Mengejar Cinta Kakak Tampan

Mengejar Cinta Kakak Tampan
Part 79


"Arghh! sial. Mereka benar-benar licik." Mala mengumpat kesal memasuki apartemennya.


Dia membuang tasnya ke sembarang tempat sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Dia tidak menyangka jika Sania bisa bergerak secepat itu. Bahkan Kinan dan Rafi saja yang sudah mencari bukti kelicikannya selama lima tahun ini tidak menemukan apa-apa. Sedangkan Sania, baru bergerak sebentar langsung bisa menemukan bukti itu sampai tuntas. Bahkan dia juga dapat mengetahui siapa Mala sebenarnya.


"Kenapa kau marah-marah seperti itu? apa rencanamu mempermalukan Bisma di depan para rekan kerjanya gagal lagi?" tanya Gresia menatap binggung Mala.


"Bukan hanya gagal. Tapi rahasia kita sudah terbongkar. Rania sudah menemukan bukti rekamanan di Club itu. Bahkan dia juga tau siapa aku," ucap Mala frustasi.


"Bagaimana mungkin? kau bilang kau sudah memberikan semuanya. Tapi kenapa mereka masih bisa menemukan rekaman itu?" tanya Gresia binggung.


"Aku juga tidak tau!" ucap Mala menghampaskan tubuhnya di sofa.


"Tapi dia benaran anak Bisma 'kan?" tanya Gresia menatap Rizki yang sejak tadi hanya diam meringkuk karena takut melihat Mala.


"Ia! dia memang anak Bisma."


"Kalau begitu rencana kita masih bisa berjalan seperti biasa. Jadi kau tidak perlu frustasi seperti itu. Karena kita masih memiliki dia," ucap Gresia tersenyum kecil.


"Maksudmu bagaimana? semua rencana kita gagal total. Aku kira saat Sania, dan yang lainnya tau jika Bisma memiliki putra denganku, mereka akan membencinya. Apalagi Sania, kau tau sendirikan jika dia sangat mencintai Bisma. Tapi kenapa dia tidak terlihat cemburu saat Bisma memiliki anak dari wanita lain. Dia terlihat biasa saja, bahkan dia menerima kehadiran Rizki dengan baik. Aku heran dengan gadis itu, apa dia secinta itu ya kepada Bisma. Sehingga otaknya telah di racuni begitu saja. Bahkan Kinan juga terlihat biasa saja, bukannya dia memisahkan Sania dengan Bisma. Bahkan sekarang dia mendukung hubungan mereka. Padahal sudah jelas-jelas Bisma memiliki anak denganku," ucap Mala tidak habis pikir kenapa Sania dan para papa kece masih saja membela Bisma. Padahal sudah jelas-jelas Bisma telah menghianati Sania, dan memiliki anak dengannya.


"Mereka bukan bodoh! tapi mereka lebih percaya dengan logika mereka daripada apa yang mereka lihat. Aku akui kau memang salah memilih untuk membalas dendam kepada mereka. Karena menghancurkan mereka itu sama saja seperti mematangkan besi yang bertumpuk sekaligus. Itu sama saja kau melukai dirimu sendiri, sedangkan besi itu tidak akan bisa hancur begitu saja," ucap Gresia.


Mendengar ucapan Gresia, Mala hanya terdiam sejenak. Dia menatap wanita itu sambil mencerna ucapannya. Memang kehancuran kehidupan Bisma beserta para sahabatnya itu tidak akan mudah. Itulah sebabnya kenapa dia menyusun rencana untuk merenggangkan persahabatan mereka, dengan cara menjebak Bisma agar Kinan membenci sahabatnya itu.


Memang awalnya rencananya berjalan dengan lancar, Kinan memisahkan Sania dengan Bisma selama lima tahun. Bahkan dia juga dengan jelas menantang hubungan Bisma dan juga Sania. Namun, kenapa di saat semuanya telah terungkap, dia malah kembali mendukung hubungan mereka. Bahkan kini mereka semua bersatu untuk melawannya.


"Lalu kenapa kau ingin membalas dendam kepada mereka?" tanya Mala menatap binggung Gresia.


"Karena aku kira aku bisa menjatuhkan mereka dengan kehadiranmu. Sama sepertimu, aku juga mengira jika persahabatan mereka akan hancur setelah mengetahui jika Bisma telah memiliki putra darimu. Karena aku tau, mereka semua sangat menyayangi Sania. Jika Sania kecewa, mereka semua juga akan kecewa. Tapi ternyata aku salah, atau mereka yang lebih pintar dari kita ya?" tanya Gresia berpikir.


"Gadis itu memang sangat licik dari yang kita bayangkan. Aku tidak tau harus melakukan apa lagi," ucap Mala membuang napasnya kasar.


"Rizki! sini sayang duduk dengan bibi," ucap Gresia mengalihkan pembicaraan.


"Ngapain kau menyuruhnya duduk di sini? melihat wajahnya membuat emosiku semakin memuncak," ucap Mala kesal.


Jujur dia memang sangat kesal melihat Rizki, karena wajah putranya itu sangat mirip dengan Bisma. Jika melihat Rizki, dia langsung melihat bayangan Bisma di sana.


"Kau pintar juga," ucap Mala tersenyum sinis sambil menatap Rizki dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


...----------------...


"Hai! ternyata kau masih suka minum juga. Padahal pria itu sudah kembali," ucap Rifki mendekati Sania yang sedang minum seorang diri.


"Ini tidak mengandung alkohol. Ini hanya jus jeruk," ucap Sania santai sambil menyeruput minumannya.


Mendengar ucapan Sania, Rifki langsung mengambil gelas yang ada di tangan gadis itu lalu memeriksanya. Ternyata benar, gelas itu hanya berisi jus jeruk, bukan minuman beralkohol.


"Pria itu memang magnet terbesar untukmu," ucap Rifki menatap lekat wajah Sania.


Mendengar ucapan Rifki, Sania hanya tersenyum kecil. Dia juga tidak tau kenapa Bisma bisa berdampak besar pada kehidupannya. Apa benar dia sudah sangat mencintai pria itu, sehingga dia tidak bisa hidup tanpanya.


"Aku memang sangat mencintainya. Setiap kali ada di dekatnya aku merasa sangat berharga. Tapi jika dia pergi dariku, maka di situlah hidupku terasa hampa," ucap Sania sambil membayangkan senyuman manis pria yang telah mengisi hatinya itu.


"Aku juga begitu. Aku sangat nyaman saat berada di dekatmu. Tapi sayang! kau tidak pernah menganggap kehadiranku," ucap Rifki menatap Sania dengan mata berkaca-kaca.


Jujur, dia sangat mencintai gadis itu. Dia sangat menyukai apapun yang ada pada dirinya, bahkan saat melihat Sania terpuruk karena kepergian Bisma, harinya juga sangat hancur. Namun, dia sadar jika cintanya tidaka akan pernah terbalas, karena di hari Sania hanya ada Bisma. Bahkan tidak ada setitik pun tersisa tempat untuknya tinggal di sana.


"Tapi melihatmu bahagia aku juga merasa bahagia. Aku harap Kak Bisma tidak akan pernah membuatmu menangis lagi. Karena jika sampai itu terjadi, maka aku yang akan membalas setiap tetes air mata yang keluar dari mata indahmu itu," ucap Rifki menatap Sania dengan penuh cinta.


"Terima kasih untuk cinta yang kau berikan kepadaku. Terima kasih atas semua pengorbanan yang kau berikan kepadaku. Bahkan aku tidak tau bagaimana cara membalas semua bantuanmu kepadaku," ucap Sania mengengam tangan Rifki sambil menatap wajah tampan pemuda itu.


"Tidak perlu! kau tidak perlu membalasnya. Karena melihatmu terus tersenyum saja aku merasa sangat bahagia. Aku akan selalu berdoa, agar hubunganmu dan Kak Bisma bisa kekal untuk selamanya. Aku berharap, suatu saat aku juga bisa mendapatkan gadis yang mencintaiku," ucap Rifki mengacak-acak rambut Sania sambil tersenyum penuh kehangatan.


"Untuk semua kesalahan kakakku aku minta maaf! aku minta maaf, karena aku tidak bisa menasehatinya. Dia sebenarnya wanita yang baik, tapi karena dendamnya. Hati nuraninya menjadi tertutup," ucap Rifki menunduk sedih.


"Aku sudah memaafkannya. Aku berharap semua kakakmu bisa sadar, jika apa yang dia lakukan saat ini adalah salah,"


"Aamiin"


Bersambung.....