
Slassh~
Bunyi tebasan sebilah pedang itu terdengar begitu nyaring di aula utama Castil Vamfield yang begitu luas. Bangunan megah bergaya gothic itu sudah lama tidak terpakai, namun masih terlihat rapih dan bersih. Hanya saja, saat ini tempat itu tiba-tiba berubah menjadi medan pertempuran.
“Kau pikir bisa selamat dari *S*hadow sword?”
Pemilik pedang legendaris bernama Shadow sword itu berkata dengan nada datar. Dengan pandangan tertuju pada lawan duel mautnya, yaitu leader Lord vampir yang tersisa.
Kekuatan mereka sejauh ini masih seimbang. Sama-sama memiliki latar belakang sebagai pemimpin, serta titel Sword master dari sumber yang berbeda, membuat pertarungan di antara mereka berjalan sangat sengit. Sang Raja tampak duel dengan percaya diri didampingi oleh pedang legendaris bernama Shadow sword.
Senjata andalannya itu dibuat oleh sorang penempa tua yang ahli dalam membuat alat perang. Shadow sword dibuat tanpa menuruti kaidah pembuatan pedang pada umumnya. Pedang legendaris ini punya mata terbalik, di mana bagian tajamnya ada di bagian dalam. Meski terlihat tidak membahayakan, namun aslinya pedang ini sangat kuat dan berbahaya. Shadow sword dibuat untuk menjadi partner seseorang yang punya kekuatan luar biasa. Dengan demikian, mereka akan saling mengimbangi satu sama lain.
Kendati demikian, perlu diketahui bahwa sebenarnya Shadow sword bukan pedang terkuat milik Raja vampir. Pedang ini kerap digunakan olehnya supaya ia dapat mengontrol nafsu untuk membunuh lawan dalam sekali tebas. Fungsi pedang Shadow sword mirip dengan pedang Sakaboto milik Rurouni Kenshin dalam film Samurai X. Pedang Sakaboto adalah pedang dengan mata terbalik, di mana bagian tajamnya ada di bagian dalam. Pedang itu dibuat sebagai rem bagi Kenshin agar tidak menghilangkan nyawa orang lagi.
Jika Raja vampir tampil percaya diri dengan Shadow sword, leader Lord vampir juga tidak mau kalah. Dalam kesempatan ini ia didampingi oleh pedang kembar yang dibuat khusus untuk pada pemimpin Lord vampir. Pedang milik Lynn ditempa oleh seorang pembuat pedang yang dulu mengabdi di Castil Vamfield.
Biasanya pedang dibuat lewat material besi dan baja, berbeda dengan pedang Lynn yang pegangannya dibuat dari pohon keramat berusia ribuan tahun. Walaupun kerap diremehkan karena. terbuat dari kayu, namun pedang milik Lynn sangat kuat, bahkan bisa menghancurkan benda lain dalam sekali tebas, baja sekalipun. Mengingat pedang miliknya punya mata pisau yang begitu tajam.
“Kau juga tidak akan bisa selamat setelah mengotori tempat suci ini!” seru Lynn yang baru saja memanggil pedang lain miliknya.
Bukan tanpa alasan Lynn disebut sebagai Sword master. Bahkan ia diakui sebagai Lord vampir terkuat. Salah satu kemampuannya adalah ini, mampu memainkan pedang ganda. Mahluk yang punya kemampuan ini disebut ambidextrous alias memiliki keluwesan dalam menggunakan tangan kanan dan tangan kiri. Biasanya bangsa Elf yang hampir semua memiliki kemampuan ambidextrous.
“Aku tidak pernah berniat mengotori tempat ini,” balas Luccane. “Namun, bukan kah tempat ini yang kau dan adik-adik mu harapkan sebagai tempat peristirahatan terakhir?”
“Dari mana kau tahu itu?” tanya Lynn. Ia tampak terkejut saat Luccane mengetahui masalah sekecil itu. Dalam posisi siaga dengan dua bilah pedang di tangan, ia meluruskan pandangan.
“Apapun yang sudah masuk ke dalam Luccane The Palace, tidak ada yang tidak bisa aku ketahui.”
Lynn terhenyak. Apa mungkin rumor jika Luccane The Palace adalah istana ghaib paling banyak menyimpan kekuatan magis benar adanya? Mengingat tempat bergaya Victoria itu memang kental sekali diselimuti oleh aura kegelapan.
Dalam sebuah perkamen tua dikatakan bahwa tempat dimana seorang Raja vampir tinggal akan selalu diselimuti oleh aura yang kuat. Aura itu keluar dari tubuh Raja vampir itu sendiri yang terlahir sebagai mahluk pemilik kekuatan super dahsyat.
Luccane tertawa, meremehkan kepercayaan diri Lynn. Ia jarang tertawa, sekalinya tertawa yang keluar adalah tawa meremehkan.
“Kau yakin?” ujar Luccane memastikan.
Luccane sendiri tidak berniat menghabisi Lynn di tempat ini. jika sudah punya ‘niat’ untuk membunuh, maka bukan Shadow sword yang ia panggil. Melainkan pedang yang ia dapatkan dari Underworld saat dulu tidak sengaja masuk ke sana.
Luccane hanya ingin memberi Lynn peringatan, supaya Lord vampir muda itu tidak punya keinginan untuk merebut ‘milik’ orang lain. Lucciane adalah bagian dari Luccane The Palace. Kepunyaan Luccane. Milik Luccane.
Walaupun memang hubungan mereka belum terlalu akur dan harmonis. Namun, Luccane tak pernah berniat sedikitpun melepaskan gadis cantik itu setelah menginjakkan kaki tuk pertama kali di Luccane The Palace.
“Jika menghabisi dirimu bisa menyelamatkan dia, aku tidak akan pernah ragu.” Lynn berkata dengan posisi siap menyerang. Tak sampai sepuluh detik, ia kembali menyerang dengan mengandalkan kemahirannya memainkan dua pedang.
“Tidak akan aku biarkan kau mengambil sesuatu yang sudah ditakdirkan menjadi milikku,” pungkas Luccane. “Bahkan sebelum kelahirannya pun, takdir sudah memilih dia untuk menjadi milikku.”
Luccane balik menyerang. Tiga bilah pedang itu saling bertemu, beradu, menciptakan suara gemerincing khas ketika berkali-kali beradu. Dengan gesit serangan datang bertubi-tubi. Bertahan bukan lah ide yang bagus jika dipilih dalam posisi ini. Jika dilihat dari jenis serangan dan jumlah yang datang dalam satu menit, sepertinya Lynn sudah tak main-main. Begitu pula dengan Luccane.
Luccane hanya menjaga apa yang memang sudah ditakdirkan untuk menjadi miliknya. Walaupun untuk sampai pada titik memiliki, ia harus menghadapi kondisi seperti saat ini. Melawan ras sendiri. Ia tidak akan pernah menyesali.
🦋🦋🦋
TBC
Semoga suka 😘 Jangan lupa 👇
Tanggerang 10-02-23