
“Kau kelihatan sangat senang.”
“Tentu saja!” pemilik rambut merah keemasan itu menjawab ketika langkahnya semakin dekat. “Lynn dan saudara-saudaranya selamat. Lucy juga telah kembali,” lanjutnya dengan riang. Kebahagiaan tampak terpancar dari aura hanya menyinari wajahnya.
“Jadi mana hadiah untukku?”
“Hadiah untuk kamu? apa hari ini kamu berulang tahun?” pemilik iris biru laut itu menautkan kening. Saat ini ia sudah berdiri di samping pria rupawan yang sejak tadi sibuk bekerja.
“Aku yang telah mengizinkan mereka masuk ke Luccane The Palace.”
“Jadi, itu alasannya,” ucap Lucciane seraya tersenyum kecil. “Aku tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada kamu, Luccane. Lagipula kamu sudah memiliki segalanya.”
“Give me a kiss.” Luccane menjawab seraya merubah posisi duduknya, agar menghadap sang belahan jiwa. “Cukup satu ciuman.”
“Aku … tidak punya keberanian untuk itu,” kata Lucciane dengan tampang polos. Ia kemudian berkata lagi. “Aku hanya bisa memberikan ini.” Dengan gerakan cepat Lucciane merunduk, kemudian mendaratkan satu kecupan di pipi kiri raja vampir tersebut. “Hanya … sebatas itu,” katanya dengan gugup.
Luccane yang sempat dibuat terkejut langsung tersenyum tipis. “Kau ini benar-benar tidak bisa ditebak,” katanya. Ia kemudian dengan mudah menarik tubuh belahan jiwanya agar jatuh ke atas pangkuan.
“Luccane!”
“Yes, I’am.” Si empunya nama menjawab dengan senyum yang semakin tercipta dengan jelas di bibirnya.
“Lepaskan. Aku pasti berat.”
“Kau lebih ringan dari dugaan,” bantah Luccane. “Apa Marry tidak memberi belahan jiwa ku makan dengan baik?”
Lucciane mengerjapkan mata mendengarnya. Semenjak tinggal di Luccane The Palace, semua kebutuhannya selalu tercukupi. Ia juga tidak diperbolehkan bekerja, hanya sesekali diperbolehkan menyalurkan hobby lewat membuat kue. Marry juga selalu menyajikan menu makanan yang nikmat, lezat, serta bergizi. Semua makanan diolah dari bahan dan rempah yang segar, karena sebagian besar diambil dari kebun milik pribadi. Lucciane bahkan berpikir jika berat badannya telah naik beberapa kilogram, karena selama di sini ia tidak punya pekerjaan, dan kegiatannya hanya diisi dengan makan, membaca, serta berkeliling.
“Bagiku kau tetap sama,” sahut Luccane. “Seperti hari pertama kita bertemu.”
Lucciane sedikit tersipu mendengarnya. Selama ini ia tidak pernah punya banyak waktu untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. Namun, sekarang The God mengirimkan pasangan yang begitu sempurna untuknya. Luccane memborong semua jenis love language, mulai dari physical touch, words of affirmation, quality time, giving gifs, sampai acts of sevice. Semua love language itu tersampaikan lewat sentuhan fisik yang menunjukkan seberapa besar kasih sayang Luccane. Ia juga kerap memberikan apresiasi rasa dengan kata-kata sayang, menyempatkan waktu berkualitas untuk dihabiskan bersama Lucciane di sela-sela kesibukan, menyiapkan banyak hadiah untuk sang belahan jiwa, serta kerap menawarkan bantuan tanpa diminta.
Lucciane benar-benar merasa beruntung bisa bertemu dengan Luccane. Ah, mungkin mereka sama-sama beruntung dan berhutang terima kasih pada takdir yang telah digariskan pertemuan mereka berdua. Karena tanpa garis dan campur tangan takdir, mereka tidak akan pernah bisa bertemu apalagi bersatu.
“Para Lord vampir akan tinggal sementara di Luccane The Palace,” kata Luccane, memberitahu. “Rubah merah itu juga telah aku izinkan untuk tinggal di Luccane The Palace.”
Lucciane menatap Luccane dengan mata biru yang berbinar. Cantik sekali. “Aku senang sekali mendengarnya,” ucap Lucciane seraya tersenyum lebar.
Lucciane senang para Lord vampir selamat. Ia juga merasa senang Lucy telah kembali. Alasan terakhir yang membuatnya semakin senang adalah Luccane yang mulai berbaik hati pada para Lord vampir. Lucciane harap kedepannya hubungan mereka semakin membaik.
“Aku juga senang melihat mu seperti ini,” ucap Lucciane seraya mengeratkan rengkuhan pada pinggang ramping sang belahan jiwa. “Kau terlihat sangat cantik ketika tersenyum lepas.”
🦋🦋🦋
TBC
Semoga suka 😘
Jangan lupa mampir ke cerita temen Author yang dijamin seru 🤗
Tanggerang 14-03-23