mesum di area sekolah. Terlebih Zayn memang sangat dekat dengan guru-guru disana.


"Ya, kenapa Zayn?" tanya Alex dingin.


"Lu dicari sama kepala sekolah, katanya mau ketemu. Beliau udah nunggu di ruangannya," jawab Zayn santai.


Deg!


Betapa kagetnya Alex mendengar kabar itu, ia yakin sekali kepala sekolah pasti memanggilnya karena kejadian tadi dimana dirinya terlibat dalam perkelahian dengan Tarra. Tampak wajah Alex begitu cemas kali ini, ia khawatir akan diberikan hukuman berat oleh kepala sekolah.


"Tenang ya sayang! Kamu temui aja pak kepsek, jangan lari dari masalah!" ucap Keisha mengingatkan.


Alex tersenyum menatap wajah gadisnya, "Sure baby, aku gak mungkin lari kok. Aku sadar yang tadi aku lakukan salah, tapi aku begitu karena aku bela kamu sayang," ucapnya.


"Iya sayang, aku tahu kok. Nanti kalau pak kepsek hukum kamu atau salahin kamu, pasti aku bakal bela kamu kok sayang!" ucap Keisha.


"Thanks sayang! Yaudah, kalo gitu aku ke ruang kepsek dulu ya? Kamu masuk aja ke kelas, begitu selesai nanti pasti aku juga akan ke kelas dan lanjut belajar!" ucap Alex.


"Oke sayang!" ucap Keisha singkat.


Cup!


Tak lupa sebelum pergi, Alex kembali mengecup kening sang kekasih sebagai tanda sayangnya. Baru setelah itu, Alex pun beranjak pergi dari tempat itu untuk menuju ruang kepala sekolah. Sedangkan Keisha tetap berada disana bersama Zayn, tampak juga Zayn langsung mendekati Keisha begitu Alex pergi dan tak terlihat lagi.


"Umm Keisha, sebenarnya ada masalah apa sih sama si Alex? Kok dia bisa sampai dipanggil kepsek kayak gitu? Perasaan dia sering banget deh kayak gitu," tanya Zayn bermaksud memancing.


Keisha tersenyum saja mendengarnya, "Ada deh, intinya Alex itu pahlawan buat aku. Dia udah tolongin aku tadi," jawabnya santai.


"Hah? Emangnya kamu kenapa sampai Alex tolongin kamu begitu? Kamu ada yang luka?" tanya Zayn dengan cemas.


Keisha langsung menepis tangan Zayn yang hendak menyentuhnya, tentu ia tak suka bila pria itu dengan sengaja ingin menyentuh bagian tubuhnya yang sudah menjadi milik Alex. Sontak Zayn melongok menatapnya, seolah tak terima karena Keisha tak ingin disentuh olehnya.


"Kei, kamu kenapa sih kayak gini sama aku? Aku cuma mau mastiin kamu baik-baik aja loh, aku takut kamu ada luka atau kenapa gitu!" ujar Zayn.


"Gak perlu, Zayn. Udah ada Alex yang lindungi aku, jadi kamu gak perlu mastiin lagi!" ucap Keisha dingin.




Kini Alex tiba di ruang kepala sekolah, tampak juga disana sudah ada sosok Tarra yang tengah duduk di depan kepala sekolah dengan luka lebam yang dialaminya akibat perkelahian tadi. Kepala sekolah langsung meminta Alex untuk duduk di sebelah Tarra, awalnya Alex menolak tetapi ia tak memiliki pilihan lain dan terpaksa duduk disana.


Tarra melirik sekilas wajah Alex, ada isyarat dendam yang amat sangat di dalam dirinya kepada pria itu karena sudah berhasil mengalahkannya. Namun, tentunya Tarra harus menahan dulu rasa emosi yang membara karena tidak ingin membuat masalah menjadi besar dan ia bisa dihukum lebih berat oleh kepala sekolah.


"Baguslah kamu sudah datang, saya akan langsung membahas mengenai perkelahian kalian pagi tadi. Mengapa kalian berdua melakukan itu, hm? Di area sekolah lagi, benar-benar murid begajulan kalian ini!" ucap kepala sekolah dengan tegas.


Alex dan Tarra kompak menunduk diam, tak ada yang berani menatap wajah kepala sekolah disaat sedang marah seperti ini karena sang kepsek memang terlihat cukup seram. Tentunya kepala sekolah pun merasa kesal karena dicuekin, dengan kasar ia menggebrak meja sampai membuat kedua pria itu terkejut lalu mengangkat kepala mereka.


Braakk


"Kenapa kalian malah diam aja? Jawab pertanyaan saya! Kenapa tadi kalian berkelahi di area sekolah? Mau jadi jagoan, ha?" sentak kepala sekolah.


"Pak, kita berantem di sekolah karena memang ada masalahnya di sekolah. Kalau kita punya masalah di luar, pasti kita berantemnya juga di luar sekolah kok pak," ucap Alex gugup.


"Bukan itu maksud saya, ah susah bicara sama orang kayak kalian!" kesal kepala sekolah.


"Maaf pak, tadi itu saya hanya ingin membela pacar saya yang dikerjain sama dia pak. Jelas saya gak terima, apalagi dia mau melecehkan pacar saya!" ucap Alex sembari melirik wajah Tarra.


"Apa benar begitu Tarra?" tanya kepala sekolah.


"Bohong pak, saya sama sekali gak pernah melakukan itu. Mana berani saya lecehin wanita di sekolahan?" ucap Tarra menyangkal.


"Eh jangan bohong lu! Pengecut banget sih lu, sampe gak berani akui kesalahan lu!" geram Alex.


"Alex diam! Sudah sudah, apapun masalahnya intinya kalian berdua tetap salah dan kalian harus dihukum!" ujar kepala sekolah menengahi.


"Dihukum pak? Tapi, saya kan gak salah. Saya cuma menolong pacar saya pak," ucap Alex.


"Saya gak perduli, berkelahi di area sekolah itu salah hukumnya. Apapun alasan kamu, tetap kamu harus dihukum dan tidak boleh membantah!" ucap kepala sekolah penuh tekanan.


"Baik pak, saya akan jalankan hukuman saya!" ucap Alex pasrah.


Kepala sekolah tersenyum dibuatnya, "Yasudah, sekarang kalian berdua salaman lalu saling memaafkan dan jangan diulangi lagi!" ucapnya.


Akhirnya mau tidak mau Alex terpaksa mengulurkan tangannya ke arah Tarra, mereka bersalaman meski hanya sebentar karena masing-masing langsung menarik tangan. Kepala sekolah pun mengatakan apa hukuman untuk mereka, dan kedua pria itu diizinkan keluar dari ruangan karena jam pelajaran juga sudah berbunyi dan pelajaran akan dimulai.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...♥️...