
Mendengar ucapan Sania, Bisma dan Rafi langsung menatap ke arah gadis itu. Mata Bisma langsung tertuju kepada mata Sania yang berkaca-kaca dan memancarkan kekecewaan yang besar kepadanya. Dengan seketika Bisma langsung mengingat kejadian malam itu. Kejadian di saat Kinan menanyakan soal perasaannya kepada Sania.
"Aku mencintai Sania. Maaf! ini memang terdengar sangat lancang untukmu. Tapi aku tidak bisa lagi menutupi perasaan ini. Aku mencintai Sania. Bahkan aku sampai sekarang belum menikah karena menunggunya," ucap Bisma menatap erat sahabatnya itu.
Mendengar ucapan Bisma, dunia Kinan terasa runtuh seketika. Memang selama ini dia melihat kasih sayang Bisma kepada putrinya. Memang dia juga tidak melihat derajat seseorang untuk menjadi menantunya. Namun, untuk Bisma mungkin itu terasa sangat berat. Karena dia tau persis bagaimana masa lalu Bisma sebelum mengenal putrinya.
"Jika kau mencintai putriku! apa kau akan melakukan apapun untuknya?" ucap Kinan menatap Bisma dengan tatapan kosongnya.
"Ia! aku akan melakukan apapun untuknya. Aku akan melakukan apapun agar dia bahagia," ucap Bisma menatap Kinan dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau begitu jauhi dia. Kau pasti tau apa alasanku tidak memberikan restu ku kepada kalian," ucap Kinan bangkit dari duduknya sambil membelakangi Bisma.
Jujur, hatinya sangat terluka ketika mengucapkan kata-kata itu kepada Bisma. Dia segaja membelakangi Bisma untuk menyembunyikan kesedihannya. Dia tidak mau terlihat lemah di depan Bisma. Karena dia juga melakukan ini semua demi putrinya. Memang kini Bisma sudah sangat berubah. Namun, dia tetap tidak yakin jika Bisma tidak kembali ke dunianya yang dulu.
Sania adalah putrinya satu-satunya. Jadi dia tidak Ingin Sania mendapatkan pasangan yang salah. Dia mengingat pernikahan Zhia dahulu. Di mana adiknya itu harus mengalami sakit hati yang teramat dalam karena kelakuan suaminya. Memang Rayyan sekarang sudah berubah dan memperlakukan Zhia seperti ratu. Namun, dia tetap mengingat dengan jelas penderitaan yang di alami Zhia saat pertama menikah dulu. Dia tidak mau hal itu terjadi lagi kepada putrinya.
"Aku tau apa alasanmu menjauhkanku dari Sania. Itulah sebabnya aku tidak pernah mengatakan perasaanku kepada siapapun. Tapi asal kau tau, semua orang punya masa lalu. Tapi bukan berarti mereka akan larut dalam masa lalunya. Karena semua orang juga berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah," ucap Bisma menatap punggung Kinan dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tau ketakutanmu! jika ini semua demi kebaikan Sania, maka aku akan melakukannya demi dirinya. Aku akan pergi untuk kebahagiaannya. Aku titipkan salamku untuknya. Katakan Kak Bismanya akan selalu merindukan senyumannya," ucap Bisma menghapus air matanya lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Kinan.
Ingatan percakapannya yang terakhir kali dengan Kinan terpampang dengan jelas di ingatan Bisma. Itulah sebabnya kenapa dia menjaga jaraknya dengan Sania. Bahkan saat menjemput Rayyan di bandar tadi, Bisma segaja ikut untuk membuat kenangan terakhir kalinya bersama Sania.
"Kakak! katakan kepadaku. Kenapa kakak ingin pergi lagi dariku?" tanya Sania menitikkan air matanya sambil mengoyangkan tubun Bisma untuk menyadarkannya dari lamunannya.
"Sayang! Kak Bisma ada tugas sebentar. Kau tenang dulu ya," ucap Rafi mencoba menenangkan Sania.
"Tidak! paman berbohong. Apa paman lupa jika aku sudah bekerja di kantor paman. Aku tau Kak Bisma tidak ada tugas di luar kota. Kalian pasti sengaja menjauhiku dari Kak Bisma 'kan?" tanya Sania menghapus air matanya sambil menatap tajam Rafi.
"Sania! dengarkan kakak. Kau harus melupakan kakak. Kau harus mencari cinta sejatimu," ucap Bisma menatap tajam Sania.
"Aku tidak perlu mencari cinta sejatimu lagi. Karena cinta sejatiku adalah kakak. Aku mencintai kakak. Aku hanya ingin hidup bersama kakak," ucap Sania dengan lantang.
"Kakak! tunggu kak. Sania tau kakak berbohong. Kakak juga mencintaiku 'kan? katakan siapa yang menyuruh kakak untuk menjauhiku?" tanya Sania berusaha mengejar Bisma.
"Kak! katakan kepadaku, Kak!" teriak Sania sambil terus berlari mengejar Bisma.
Mendengar teriakan Sania, Bisma hanya mampu menahan air matanya agar tidak jatuh. Dia berjalan dengan begitu cepat agar Sania tidak bisa mengejarnya. Namun, Sania tidak mau menyerah. Dia terus mengejar Bisma sambil menangis kesegukan. Sudah cukup lima tahun dia di pisahkan dengan Bisma. Dia tidak mau harus berpisah lagi dengan cinta sejatinya itu.
"Sania! tunggu," ucap Yuki dan Aulya berlari mengejar Sania di ikuti Rafi di belakang mereka.
Sesampainya di mobilnya, Bisma langsung menaruh kopernya di jok belakang. Namun, saat dia ingin masuk ke dalam mobilnya, Sania langsung memeluknya dari belakang. Sania menangis sambil terus memohon agar Bisma tidak meninggalkannya lagi.
Mendengar suara tangisan Sania, hati Bisma terasa begitu hancur. Selama ini di terus berusaha agar gadis kecilnya itu terus tersenyum. Namun, kali ini dia malah membuat Sania menangis. Bisma hanya mampu menatap langit yang begitu cerah sambil berusaha menahan air matanya. Jujur, dia sangat ingin memeluk gadis itu dan menghapus air matanya. Akan tetapi, dia tidak punya kekuatan untuk melakukan itu.
"Sania! kakak mohon lepaskan kakak," ucap Bisma sambil berusaha melepaskan tangan Sania yang melingkar di perutnya.
Karena Bisma melepaskan pelukannya secara paksa, tangan Sania menjadi terasa sakit. Terlihat gadis itu sedikit meringis karena tangannya yang tergores kuku Bisma. Melihat itu, Bisma langsung panik. Dia ingin mengobati luka Sania, tetapi melihat Rafi yang datang bersama Yuki dan Aulya. Dengan cepat Bisma mengurangkan niatnya lalu berlari untuk masuk ke mobilnya. Dia langsung menghidupkan mobilnya lalu berusaha menjalankan mobilnya meninggalkan gedung itu.
"Kak! jangan tinggalkan aku, Kak. Aku sangat mencintai kakak. Aku tidak akan bisa hidup tanpa kakak," ucap Sania terus mengetuk kaca mobil Bisma sambil menangis histeris.
"Maafkan kakak, Sayang. Maafkan kakak. Kakak melakukan ini demi kebahagiaanmu. Kakak tidak pantas mendapatkan gadis sebaik dirimu," batin Bisma sambil berusaha menguatkan dirinya.
Dia terus melajukan mobilnya tanpa memperdulikan Sania. Dia tidak mau jika sampai dia harus gagal berangkat karena tidak tega melihat Sania. Dia tau siapa dirinya, dia hanyalah pria brengsek yang memiliki masa lalu yang begitu gelap. Sania pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik darinya.
"Kakak! jangan tinggalkan aku," teriak Sania terus berlari mengejar mobil Bisma.
Bahkan dia terjatuh di aspal, sehingga lutut dan telapak tangannya tergores. Melihat Sania yang terjatuh, Bisma langsung menghentikan mobilnya. Dia melihat Sania yang terus menagis menatap kepergiannya dari kaca spion mobilnya. Ingin sekali dia turun dari mobilnya dan memeluk gadis itu. Namun, dia harus menetapkan pendiriannya. Dia kembali menekan pegal gas mobilnya lalu mengemudikan mobilnya menjauhi Sania. Dia menatap gadis itu dengan tatapan kosong dan penuh kesedihan.
"Maafkan kakak Sania! maafkan kakak," hanya itu kata-kata yang bisa Bisma ucapkan saat ini.
Bersambung......