Tawanan Raja Vampir

Tawanan Raja Vampir
TRV 35. Attraction Ability


“Untuk menciptakan portal sihir, harus menghadirkan tempat yang akan dituju dalam pikiran mereka sejelas mungkin. Lalu melepaskan energi sihir untuk membuka pintu antara dimensi. Energi sihir yang berpadu dengan kekuatan dari pikiran akan membuat partikel dari materi yang akan dipindahkan melesat sampai ke tempat tujuan dalam sekejap mata,” tuturnya. “Kamu yakin bisa melakukan itu?”


“Aku yakin, aku pasti bisa. Jadi, tolong bantu dan bimbing aku.”


Sesuai dengan perkataannya, Lucciane sudah bertekad bulat untuk menggunakan portal sihir sebagai perantara untuk bisa melakukan teleportasi. Namun, tidak semudah bayangan Lucciane menggunakan portal sihir. Walaupun mendapatkan izin dari Eliót, bukan berarti Lucciane tidak mendapatkan hambatan saat hendak menggunakan portal sihir.


“Tugas pertama Lucciane adalah menghadirkan tempat yang akan dituju dalam pikiran sejelas mungkin,” ucap Eliót yang sedang memimpin jalan. Di belakangnya, ada Lucciane dan Seelie yang berjalan berdampingan. “Bukan kah Luccane The Palace adalah tempat yang ingin kamu tuju?”


Eliót menoleh, menatap sekilas pada titisan The Goddess yang aura murni nya sangat terpancar semenjak memasuki bangunan menara kembar.


“Iya,” jawab Lucciane beserta anggukan.


“Mungkin akan agak sulit jika tempat yang kamu tuju adalah Luccane The Palace.”


“Kenapa bisa begitu?” bingung Lucciane.


“Apa itu ada hubungannya dengan perisai raja vampir?” sahut Seelie, iku-ikutan bukan suara.


Eliót tersenyum tipis sebelum kembali memimpin jalan. Namun, kali ini langkahnya dibuat sejajar. “Benar sekali perkataan Seelie. Luccane The Palace dikenal sebagai istana tak kasat mata. Kenapa demikian? Karena tempat itu sempat hilang selama ratusan tahun lamanya.”


“B-enar kah?”


Lucciane tentu saja terkejut mendengarnya. Ia juga sudah sempat mengira jika Luccane The Palace bukan tempat biasa semenjak pertama kali melihatnya. Kenapa? Karena selama ia tinggal di Bristol dan mengenal area hutan kegelapan, tidak pernah ada manusia yang tahu jika ada kediaman di area tersebut. Pada dasarnya hutan kegelapan sendiri sudah sangat sulit dimasuki.


“Hutan kegelapan beserta isinya adalah milik raja vampir terdahulu atau dengan kata lainnya adalah ayah dari raja vampir yang sekarang. Seluruh ekosistem di dalamnya tunduk dan patuh pada perintah raja vampir terdahulu. Mereka berjanji akan melindungi Luccane The Palace yang menjadi tempat berlindung penerus satu-satunya.”


Lucciane tertegun mendengarnya. Ternyata Eliót tahu cukup banyak tentang Luccane dan Luccane The Palace. Di sini malah Lucciane yang merasa tidak tahu apa-apa.


“Jika hutan kegelapan beserta isinya berjanji untuk melindungi Luccane The Palace yang menjadi tempat berlindung raja vampir, kenapa para Lord vampir bisa menerobos masuk?” Seelie tiba-tiba melontarkan sebuah pertanyaan. “Lucciane bilang ada laki-laki bernama Lynn yang kemungkinan besar adalah Lord vampir. Kemungkinan juga Lynn-Lynn itu saat ini sedang bertarung dengan raja vampir.”


“Itu berarti ada salah satu di antara mereka yang bisa menggunakan attraction ability.”


“Mereka? Attraction ability? Maksudnya apa?” tanya Seeli beruntun.


Lucciane sendiri juga tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Eliót.


“Mereka adalah para Lord vampir,” kata Eliót, menjelaskan. “Sedangkan attraction ability adalah kemampuan daya tarik. Seorang vampir murni langka biasanya terlahir dengan keistimewaan ini. Sebuah kemampuan yang bisa membuat pemiliknya mengetahui kebenaran hanya lewat kontak mata.”


“Wah, keren sekali,” puji Seelie, terpukau. Ia sepertinya baru mengetahui soal kekuatan attraction ability. Begitu pula dengan Lucciane.


“Ada berapa Lord vampir yang kamu ketahui?” tanya Eliót saat mereka sudah kembali berjalan. Kali ini Eliót membawa mereka berbelok, melintasi celah di antara dua air terjun yang begitu daras arus airnya.


“Dua,” jawab Lucciane ragu. “Ah, lebih tepatnya empat,” koreksinya. “Lynn, Luke, serta dua saudara mereka.”


Lucciane juga berpikir demikian. Lynn beserta saudara-saudaranya pasti tidak bisa dianggap remeh.


“Tenang saja, di sana ada Pak Tua yang siap berjaga di depan pintu,” celetuk Seelie tiba-tiba. “Sebastian tidak akan membiarkan mereka masuk dengan mudah.”


Eliót tersenyum mendengarnya. Salah satu tangan Elf itu kemudian terangkat, meraih pucuk kepala seelie. “Kau benar sekali, peri kecil.”


“Hentikan itu. Seelie tidak suka,” hardik Seelie, marah.


“Kenapa kamu tiba-tiba marah, peri kecil?” Eliót masih enggan menjauhkan tangan. Hal itu membuat Seelie semakin sebal. “Perkataan peri kecil ini memang benar, Sebastian pasti tidak akan membiarkan mereka masuk dengan mudah.” Kali ini pandangan Eliót tertuju pada Lucciane. “Sebastian Saunders. Salah satu pemilik kekuatan istimewa bernama attraction ability itu bukan vampir yang mudah dikalahkan.”


Walaupun terlihat seperti manusia pada umumnya, sifat Sebastian juga ramah dan bersahabat jika dibanding yang lain saat pertama kali Lucciane datang. Namun, ia tidak menyangka jika Sebastian adalah salah satu vampir yang patut diwaspadai. Pantas saja ia didapuk sebagai butler di Luccane The Palace, sekaligus tangan kanan Luccane de Khayat.


“Kita sudah sampai.” Eliót berhenti melangkah saat mereka berdiri di depan sebuah pintu yang terbuat dari marmer. Gagangnya terbuat dari emas murni. Ada simbol yang tampak rumit pada bagian lubang kunci. Pada bagian atas dan bawah pintu tersebut juga dibubuhi segel yang terbuat dari emas.


Walaupun terlihat sangat rumit, karena banyaknya sistem keamanan, pintu itu bisa langsung terbuka hanya dengan satu kali sentuhan. Kuncinya adalah Eliót.


“Jadi … dimana portal sihir itu?” bingung Lucciane saat mereka bertiga sudah berada di dalam ruangan.


“Yang kamu cari ada di sini.”


Lucciane menoleh. Begitu juga dengan Seelie. Melarikan pandangan pada Eliót yang sedang berdiri di depan sebuah cermin yang … aneh. Kenapa aneh? Karena cermin dengan bingkai upa berpotongan Kristal berbentuk segitiga yang tersusun melingkar itu tidak memantulkan bayangan dari siapapun yang ada di hadapannya.


“Ini adalah portal sihir,” ucap Eliót. “Cara kerjanya seperti apa yang sudah aku jelaskan. Jika berhasil melakukan tugasmu, aku akan melakukan tugasku, melepaskan energi sihir untuk membuka pintu antara dimensi. Energi sihir yang berpadu dengan kekuatan dari pikiran akan membuat partikel dari materi yang akan dipindahkan melesat sampai ke tempat tujuan dalam sekejap mata. Itu artinya saat energi sihir berhasil berpadu dengan kekuatan dari pikiran, kamu akan berpindah ke tempat yang kamu bayangkan dalam sekejap.”


Lucciane mengangguk paham. Secara teori, ia sudah mengerti. Sekarang tinggal pemanasan dan langsung praktikkan.


“Ready to try?”


Lucciane menatap Seelie, lalu Eliót secara bergantian. “Yes. I’am ready.”


🦋🦋🦋


TBC


Semoga suka 😘 Jangan lupa 👇



Tanggerang 13-02-23