Tawanan Raja Vampir

Tawanan Raja Vampir
TRV 79. Sinkhole


“Minum lah. Anggap sebagai jamuan resmi dari butler Luccane The Palace.”


Empat pria rupawan yang baru sehari tiba di Luccane The Palace itu kompak menatap penuh selidik pada empat gelas kaca yang diisi oleh cairan berwarna merah pekat. Mereka tampak waspada, karena bagaimana pun juga awalnya mereka dan penghuni tempat ini memiliki hubungan yang tidak baik.


“Apa ini?”


“Tentu saja darah segar,” jawab butler Luccane The Palace dengan menampilkan raut wajahnya yang biasa. Ramah, namun tetap terkesan datar. “Darah manusia,” lanjutnya, meluruskan.


Respon berbeda tampak ditampilkan oleh keempat Lord vampir berwajah rupawan yang kini tampil semi kasual. Menanggalkan mantel, sekarang mereka hanya menggunakan celana hitam dengan atasan kemeja.


“Sudah berapa lama kalian tidak minum darah manusia?” tanya Sebastian seraya menyodorkan salah satu gelas kaca itu pada Leon. Pasalnya Leon lah yang pertama memberikan respon. “Kalian tidak perlu merasa cemas, karena darah ini murni darah manusia.”


“Jadi … kau menghisap darah sembarangan selama ini?” si bungsu dari para Lord vampir itu angkat suara. Ia tampak penasaran.


Sebastian tersenyum segaris. “Tentu saja tidak,” katanya kemudian. “Kami bisa mendapatkan darah dari bank darah jika dibutuhkan dalam kondisi mendesak. Lagipula zaman sudah modern, mudah sekali untuk mendapatkan darah segar.”


“Baik lah kalau begitu,” sanggup Leon. “Aku akan meminumnya.” Ia pun menerima gelas kaca tersebut. Sepersekian detik berikutnya, tanpa bisa dicegah, cairan berwarna merah pekat itu mengalir masuk ke dalam mulut. Tandas sampai tak bersisa. “Rasa darah manusia sekarang memang berbeda,” komentarnya kemudian.


Leon tidak merasakan hal-hal yang mencurigakan setelah berhasil menenggak isi dari gelas tersebut. Justru ia malah semakin merasa bertenaga. Itu berarti Sebastian tidak berbohong soal kata-katanya. “Minum, Kak. Darahnya aman,” ucapnya seraya menatap ke arah Lynn, serta saudaranya yang lain.


“Ya, minum lah. Sebagai tanda jika kalian menghormati tuan rumah.”


Sebastian memang ramah. Ia selalu beramah-tamah pada siapapun. Tidak terkecuali pada para Lord vampir yang mulai hari ini akan tinggal untuk sementara di Luccane The Palace. Si empunya tempat sudah mengizinkan, karena memang para Lord vampir butuh tempat singgah untuk batas waktu yang belum dapat ditentukan. Luccane juga telah berpesan pada Sebastian agar mengurus kebutuhan mereka dengan baik.


“Ada pertanyaan yang ingin aku ajukan sejak kemarin,” kata Lynn. Angkat bicara setelah menghabiskan darah segar di gelas miliknya. “Bagaimana bisa para Proscris Vampire berhasil memasuki hutan kegelapan yang sulit ditembus? Bahkan mereka bisa mencapai Luccane The Palace.”


“Itu karena pelindung gaib yang dipasang oleh Raja Vampir terdahulu mulai melemah.” Sebastian menjawab dengan apa adanya. Memang begitulah faktanya. Selain pelindung gaib, para penghuni hutan kegelapan juga sepertinya tengah mengalami krisis kepercayaan.


“Ketika kami dalam perjalanan kemari,” kata Luke, tiba-tiba ikut angkat bicara. “Kami sempat melewati sebuah lubang raksasa (sinkhole) yang tampak mencurigakan.”


Sebastian menautkan kening mendengarnya. “Kalian datang dari wilayah selatan, kemudian masuk lewat pintu barat.”


Para Lord vampir menganggu kecil, membenarkan perkataan Sebastian. Vampir berusia 1.500 tahun itu kemudian mengambil sebuah gulungan perkamen dari salah satu laci yang ada di tempat tersebut. “Kemungkinan besar lubang raksasa yang kalian maksud adalah ini.” luccane menunjuk satu bagian pada isi perkamen yang baru saja dibuka. Ternyata gulungan perkamen itu menggambarkan wilayah hutan kegelapan dengan sangat detail. Termasuk letak sebuah sinkhole.


“Pada titik koordinat ini ada daerah yang jarang terekspose.” Telunjuk Sebastian membuat lingkaran tak kasat mata. “Lubang itu baru ditemukan beberapa tahu lalu dan masih terisolir. Kondisi di dalam lubang mirip dengan sinkhole yang ditemukan sekelompok ilmuan Cina di Guangxi Zhuang, Cina Selatan,” tutur Sebastian. Wawasannya yang luas memang patut diacungi jempol. “Mei 2022, ditemukan lubang raksasa atau sinkhole oleh sekelompok ilmuan di Cina. Isi dari lubang tersebut adalah hutan purba. Lokasi penemuan ada di daerah otonomi Guangxi Zhuang, Cina Selatan



Sebastian setuju dengan kalimat pertama yang Lomon ucapkan. Daerah Guangxi Zhuang memang terkenal memiliki formasi Kartsnya yang menakjubkan. Ia pun kembali melanjutkan pembahasan. “Tim Speleologist dan Spelunkers langsung melakukan ekspedisi ke lubang tersebut. Mereka menemukan ada 3 pintu masuk ke dalam gua, serta pohon-pohon kuno setinggi 40 meter. Chen Lixin yang memimpin ekspedisi menyebutkan bahwa ada spesies-spesies tumbuhan yang belum pernah dilaporkan atau dijelaskan oleh sains sebelumnya. Para peneliti menyebut dasar dari lubang sinkhole tersebut tampak seperti dunia lain,” jelasnya. “Dugaan sementara, lubang raksasa yang ada di hutan kegelapan bagian barat juga memiliki kondisi yang sama, karena sampai saat ini lokasi tersebut masih belum terjamah manusia.”


“Bagaimana jika kita memeriksanya?” usul Luke. “Ini hanya dugaan sementara, tapi aku rasa ada yang mencurigakan dengan tempat itu,” tambah Luke.


“Untuk itu kau butuh izin dari His Lord. Sekarang hutan kegelapan sudah sepenuhnya berada di bawah kuasanya.”


“Kalau begitu pertemukan kami,” ujar Luke, tidak patah semangat.


“Biarkan aku yang bicara dengan Luccane.” Lynn menepuk bahu kanan adiknya. “Dimana dia, Sebastian?”


“Untuk saat ini His Lord belum bisa diganggu, karena sedang bersama beautiful lady.”


Tanpa menyebutkan nama sekalipun, Lynn dan saudara-saudaranya sudah tahu jika pemilik panggilan tersebut adalah Lucciane.


“Jadi, sampai kapan kita harus menunggu?”


“Sampai beautiful lady tertidur.”


Lynn mengangguk paham. Jadi, tahta tertinggi di tempat ini sekarang bukan lagi diprioritaskan untuk raja vampir, melainkan pasangannya yang merupakan titisan The Goddess.


“Selagi kita menunggu, bagaimana jika kita membahas soal mahluk penghisap jiwa kegelapan?” usul Leon. “Aku sangat penasaran dengan mahluk yang baru saja menunjukkan eksistensinya itu.”


“Mahluk itu bukan baru menunjukkan eksistensi,” bantah Sebastian kemudian. “Dia sudah hidup di dunia semenjak dua ribu tahun yang lalu.”


🦋🦋🦋


TBC


Semoga suka 😘


Jangan lupa mampir ke cerita temen Author yang dijamin seru 🤗



Tanggerang 16-03-23