
“Gerhana bulan merah.”
Pria rupawan dengan visual pria matang khas Eropa serta Asia yang terdampar di daratan Victoria itu bergumam saat menyaksikan keindahan langka yang malam ini terjadi. Gerhana bulan merah super atau super blood moon baru saja menghiasi langit, setelah sekian lama absen. Menyaksikan gerhana bulan total (GBT) seperti ini hanya bisa dilakukan sekali dalam beberapa ratus tahun. Lebih tepatnya sekitar 195 tahun sekali.
Gerhana bulan sendiri adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Ketika gerhana bulan total terjadi, posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar sehingga membuat bulan masuk ke umbara bumi. Masyarakat luas juga mengenal istilah super moon, yaitu istilah untuk menandai bulan yang berada pada titik terdekat dengan bumi, kerana tampak sangat besar dan sangat cerah. Super moon atau bulan purnama umumnya cenderung identik dengan warna yang putih atau putih-abu.
“Mungkin menurut ilmu astronomi, super blood moon yang terjadi ratusan tahun sekali adalah fenomena alam ketika posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar sehingga membuat bulan masuk ke umbara bumi,” lanjutnya lagi. “Namun, bagi ras kami, itu berarti ada ikatan titisan The Goddess atau Moon Goddess dengan mahluk immortal yang telah di-sahkan.”
Bagi mahluk immortal tertentu, seperti ras werewolf misalnya. Ketika terjadi gerhana bulan sempurna atau super moon (bisa disebut juga full moon night), jiwa serigala di dalam tubuhnya akan mendominasi. Kekuatan ras werewolf akan berlipat ganda pada saat terjadinya gerhana bulan.
Ras werewolf juga sangat menjunjung tinggi Moon Goddess, seperti ras vampir menghormati The God dan The Goddess. Moon Goddess sendiri lebih dikenal sebagai dewa Artemis, salah satu dewa dalam mitologi Yunani Kuno, karena dianggap sebagai pencipta ras werewolf. Dewa Artemis juga kerap disebut Luna (bulan).
Sedangkan di sisi lain Luna adalah sebutan untuk pasangan Alpha (soulmate Alpha). Sebutan itu diambil dari Moon Goddess sendiri, yaitu Luna yang artinya bulan. Ras werewolf sangat menjunjung tinggi sorang pasangan Alpha (soulmate, mate Alpha atau female Alpha). Oleh karena itu, mereka menyematkan sebutan Luna untuk mate Alpha mereka. (sumber novel The Eternal Bond)
“Raja vampir telah menemukan ratunya,” tambah Sebastian.
Sejak Luccane mengambil alih pertempuran, ia memilih mengawasi Lucciane yang terlelap di atas altar pembaringan. Sebastian sudah mirip guardian alias penjaga dengan setelan serba hitam.
Castil Vamfield mungkin tempat suci. Namun, selama tidak ditinggali, tempat itu menjadi rawan dan mudah disinggahi. Keberadaan titisan The Goddess di tempat tersebut akan mudah menarik para penghisap darah serta mahluk lain yang tertarik pada darah suci. Sudah bukan rahasia umum lagi jika darah suci sangat menggiurkan, serta menawarkan banyak keuntungan dalam sekali teguk. Sebastian saja sebisa mungkin menekan indra penciumannya, supaya tidak mabuk kepayang. Untung saja Luccane sudah meninggalkan mark serta membaui gadis tersebut. Sedikit banyak, aroma darah suci bisa disembunyikan dan ditekan.
“Masih ingin melawan?” tantang Luccane.
Saat ini sedang berada dalam kondisi full power. Satu langkah di depan Lynn yang belum bisa menandingi kekuatannya. Lord vampir muda itu baru saja terkena satu serangan yang menimbulkan luka sayat di rahang kananya. Lynn sepertinya belum mau menyerah, jika apa yang telah ia targetkan beluk berhasil didapatkan.
“Aku akan pergi bersama Lucciane.”
“Jangan berharap lebih,” balas Luccane. “Sekarang dia milikku. Sebagian darahnya bahkan telah bersatu dengan milikku!” pungkas Luccane. Ia tak segan-segan melayangkan serangan lagi, sekalipun lawannya sudah mulai kepayahan.
Justru itu lah kesempatan yang Luccane dapatkan. Ia bisa terus menyerang, sampai Lynn kepayahan dan akhirnya tumbang. Namun, smirk evil yang sempat tercipta di bibir Luccane, tiba-tiba menghilang saat melihat seekor serigala besar yang memiliki bulu berwarna hitam memblokade serangan yang ia layangkan. Tak berselang lama, muncul lah dua Lord vampir lain yang masing-masing mengambil posisi di sebelah kanan dan kiri Lynn.
“Kakak tidak apa-apa?” tanya si kecil, Leon.
Lynn mengangguk. “Aku baik-baik saja.” Ia sempat terkejut saat tiba-tiba Luke yang mengambil wujud serigala muncul dan memblokade serangan Luccane. “Bagaimana dengan kalian?”
“Kami hampir sekarat,” adu Leon. “Kak Luke juga hampir mati.”
Mendengar kalimat berikutnya yang dilontarkan Leon, Luke yang sedang mengambil wujud serigala berukuran sangat besar menolehkan kepala. Bola matanya yang berubah menjadi kuning keemasan semua, tampak berkilat marah. “Jangan asal bicara kau, bocah vampir.”
Bukan Luke yang barusan berkata. Itu adalah Lake, jiwa serigala yang bersemayam di tubuh Luke. Nama Lake dalam bahasa inggris berarti danau atau telaga, diambil sebagai nama jiwa serigala Luke, karena saat pertama kali berubah wujud menjadi werewolf, Luke tengah berada di danau suci yang mengaliri daerah di sekitar Castil Vamfield.
Leon mendengus tidak suka. Bukan rahasia lagi jika Leon dan Lake tidak pernah akur. Jiwa serigala itu selalu membuat perkara dengan Leon.
“Bagaimana bisa kalian sampai kesini?” tanya Lynn penasaran. Bukan kah saat mengirimkan pesan pada Luke, saudara-saudara nya itu sedang terkurung di dalam jeruji besi?
Jeruji besi itu bukan dibuat dari unsur kimia dengan simbol Fe yang diambil dari nama latin Ferrum, serta dapat terkorosi oleh cairan hasil racikan beberapa jenis bahan kimia, melainkan besi yang istimewa. Besi yang dapat membuat mahluk immortal melemah.
“Itu semua berkat aku,” sombong Leon. “Aku menggunakan kemampuan attraction ability untuk mengelabui salah seorang vampir.” Leon melanjutkan dengan santai. Tatapannya tertuju pada raja vampir yang tampak gagah dan full power di seberang sana. “Vampir yang paling lemah,” tambahnya.
“Berhenti bicara omong kosong, vampir kecil. Lebih baik kita fokus pada target,” sela Lake yang masih memasang badan di depan Lynn.
Jika dilihat dari ukuran tubuhnya, Lake bisa saja dikategorikan sebagai Alpha pada sebuah pack. Sayangnya ia tidak punya pack atau kelompok, mengingat ia juga seorang vampir golongan ras murni.
“Bagus. Kalian telah berkumpul.”
“Aku bisa dengan mudah memusnahkan kalian semua,” lanjut Luccane. “Lebih baik rasa vampir yang selalu merasa paling suci dibinasakan hari ini.”
“Lalu kau pikir kami akan tinggal diam?” Lomon menjawab. Ia berdiri tegap, mengambil posisi di samping kanan Lynn. Sedangkan Leon di samping kiri. “Raja tiran seperti dirimu yang seharusnya dibinasakan.”
Dikatai raja tiran, Luccane bukannya marah. Ia memilih menyunggingkan smirk evil. Raja tiran sendiri adalah sebutan untuk raja atau penguasa yang sewenang-wenang. Sehingga tidak ada seorang rakyat pun yang merasa tentram di bawah kekuasaannya.
“Biar aku yang menghabisi raja tiran satu ini,” usul Lake.
Serigala berbulu hitam itu bergerak dengan gagah di depan Lynn, Lomon dan Leon. Ketika terjadi bulan purnama seperti saat ini, kekuatannya akan bertambah dua kali lipat. Namun, kali ini bulan purnama telah menjadi warna merah seperti darah. Itu ibaratnya Luna telah ternoda.
Sedangkan kali ini yang telah ternoda adalah titisan The Goddess yang seharusnya mereka lindungi. Kendati demikian, sebelum melakukan blood feeding secara sempurna, mereka masih bisa menyelamatkan titisan The Goddess dari Raja Vampir.
“Cakar ku siap mencabik-cabik tubuhnya,” tambah Lake, percaya diri.
Luccane sama sekali tak gentar. Dengan pedang legendaris di tangan, ia siap mengguncang mental lawan. Ditambah dengan asupan darah suci, ia semakin tidak tertandingi. Biarkan saja mereka percaya diri setinggi langit. Mungkin mereka lupa jika Luccane masih bagian dari kerajaan vampir kuno. Jika ia binasa, maka ras vampir juga akan mengalami kemerosotan hingga kepunahan.
“Kalian benar-benar bawahan yang lancang,” ucap Luccane dengan langkah santai. “Membunuhku? Lakukan lah jika bisa.”
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Luccane menghilang dalam sekejap mata. Tidak terdeteksi oleh jangkauan mata mereka. Lynn, Lomon, Leon, serta Luke yang sedang mengambil wujud Lake, tentu saja langsung siaga. Bahaya bisa kapan saja menyerang.
Benar saja, tak berselang lama, tubuh serigala Lake terpental ke arah sebuah pilar pembatas yang dihiasi oleh ukuran The God and The Goddess. Lolongan hewan predator malam itu terdengar setelahnya. Mirip sebuah erangan kesakitan.
“Lengah.” Suara Luccane kembali terdengar. Namun, belum sempat Lynn, Lomon, atau Leon menangkap keberadaannya, raja vampir itu sudah kembali menyerang. Kali ini targetnya Leon yang juga punya kemampuan mumpuni dalam hal kecepatan. Tak mau tinggal diam saat adik kecilnya diserang, Lomon ikut bergabung. Menyerang ketika ada kesempatan.
Three in one. Satu pertarungan yang melibatkan 3 orang sekaligus. Lynn juga baru saja hendak bergabung, saat Leon tersingkir dari arena pertarungan. Disusul dengan Lomon yang dibuat terpelanting dan mendarat mengenaskan, menghantam sebuah pilar. Kini tersisa Lynn yang kembali berhadapan dengan raja vampir.
Pertarungan sengit kembali melibatkan Lynn dan Luccane. Suara benda bermata tajam yang saling beradu terdengar begitu berisik, merobek keheningan di salah satu ruangan yang menjadi bagian dari Castil Vamfield.
“Kekuatan Anda benar-benar telah meningkat pesat.”
Sedangkan dari tempatnya berdiri, Sebastian tampak mengamati dengan teliti. Empat banding satu. Terlihat tidak seimbang sekali, namun ketika masuk ranah eksekusi, sang raja telah menunjukkan kemampuannya.
Sebastian cukup berdiri dengan tenang, menonton pertandingan dari muridnya itu dalam diam. Tidak sia-sia ia hidup lama, jika apa yang ia peroleh di dunia, telah dikembangkan dengan baik oleh muridnya. Sword master legendaris yang sudah lama tidak mengayunkan pedang, apalagi semenjak bergabung sebagai anggota House of Lords atau Dewan Kebangsaan Inggris, kini telah kembali menunjukkan kehebatannya.
“Apa kali ini Anda akan melenyapkan mereka, My Lord?” tanya Sebastian pada udara. Namun, ia yakin jika sang Lord pasti bisa mendengarnya. Ia kemudian kembali berkata dengan seringai tercipta di bibir.
“Saya serahkan semua keputusan pada Anda, King.”
Panggilan itu sudah lama sekali tidak keluar dari mulut Sebastian. Mungkin, semenjak ayah Luccane gugur. Namun, kali ini bisa kembali mengucapkan kalimat itu karena sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana jiwa King vampire terdahulu ter-copy dengan baik pada raja vampir yang sekarang. Like father, like son.
🦋🦋🦋
TBC
NOTE : CERITA INI DIIKUTSERTAKAN DALAM EVENT PERCINTAAN NON HUMAN. MOHON DOA & DUKUNGANNYA 🤲
Semoga suka 😘
Tanggerang 19-02-23