
Mala sedang menunggu Rifki di depan perusahaan papanya. Setelah kembali ke kediaman Alvando, Mala langsung diberikan jabatan penting di perusahaan keluarganya. Walaupun dia memiliki kekurangan, tetapi seluruh karyawan memperlakukannya dengan begitu baik, bahkan tidak ada satu orangpun yang menghina kekurangannya saat ini. Sehingga membuat wanita itu merasa sangat nyaman bekerja di perusahaan itu.
"Pak! bisa antarkan saya kedepan," tanya Mala kepada satpam yang berjaga di depan pintu.
Sudah hampir setengah jam dia meninggu di sana, tetapi adiknya belum juga datang untuk menjemputnya. Hingga akhirnya matanya tertuju kepada penjual kaki lima yang berada di depan kantor, sehingga membuat perutnya langsung berbunyi ingin mencoba makanan kaki lima itu.
"Baik, Nyonya!" ucap Satpam itu mendorong kursi roda Mala menuju penjual kaki lima itu.
Sesampainya di sana, Mala langsung memesan makanannya. Sedangkan satpam itu langsung kembali setelah memastikan Mala sudah merasa nyaman di sana. Sambil menunggu pesanannya datang, wanita itu memilih untuk menatap kendaraan yang berlalu lalang di depannya. Namun, tiba-tiba dia merindukan putranya yang sudah lama tidak dia temui. Dia mencoba merogoh tasnya dan melihat foto keluarga baru putranya itu dengan mata berkaca-kaca. Di mana di sana terlihat putra kecilnya sedang tersenyum bahagia bersama Bisma dan juga Sania.
"Sayang! kamu pasti bahagia bersama mereka ya? maafkan mama yang tidak pernah memberikan kebahagiaan untukmu. Mama akan terus berdoa agar kamu selalu mendapatkan kebahagiaanmu," gamam Mala mengelus foto putranya itu.
"Selamat sore Nyonya Mala Alvando," ucap mama Gresia dan juga Gresia mengusik ketenangan wanita itu.
Mendengar ucapan kedua wanita iblis itu, Mala langsung menatap keduanya dengan tatapan penuh kewaspadaan. Dia tau jika dibalik kedatangan kedua wanita iblis itu pasti ada niat buruk. Apalagi setelah dia membatalkan kontrak kerja Gresia.
"Ada perlu apa kalian ke sini?" tanya Mala menatap tajam kedua wanita itu.
"Ups! jangan begitu dong, Sayang. Walaupun kamu sudah kaya, kamu juga harus ingat siapa yang membantumu saat kamu susah. Ingat! kami juga pernah menampungmu bersama putra kecilmu itu," ucap mama Gresia.
"Maaf! jika tidak ada keperluan lebih baik kalian pergi saja. Aku sedang tidak mau di ganggu," ucap Mala tegas. Dia tau jika kedua wanita itu sangatlah licik. Mereka tidak mungkin repot-repot menemuinya jika tanpa alasan yang pasti.
"Baiklah! sepertinya kamu tidak suka basa-basi," ucap Gresia tersenyum sinis lalu mengambil ponselnya. Dia mengotak-atik ponsel, dan mengirim sebuah video kepada Mala.
Mendengar ponselnya yang berbunyi, Mala langsung mengambil benda pipih itu di dalam tasnya. Dengan seketika, matanya langsung membulat ketika melihat sebuah vidio yang di kirimkan Gresia untuknya.
"Jangan takut! aku masih memiliki banyak video syurmu bersama pria hidung belang lainnya. Satu lagi! jika orang-orang tau penyebab hilangnya penglihatan menantu Wijaya, apakah mereka akan tetap menghormatimu seperti sekarang? mungkin aku ragu akan itu," ucap Gresia tersenyum sinis.
"Gresia! tutup mulutmu," ucap Mala menatap geram wanita itu.
"Apa maumu?"
"Pertanyaan bagus!" ucap Gresia berjongkok di depan Mala sambil menatap wanita itu dari atas sampai bawah.
"Tanpa bertanya pasti kamu tau apa yang aku inginkan. Aku mau uang dan juga kemewahan yang kamu miliki saat ini," ucap Gresia tanpa ada rasa malu sedikitpun.
Mendengar ucapan Gresia, Mala hanya bisa terdiam. Dia baru saja berbaikan dengan keluarganya, jadi tidak mungkin dia merepotkan keluarganya itu lagi. Dia juga tidak memiliki cukup banyak tabungan untuk diberikan kepada kedua wanita ular itu. Namun, dia juga tidak mau mencoreng nama baik keluarganya karena video tidak senonohnya itu. Dia berusaha berpikir keras, dari mana kedua wanita itu bisa mendapatkan videonya itu. Padahal selama ini dia tidak pernah merekam persatuannya dengan para pria itu.
"Baiklah! kamu pasti butuh waktu. Karena aku lagi berbaik hati, maka aku akan memberikan waktu untukmu. Aku beri waktu sampai besok lusa, aku harap kamu mengunakan waktu itu dengan baik," ucap Gresia tersenyum sinis.
Namun, tiba-tiba sesuatu yang menarik melintas di pikiran Gresia. Dia melihat foto Rizki dan keluarga barunya yang berada di genggaman Mala. Tidak mau membuang kesempatan, dia langsung merampas foto itu dari tangan Mala.
"Gresia! kembalikan itu. Atau aku akan berteriak, agar orang-orang di sini menghakimimu," ancaman Mala sehingga membuat Gresia dan mamanya menjadi geram.
Mereka menatap ke sekitar dan melihat jika di sana tidak terlalu ramai. Mereka langsung menggunakan kesempatan itu untuk terus menguras emosi Mala.
"Kamu mau ini?" tanya Gresia memperlihatkan foto itu.
"Ambil saja," ucap Gresia melemparkannya ke jalan raya dan membuka rem kursi roda Mala, sehingga kursi roda wanita itu terjun bebas ke arah jalan raya yang di penuhi dengan kendaraan yang berlalu lalang.
Tiin.... Tinnn...
Arghhh....
Brugh.....
Bersambung......