Tawanan Raja Vampir

Tawanan Raja Vampir
TRV 75. Negosiasi


TRV 75. Negosiasi


“Ada siapa di luar sana?” Luccane bertanya saat matanya melihat sendiri satu persatu Proscris Vampire yang bergerombol di balik pagar berubah menjadi abu. Itu sudah tentu efek yang timbul ketika vampir golongan rendah seperti Proscris Vampire terkena air suci, Rosario, serta barang-barang lain yang menyimpan energi magis dari benda-benda berbau agamis.


Dari dalam gerbang, mereka telah bersiap. Bahkan Sebastian yang mewarisi darah ras Wizard telah mengokohkan lagi perisai tak kasat mata yang melindungi Luccane The Palace. Sebastian memang bisa mengokohkan kembali perisai tak kasat mata itu, namun tidak sampai menjadi kokoh seperti semula. Ia hanya bisa menutupi keretakan yang sudah muncul pada beberapa bagian.


“Para Lord vampir,” kata Sebastian yang baru saja melepas salah satu sarung tangan yang rutin ia gunakan. “Mereka telah kembali dari wilayah Selatan.”


“Tiba-tiba kembali?” ucap Luccane. Ia sepertinya menaruh “curiga” pada kepulangan para Lord vampir yang sempat ia kira telah tiada. Sekarang para Lord vampir ada di sini, berarti benar jika mereka telah berhasil selamat dari para monster yang Luccane kirim.


Luccane juga sempat mendapatkan informasi dari Sebastian jika para Lord vampir telah keluar dari Land of dawn, kemudian mereka melakukan perjalanan menuju wilayah Selatan. Para Lord vampir katanya telah menjadi hunter vampir atau pemburu vampire. Luccane juga mendengar informasi tersebut secara langsung dari salah satu pemimpin wilayah Selatan, ketika tempo hari melakukan pertemuan. Maka wajar jika sekarang Luccane agak heran melihat mereka ada di Bristol.


Jarak tempuh antara wilayah Selatan dan Bristol itu tidak dekat. Butuh beberapa hari jika dilalui dengan kendaraan roda empat, atau transportasi lain. Bisa lebih cepat jika menggunakan pesawat udara.


“Sepertinya mereka kembali karena simbol penjaga titisan The Goddess yang muncul bersamaan dengan simbol Moon Goddess.”


“Simbol?”


“Yes, my Lord.” Sebastian menjawab dengan anggukan kecil. “Simbol penjaga titisan The Goddess hanya akan muncul pada penjaga yang dipilih langsung oleh Moon Goddess. Mereka secara tidak langsung terikat hubungan batin dengan titisan The Goddess yang menjadi objek perlindungan.”


“Berarti mereka tidak akan bisa disingkirkan dari mate ku?” tanya Luccane to the point.


Sebastian samar-samar menggeleng dua kali. “The poin it’s, mereka yang tidak bisa pergi jauh dari titisan The Goddess karena ibarat mereka telah terikat hubungan kepemilikan. Mereka dipilih langsung untuk menjaga titisan The Goddess, jika mereka tidak melakukan tugas tersebut, maka Moon Goddess yang telah memilih mereka akan mengembalikkan mereka ke Valinóë.”


Luccane sudah paham dengan apa yang dijelaskan Sebastian. Pada dasarnya, mereka tidak bisa meninggalkan “tuan” yang telah ditunjuk oleh Moon Goddess. Mereka adalah penjaga titisan The Goddess yang telah terikat oleh takdir.


Sebastian kemudian menoleh. “Apa perintah Anda selanjutnya, my Lord?”


“Tunggu,” kata Luccane. Menjawab pertanyaan Sebastian.


“Baik, my Lord.”


Selagi menunggu, Luccane juga memerintahkan para penghuni Luccane The Palace untuk kembali pada posisi masing-masing. Untuk saat ini kondisi sudah jauh lebih kondusif, dibandingkan dengan beberapa waktu yang telah berlalu.


“Apa yang kalian inginkan?” tanya Luccane ketika ia telah berada di depan gerbang utama. Berdiri di seberang para Lord vampir yang berbaris di seberang lain. “Apa Centaur, Talosta, Typhon dan Cerberus tidak cukup mengirim kalian ke Valinóë?”


“Tidak.” Lynn menjawab. Mewakili mereka berempat. “Jika cukup, itu berarti sekarang kita bukan berada di sini, melainkan di Valinóë.”


“Untuk bernegosiasi.” Lynn kembali menjawab dengan santai serta nada bicara yang ringan. “Pertemukan kami dengan titisan The Goddess,” pintanya gamblang.


“Atas dasar apa permintaan konyol itu dilontarkan?” Sebastian tampak tersenyum miring ketika mengucapkannya. “Luccane The Palace sedang tidak membuka pintu untuk tamu. Apalagi tamu itu seperti kalian.”


Sebastian bisa melihat ekspresi berbeda yang tercetak di wajah para Lord vampir. Ia agak terhibur tiap kali berdialog dengan mereka. Begitu juga dengan Luccane yang masih memilih untuk bungkam.


“Untuk apa?”


Luccane baru bergerak maju. Melangkah lebih dekat ke arah gerbang. Namun, sepersekian detik berikutnya ia telah berpindah ke luar gerbang. Berdiri tepat di hadapan para Lord vampir. Caranya melakukan teleportasi memang sangat cepat.


“Kami hanya ingin memastikan sesuatu.” Lynn maju satu langkah lebih depan. “Kami mendapatkan simbol penjaga titisan The Goddess. Apakah Lucciane juga telah mendapatkan simbol Moon Goddess?”


“Hm.” Respon singkat itu Luccane berikan sebagai jawaban. “Mate ku telah mendapatkannya.”


Lynn tampak terdiam untuk beberapa waktu. Ternyata benar dugaannya, Lucciane telah mendapatkan simbol Moon Goddess. Jika sudah seperti ini, perjanjian yang telah ditetapkan tidak bisa lagi ditanggalkan.


“Itu berarti kami sebagai penjaga titisan The Goddess tidak bisa saling berjauhan,” ucap Lynn kemudian. “Apalagi telah muncul vampir penghisap jiwa kegelapan yang mengincar titisan The Goddess.”


“Aku lebih dari mampu melindungi belahan jiwaku,” tekan Luccane penuh peringatan. “Belahan jiwa ku tidak perlu penjaga.”


“Ini bukan soal keperluan,” sahut Lynn. “Ini soal keharusan dan kewajiban.” Ia melanjutkan dengan keberanian. “Kami diciptakan untuk melindungi titisan The Goddess. Jika tugas itu direnggut, maka kita tidak lagi dibutuhkan di earth. Dan kami belum ingin kembali ke Valinóë dengan rasa malu pada leluhur kami.”


Luccane menyeringai tipis seraya melipat kedua tangannya di depan dada. “Kalau itu yang kalian inginkan, buktikan. Tujuan kalian hanya sebatas menjadi pelindung, buka untuk hal lain.”


🦋🦋🦋


TBC


Semoga suka 😘


Jangan lupa mampir ke cerita temen Author yang dijamin seru 🤗



Tanggerang 11-03-23