Mengejar Cinta Kakak Tampan

Mengejar Cinta Kakak Tampan
Part 92


"Bagaimana penampilanku, Ma? apa aku sudah cantik? aku tidak mau di kalahkan lagi oleh wanita buta itu. Aku harus bisa merebut yang seharusnya menjadi milikku," ucap Gresia merapilan penampilannya.


"Tentu saja kamu yang paling cantik, Sayang. Hanya saja keberuntungan lebih berpihak kepada wanita buta itu. Tapi itu dulu, sekarang dia sudah tidak ada gunanya lagi. Mama yakin Aldan juga merasa ilfil dengan keadaannya saat ini. Jadi kamu harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik," ucap Bu Erwan tersenyum penuh kelicikan.


"Mama tenang saja. Aku akan menggunakan kesempatan ini dengan baik. Sekarang lebih baik kita mainkan drama kita terlebih dulu," ucap Gresia meneteskan obat mata ke kedua matanya. Agar dia terlihat sedih atas musibah yang telah menimpa Yuki.


Dengan semangat mereka memasuki ruangan Yuki. Melihat tamu yang tidak di undang itu, Sania dan Bisma yang kebetulan ada di ruangan Yuki langsung membuang napasnya kasar. Mereka yakin jika kedatangan kedua iblis itu akan membawa kesesatan kepada mereka.


"Yuki! kamu yang sabar ya. Aku tidak menyangka kau bisa seperti ini. Padahal pernikahanmu dengan Aldan baru beberapa minggu. Tapi kau malah," ucap Gresia memasang wajah sedihnya.


"Ternyata bukan hanya artis terkenal saja yang jago berakting. Tapi ratu iblis juga bisa," ucap Sania sambil memakan cemilan yang ada di tangannya.


Mendengar ucapan Sania, Gresia hanya tersenyum kecil. Dia memilih untuk tidak memperdulikan gadis itu dan fokus pada tujuannya, yaitu meracuni pikiran Yuki. Agar wanita itu merasa tida percaya diri akan keadaannya saat ini, dan akhirnya meminta pisah dengan Aldan.


"Ini aku bawakan buah-buahan untukmu. Kamu harus banyak makan buah-buahan agar kamu bisa cepat pulih," ucap Gresia memberikan hampers yang berisi buah-buahan kepada Yuki.


"Kamu ini! letakkan saja di meja, apa kamu lupa Yuki tidak bisa lagi melihat. Jadi mana mungkin dia bisa menyimpannya," ucap Bu Erwan sambil melirik Yuki.


"Ups! maaf, aku lupa. Aku lupa jika kamu sudah tidak bisa melihat lagi," ucap Gresia tersenyum kecil lalu meletakkan hampers itu di atas meja yang ada di samping bangsal Yuki.


"Istriku memang tidak bisa melihat lagi. Tapi bukan berarti dia tidak bisa melakukan apa-apa," ucap Aldan tidak suka dengan ucapan kedua wanita itu.


"Eh, Nak Aldan. Siapa bilang istrimu tidak bisa melakukan apapun? tentu saja dia bisa, karena dia hanya kehilangan penglihatannya. Bukan lumpuh," ucap Bu Erwan tersenyum kecil.


Melihat kedua wanita itu yang sepertinya segaja menyindir sahabatnya, Sania langsung bangkit dari duduknya. Ingi sekali dia menyompel mulut kedua iblis itu dengan kaos kaki. Biar mereka tidak bisa lagi bicara sepatah katapun lagi. Melihat Sania yang sudah tersulut emosi, Aldan langsung memberi kode agar gadis itu diam. Melihat kode yang di berikan Aldan, Sania hanya bisa membuang napasnya kesal lalu kembali duduk di sofa. Bisma yang melihat kekesalan calon istrinya itu hanya bisa menenangkannya dan meyakinkan jika Aldan pasti bisa menghadapi kedua wanita iblis itu.


"Istrinya saya memang telah kehilangan penglihatannya, tapi setidaknya dia tidak kehilangan akhlaknya," ucap Aldan tersenyum kecil.


"Maaf! aku lupa menyambut kedatangan kalian. Terima kasih karena telah mau membuang-buang waktu kalian untuk menjenguk istriku," ucap Aldan tersenyum kecil.


"Yuki! maaf ya, waktu pernikahanmu aku membuat kacau karena membawa Mala. Aku sudah mencegahnya, tapi dia tetap keras kepala dan ingin mengacaukan pernikahanmu," ucap Gresia memelas.


"Tidak apa-apa kok. Walaupun kalian datang di waktu yang tidak tepat, tapi pernikahanku tetap berjalan dengan lancar. Bahkan kedatangan kalian membuat hubungan Sania dan Bisma semakin dekat. Aku justru ingin berterima kasih kepada kalian. Karena tindakan kalian, secara tidak langsung membuat masalah Sania dan Bisma terpecahkan," ucap Yuki tersenyum.


Mendengar ucapan Yuki, Gresia dan Bu Erwan hanya bisa menahan kekesalannya. Memang mereka sangat bodoh, niat mereka ingin menghancurkan hubungan Bisma dengan Sania juga para papa kece, malah membuat hubungan mereka semakin erat. Bahkan kini Kinan telah memberikan dukungannya secara terang-terangan kepada hubungan Sania dan Bisma.


"Em! kamu benar. Akhirnya Sania dan Bisma bisa bersatu. Setelah begitu banyak cobaan yang datang untuk menghalangi cinta mereka. Aku ikut senang mendengarnya," ucap Gresia tersenyum kecil.


"Oh ia! apa kau sudah isi?" tanya Bu Erwan kepada Yuki.


"Isi?" tanya Yuki bingung.


"Kamu dan Aldan sudah menikah. Pasti kalian sudah melakukannya, apa kamu sudah hamil?" tanya Bu Erwan memperjelas.


"Hamil! bagaimana Yuki mau hamil, Ma? mengurus dirinya sendiri saja dia tidak akan bisa lagi. Bagaimana nanti mengurus anaknya, bisa-bisa dia hanya akan merepotkan Aldan," ucap Gresia terkekeh kecil.


"Gresia," ucap Bu Erwan mencubit kecil lengan putrinya itu.


Mendengar ucapan Gresia yang menyindirnya secara terang-terangan, Yuki hanya tersenyum kecil. Dia menarik napasnya pelan sambil menatap ke arah kedua wanita itu. Walaupun dia tidak bisa melihat wajah kedua wanita iblis itu, akan tetapi dia bisa membayangkannya dengan jelas.


"Aku memang tidak bisa melihat, tapi setidaknya aku bisa menghargai orang lain. Aku tidak pernah merepotkan suamiku, bukankah merawat seorang istri yang sedang sakit adalah kewajiban suaminya?" tanya Yuki tersenyum kecil.


"Ia, Sih! tapi kamu juga harus sadar diri. Aldan adalah pria sukses dan juga tampan. Bahkan dia masih sangat muda, apa kamu yakin ingin membuatnya harus menyia-nyiakan waktu mudanya untuk mengurusmu? kamu tidak bisa melihat lagi, bahkan jika Aldan membawa wanita lain di depanmu kamu tidak akan tau," ucap Bu Erwan.


"Aku memang tidak melihatnya, tapi aku punya hati yang bisa merasakannya. Lagipula suamiku sendiri yang ingin mempertahankan hubungan kami. Aku tau, aku tau aku hanya akan merepotkan suamiku, sebab itulah aku meminta pisah dengannya. Tapi asal tante tau, suamiku sendiri yang tidak mau berpisah denganku. Karena dia mencintaiku, cintanya kepadaku buka karena kesempurnaanku. Tapi cintanya kepadaku karena Allah. Maka cinta itu tidak akan pernah pudar sampai Allah mengambilnya. Bahkan kekuranganku ini tidak membuat cinta kami berkurang walaupun hanya setitik saja, karena cinta kami bukan karena harta, rupa maupun kesempurnaan. Tapi cinta kami adalah cinta suci, cinta yang datangnya dari Allah, dan perginya juga karena Allah. Jadi apa yang telah di satukan oleh Allah, tidak akan pernah di pisahkan oleh mulut manusia yang berbisa sekalipun,"


Bersambung.....