
“Namun, entah bagaimana dengan nasib pemimpin kalian yang sedang bertarung melawan seorang raja vampir sekaligus sword master legendaris yang sudah lama tidak menarik pedang dari sarungnya.”
“Jaga bicaramu, vampir tua!”
Seruan dengan nada sarkas itu berasal dari si bungsu yang tidak terima dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Butler Luccane The Palace. Alih-alih takut, butler Luccane The Palace yang tampil dengan tailcoat suit hitam yang melekat pas di tubuh tinggi dan tegapnya itu malah menyunggingkan seulas seringai. Kalimat itu sama sekali tidak menakutkan baginya. Malah terdengar seperti gertakan belaka.
“Ah, kau mengingatkan vampir tua ini pada usia,” jawabnya. “Selama seribu lima ratus tahun aku berkelana di bumi, baru kali ini aku menemukan ras vampir murni yang seperti ini.”
Dibalas demikian, si bungsu yang memang memiliki kesabaran setipis tisu dibagi dua langsung mengeram marah. Ia bergerak makin dekat pada area sekat. “Apa maksud dari ucapanmu itu? kami adalah Lord vampir terakhir. Keberadaan kami sangatlah penting.”
Sebastian, butler di Luccane The Palace itu mengangguk sekali. Sekarang ia sudah berdiri dekat dengan para Lord vampir yang terkurung di balik jeruji besi berkarat yang membuat mereka tak berkutik. Jika dilihat-lihat, mereka sudah seperti burung malang di dalam sangkar. Tidak bisa berbuat apa-apa. Terkurung dalam kondisi lemah pula. Sungguh malang.
“Mahluk yang hebat itu bukan mengakui, tetapi diakui,” ucap Sebastian. “Dengan kemampuan seperti itu saja kalian sudah besar kepala. Bagaimana jadinya jika kelian punya kekuatan seperti raja vampir?”
“Memang apa hebatnya rajamu itu?” tantang Leon.
“Leon, sudah,” lerai Lomon. Jika tidak dilerai, si bungsu akan terus berkoar-koar dengan menggebu-gebu. Padahal kondisinya belum pulih sama sekali. “Jaga emosimu.”
“Vampir tua itu yang mulai duluan,” sengit Leon. “Dengar, Pak tua. Raja mu itu cuma jago di dalam kandang. Bagaimana jika dia bertarung di luar kandang?”
Sebastian tersenyum miring mendengarnya. “My Lord itu hebat dimana pun ia berada,” sahutnya. “Underworld pun pernah terguncang karena kehadirannya yang baru berusia 12 tahun.”
Leon terdiam mendengarnya. Lomon dan Luke yang diam-diam mendengarkan juga sepertinya terkejut, namun mereka handal dalam menyembunyikan keterkejutan. Mereka baru tahu fakta jika raja vampir yang saat ini sedang bertarung dengan kakak mereka pernah mengunjungi underworld. Bahkan pernah mengguncang underworld?!
Sebastian tidak bohong saat mengatakan jika underworld pernah terguncang karena kehadiran anak laki-laki berusia 12 tahun. Anak laki-laki hasil perkawinan antara ras vampir dan ras manusia itu tersesat ke sana, saat ia belum bisa mengontrol kekuatan serta kemampuan istimewa yang ia miliki, yaitu teleportasi. Untung saja Sebastian sigap. Ia langsung bergegas membawa tuan mudanya itu keluar dari underworld. Toh, saat itu posisinya sang tuan muda sampai underworld dalam kondisi setengah sadar. Tuan mudanya bahkan melupakan peristiwa tersebut. Jika berada dalam kondisi sandar, mungkin akan berbeda cerita.
Luccane memang sejak kecil ingin ke underworld untuk berjumpa dengan orang tuanya. Walaupun bisa, Sebastian tidak pernah mengijinkan. Kenapa? Karena underworld bukan tempat mahluk yang masih terikat dengan dunia. Di tambah lagi Luccane akan mengguncang underworld jika ia tidak berhasil bertemu kedua orang tuanya. Jadi, supaya semua itu tidak terjadi, Sebastian selalu mewanti-wanti.
Underworld atau World of dawn itu beda sekali dengan Land of dawn. Walaupun memiliki arti hampi sama, yaitu ‘dunia bawah’, tingkat bahaya kedua tempat tersebut sangat berbeda. Underworld atau World of dawn sudah tidak terkait dengan kehidupan duniawi. Sedangkan Land of dawn masih terkait dengan kehidupan duniawi. Walaupun di Land of dawn banyak ras mitologis dari yang berbahaya sampai bersahabat, tempat itu juga tergolong ‘berbahaya’ bagi ras manusia.
“Kalian tidak ada apa-apanya dengan raja vampir yang telah dipilih oleh takdir.” Sebastian kembali buka suara. Kali ini ia menyempatkan diri untuk menatap para Lord vampir itu satu per satu. “Dan kalian … dengan gegabah ingin menentang takdir?”
“Kami tidak menentang takdir, tetapi menjalankan tugas yang memang diberikan pada kami.” Kali ini Lomon yang menjawab.
Lord vampir dengan surai pirang itu tampak menatap Sebastian dengan seksama. “Jika di dalam tugas kami bertentangan dengan takdir, apa boleh buat. Titisan The Goddess sudah sepatutnya kami lindungi. Bahkan para Elder vampir telah memilih saudara tertua kami untuk menjadi pendamping titisan The Goddess.”
“Lucu sekali,” respon Sebastian. “Kalian ingin menentang takdir seperti peristiwa di masa lalu?”
“Itu bukan menentang, tetapi bentuk dari sebuah revolusi.” Kali ini Luke yang buka suara tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya bersandar. Tubuhnya terasa begitu remuk redam.
Sebastian merendahkan tubuh, condong ke arah para Lord vampir yang tersisa di muka bumi. Namun, sekarang lihat bagaimana menyedihkannya mereka.
“Dan kalian, adalah penghalang yang telah dipersiapkan takdir untuk mempersatukan raja vampir dengan titisan The Goddess. Bukan kah penghalang harus segera disingkirkan?”
“Kalau begitu segera singkirkan kami jika itu maumu!” seru Leon, emosi. Kedua tangannya refleks memegang bilah besi berkarat yang menjadi sekat di antara mereka. Tak berselang lama, pekik tertahan keluar dari mulutnya. “Ahk!”
“Leon, ada apa?” cemas saudaranya, yaitu Lomon. Luke juga terkejut dan cemas, namun untuk bergerak saja tubuhnya terlalu sukar.
“Besi berkarat itu …” lirih Leon yang sudah terduduk di atas lantai setelah berhasil melepaskan pegangan tangannya.
Di seberang ruang, Sebastian tampak tersenyum miring seraya melipat tangannya yang terbalut sarung tangan putih di depan dada. “Bukan sembarang besi berkarat,” ucapnya tiba-tiba. “Penghalang itu bukan dibuat dari sembarangan besi,” lanjutnya, lebih lengkap. “Tetapi besi yang dapat membuat mahluk immortal melemah.”
Bukan sembarang besi berkarat. Yes. Penjara yang digunakan Sebastian untuk mengurung para Lord vampir bukan lah penjara biasa. Besi yang digunakan untuk menjadi sekat bukan lah unsur kimia dengan simbol Fe yang diambil dari nama latin Ferrum dan bisa terkorosi oleh cairan hasil racikan beberapa jenis bahan kimia, melainkan besi yang istimewa. Besi itu diambil dari tempat yang sangat jauh jika ditempuh menggunakan perjalanan konvensional pada umumnya.
Sebelum Luccane hadir pun, penjara itu sudah ada. Dibuat dari besi yang istimewa dan dapat menyerap kekuatan mahluk immortal, sehingga mahluk tersebut akan lemah tak berdaya. Penjara itu digunakan untuk mengurung mahluk yang punya kekuatan mumpuni. Sekarang penjara itu digunakan untuk mengurung para Lord vampir, supaya mereka tidak bisa kabur. Bagaimana mereka bisa kabur, jika menyentuh jeruji besi nya saja sudah menghabiskan banyak tenaga.
“Nikmati waktu kalian di sini. Vampir tua ini harus pergi ke Castil Vamfield untuk melihat hasil akhir.”
“C-astil Vamfield?” beo Leon. Bukan cuma ia saja yang terkejut mendengarnya, Lomon dan Luke juga sepertinya terkejut mendengar tempat kelahiran mereka disebut-sebut.
“Hm. Jadi, kalian belum tahu jika pertarungan maut antara dua sword master dilakukan di tempat suci tersebut?”
“…”
“Tempat suci itu dipilih sebagai tempat peristirahatan terakhir para Lord vampir. Jadi, Raja vampir sedang berusaha mewujudkannya.”
🦋🦋🦋
TBC
NOTE : CERITA INI DIIKUTSERTAKAN DALAM EVENT PERCINTAAN NON HUMAN. MOHON DOA & DUKUNGANNYA 😘
Semoga suka 😘 Jangan lupa 👇
Tanggerang 14-02-23