Mengejar Cinta Kakak Tampan

Mengejar Cinta Kakak Tampan
Part 24


"Kau sudah gila! lebih baik kau pulang saja sekarang," ucap Aldan menatap Gresya dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.


Dia tidak menyangka jika Gresya telah melakukan hal gila pagi ini. Bagaimana tidak, Gresya mengumumkan kepada para karyawannya jika dia adalah tunangan Aldan. Walaupun tidak di umumkan, semua orang sudah tau jika dia itu adalah tunangan Aldan.


Jadi dia tidak perlu repot-repot membuang-buang waktunya untuk menggumamkan hal yang tidak penting itu kepada seluruh karyawannya. Apalagi menjadi satpam dua puluh empat jam untuknya. Memangnya Aldan itu balita apa, yang harus di jaga dan di susui setiap harinya.


"Tidak! aku tidak akan pulang sebelum kau memecat mahasiswi magang itu," ucap Gresya dengan tegas.


Melihat kelakuan Yuki semalam, Gresya yakin jika Yuki ingin merebut Aldan darinya. Maka, dia tidak akan membiarkan itu, dia akan melakukan berbagai cara agar Aldan tidak lepas dari gengamannya. Termasuk menjaga Aldan selama dua puluh empat jam dari Yuki.


"Selamat pagi, Kak!" ucap Yuki dengan santainya lalu berjalan mendekati Aldan.


"Eh! kau itu ada sopan santunnya tidak? apa kau tidak tau jika masuk ke ruang bos itu harus ketuk pintu dulu. Sekolah saja yang sarjana, tapi otak tidak punya," ucap Gresya menatap geram Yuki.


"Maaf! anda siapa ya?" tanya Yuki dengan wajah polosnya, sehingga membuat Gresya semakin geram melihatnya.


"Apa perlu saya jelaskan lagi? saya adalah tunangan dari Bos kamu," ucap Gresya menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Oh! kalau itu aku sudah tau. Jadi kau tidak perlu mengumumkannya di depanku," ucap Yuki tersenyum kecil lalu duduk di kursi yang berada di depan meja Aldan.


"Maaf, Pak! saya ingin memberikan dokumen ini. Saya sudah periksa dengan baik, tolong tanda tangani ya. Tapi bapak boleh kok meneriksanya lagi," ucap Yuki memberikan dokumen yang ada di tangannya tanpa memperdulikan Gresya yang ada di depannya.


"Maaf, Pak! sepertinya kemeja bapak kurang rapi," ucap Yuki mencoba memanas-manasi Gresya dengan merapikan kemeja Aldan tepat di depannya.


Melihat kelakuan Yuki, Gresya langsung mengepalkan tangannya geram. Ingin sekali rasanya dia menjambak rambut Yuki saat itu juga, akan tetapi dia tidak mau memperlihatkan sisi kejamnya di depan Aldan.


"Aku bisa merapikan pakaian calon suamiku," ucap Gresya menepis kasar tangan Yuki lalu merapikan kemeja Aldan.


"Sudahlah! lebih baik kau pulang saja. Atau aku akan membatalkan pertunangan kita saat ini juga," ucap Aldan merasa tidak nyaman dengan sikap Gresya.


"Apa! kau tega bicara seperti itu kepadaku," ucap Gresya menatap Aldan dengan tatapan penuh rasa tidak percaya.


"Sudah aku katakan sejak awal, jika aku tidak pernah mencintaimu. Aku menerima pertunangan ini karena mama. Jadi kau jangan membuatku merasa muak dengan sikapmu ini," ucap Aldan menatap geram Gresya.


Melihat pertengkaran mereka, Yuki hanya bisa tersenyum dalam hati. Memang dia tau jika tertawa di balik penderitaan orang lain itu memang tidak baik. Akan tetapi, ntah mengapa dia merasa jika Gresya bukanlah wanita yang baik untuk Aldan. Dia yakin jika memiliki niat buruk di balik pertunangannya dengan Aldan.


Namun, Yuki tidak bisa bertindak gegabah, dia harus mencari tau kecurigaannya terlebih dulu. Karena dia tidak tau jika dia bertindak dengan ceroboh hanya akan membuat masalah baru dan membuatnya semakin sulit mendapatkan Aldan.


"Baiklah! aku akan mengatakan jika kau ingin membatalkan pertunangan ini kepada mama," ucap Gresya menatap tajam Aldan.


Mendengar ancaman Gresya, Aldan langsung diam membisu. Tentu saja dia tidak akan membiarkan Gresya melakukan itu, karena jika sampai itu terjadi sudah di pastikan penyakit jantung sang mama akan kumat lagi. Dia tidak akan bisa melihat wanita yang paling dia sayangi kembali terbaring lemah di rumah sakit.


"Baiklah! kau boleh menungguku di sini. Tapi aku mohon jangan buat masalah lagi," ucap Aldan berusaha menenangkan Gresya.


"Baiklah! aku tidak akan mengatakan itu kepada mama. Tapi kau harus pecat gadis gila ini saat ini juga," ucap Gresya menatap tajam Yuki.


"Maaf! kalau itu aku tidak bisa. Jika aku melakukan itu, sama saja aku menghancurkan perusahaan yang sudah papa bangun dengan susah payah. Lagipula Yuki telah bekerja dengan sangat baik, jadi aku tidak punya alasan untuk memecatnya." ucap Aldan menatap Yuki.


Jika dia memecat Yuki tanpa ada alasan yang jelas, sudah di pastikan Wildan beserta sahabatnya tidak akan terima. Terlebih lagi mereka perusahaan Aldan sedang bekerja sama dengan perusahaann mereka. Jika sampai mereka memutuskan kerja sama yang telah lama terjalin di antara perusahaan mereka, sudah di pastikan perusahaan keluarga Wijaya akan hancur saat itu juga.


Mendengar ucapan Aldan, Gresya langsung menatap tajam Yuki. Dia penasaran siapa sebenarnya gadis menjengkelkan di depannya itu. Kenapa Aldan sepertinya sangat menghormatinya dan tidak mau mempermalukan nya dengan memecatnya tanpa alasan.


"Dia adalah putri dari Tuan Wildan, keponakan dari Tuan Kinan, Tuan Rayyan, dan Tuan Rafi. Para penguasa ternama dan memiliki pengaruh yang sangat besar di kota ini. Jika aku memecatnya tanpa alasan, itu sama saja aku mempermalukan mereka secara tidak langsung," ucap Aldan menunduk.


"Apa! jadi gadis gila ini," batin Gresya membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan Aldan.


"Kenapa? kau takut? tanpa kehadiran merekapun kau tidak akan bisa menyingkirkanku dengan mudah. Karena aku adalah Yuki Yuspika, gadis gila yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan yang aku inginkan," batin Yuki tersenyum sinis sambil menatap tajam Gresya.


Gadis gila? ternyata Yuki sadar juga jika dia sedang Gila. Gila karena cintanya kepada Aldan.


Bersambung......