Tawanan Raja Vampir

Tawanan Raja Vampir
TRV 85. Ratu Tanpa Mahkota


TRV 85. Ratu Tanpa Mahkota


“Terima kasih banyak.”


Marry yang baru saja menyodorkan satu gelas coklat hangat tersenyum tipis. “Saya juga membawa beberapa camilan manis. Lady bisa menikmatinya bersama coklat hangat.”


“Sekali lagi, terima kasih, Marry.”


“Anda tidak perlu sungkan, Lady. Ini sudah menjadi tugas saya.” Marry menimpali seraya meletakkan camilan manis yang ia bawa bersama coklat hangat.


“Pakai ini, Lady.” Kini giliran La’ti yang datang, membawa selimut lembut yang mampu menghangatkan tubuh Lucciane. “Tubuh Anda dingin sekali. Anda pasti shock gara-gara insiden tadi.”


Ungkapan La’ti tersebut berhasil menarik perhatian empat pria yang tengah menyebar di dekat perapian. Ah, lima pria dengan Sebastian yang sejak tadi ikut menyesap minuman dalam sebuah gelas kaca. Namun, bukan coklat panas apalagi teh, melainkan white wine yang sudah berusia 50 tahun.


“Apa perlu memanggil dokter? Kebetulan aku punya kenalan dokter yang tinggal tidak jauh dari hutan kegelapan,” usul salah satu dari empat pria di dekat perapian.


“Tidak perlu, Lynn. Aku baik-baik saja,” tolak pemilik surai merah keemasan itu. “Mungkin karena sebentar lagi memasuki musim dingin, jadi udara di luar terasa sangat ekstrim.”


Bukan hanya Lynn, mereka semua yang mengisi ruangan itu langsung terdiam. Fakta jika titisan The Goddess lahir sebagai ras manusia memang terkadang terlupakan. Padahal mereka harus mengingat fakta bahwa Lucciane adalah manusia biasa yang memiliki sejumlah kelemahan, misalnya tidak tahan terhadap suhu ekstrim, jiwa yang mudah terguncang, suka bertindak impulsif, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi ia adalah seorang gadis muda yang masih butuh bimbingan dalam banyak hal. Dalam kondisi saat ini—ketika ia harus kedatangan tamu bulanan—semua akan mudah terasa salah. Mood juga akan mudah naik-turun, layaknya lintasan roller coaster.


“Wajah mu pucat, Lucciane.” Lynn beranjak, mendekat ke arah Lucciane yang duduk di sebuah kursi. “Kamu yakin tidak apa-apa?” tanyanya ketika berhasil menjangkau Lucciane. Ketika salah satu tangannya terangkat hendak memeriksa secara langsung, gerakan itu tertahan di udara.


Interaksi tersebut tidak luput dari semua pasang mata yang ada di sana. Sebastian saja sudah mengakhiri acara minum white wine, ketika Lynn tiba-tiba mendekati belahan jiwa sang Lord.


“Masih aku pantau,” batin Sebastian di dalam hati. Ia tahu betul jika sang Lord sangat peka, entah terhadap aroma yang berhubungan dengan hal-hal supranatural, apalagi dengan aroma dari vampir lain. Satu sentuhan saja dapat meninggalkan jejak yang bisa dilacak dengan mudah oleh sang Lord.


“Sebaiknya beautiful lady segera istirahat,” setuju Sebastian. “Pastikan semua ventilasi udara tertutup, La’ti. Udara dingin bisa membuat beautiful lady terkena flu.”


La’ti mengangguk seraya mendekati Lucciane. “Ayo, lady.”


Lucciane menyudahi acara minumnya. Ia beranjak, namun sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut, ia sempat menatap Sebastian, Lynn, Luke, Lomon, Leon, La’ti dan Marry secara bergantian. “Terima kasih,” ucapnya entah untuk ke berapa kali. Ia seolah tak bosan mengucapkan kalimat tersebut. “Aku … terbiasa hidup mandiri semenjak orang tua ku meninggal. Maaf jika tindakan ku yang impulsif menyulitkan kalian. Kalian … memperlakukan dan menjaga aku dengan sangat baik. Terima kasih banyak.”


Lucciane sudah terbiasa hidup mandiri. Apalagi setelah hadirnya Madam Gie dan Gwen. Semenjak ibunya meninggal, Lucciane sudah terbiasa hidup tanpa dilayani. Padahal dulu ia pernah hidup bagaikan nona muda. Setelah beradaptasi dengan kesendirian, kini ia kembali merasa dilayani seperti sorang putri. Bukan lagi seorang nona muda.


“Tidak perlu berterima kasih, beautiful lady.” Sebastian menjawab ketika ia beranjak. “Anda adalah belahan jiwa His Lord. Itu berarti sudah menjadi kewajiban kami untuk melayani Anda dengan sepenuh hati.” Langkahnya bergerak santai, mendekat ke arah Lucciane. “His Lord adalah Raja dari generasi terakhir kerajaan vampir kuno. Sebagai belahan jiwanya, Anda berarti Ratu dari generasi terakhir kerajaan vampir kuno," tutur Sebastian. "Walaupun tanpa mahkota. Di mata kami, Anda tetap pendamping Raja Vampir terakhir.”


🦋🦋🦋


TBC


Semoga suka 😘


Jangan lupa mampir ke cerita temen Author yang dijamin seru 🤗



Tanggerang 26-03-23