
Hari ini, Erina dan Zaid benar-benar mengajak Raka ke Rumah Sakit. Tampak Raka terlihat bingung, terlebih ketika mengetahui bahwa juga wanita hamil yang mengantri untuk periksa.
"Banyak yang hamil kayak Mama yah?" tanya Raka kepada Mamanya.
"Iya, ini namanya Poli Kandungan, Kak Raka. Jadi, semua yang datang ke sini adalah ibu hamil yang ingin memeriksakan kandungannya," jawab Erina.
Raka tampak mengamati sekelilingnya. Sekarang dia baru tahu bahwa ada Rumah Sakit untuk ibu hamil. Usai itu, nama Mamanya dipanggil, karenanya Raka mengikuti Mama dan Papanya.
"Selamat sore, Dokter Indri," sapa Erina dan Zaid bersamaan.
"Sore. Wah, Raka ikutan yah?" tanya Dokter Indri.
"Ya, Dokter," balas Raka.
"Kakak Raka mau ketemu adik bayinya juga yah?"
"Iya, Dokter. Biar lihat adik bayinya waktu masih di kandungan Mamanya," balas Erina.
Kemudian Erina dipersilakan untuk naik ke brankar, kemudian ada perawat yang memberikan USG Gell di permukaan perut Erina. Sementara Raka mengintip-intip, dia ingin tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh Dokter.
"Nah, Pak Zaid dan Kakak Raka bisa melihat di monitor yah. Dokter tunjukkan adik bayinya Kakak Raka," kata Dokter Indri.
Kemudian di monitor tampak bayi yang telah bergerak seolah berenang-renang di dalam sana. Raka tertawa, lucu malahan melihat adik bayinya.
"Itu yah, Pa?" tanya Raka dengan jari telunjuknya menunjuk ke monitor.
"Iya, itu adik bayinya," balas Zaid.
"Di dalam perut, adiknya sudah bergerak-gerak ya, Pa. Lucu."
"Sekarang, usia kehamilan Bu Erina sudah 16 minggu yah. Selama 16 minggu perkembangannya, janin di dalam rahim akan mulai membentuk ekspresi wajah, dan sistem sarafnya akan tumbuh. Berat janin kira-kira mencapai 2 setengah ons, dan mungkin sesekali ibu sudah mulai merasakan gerakan janin. Sementara itu, ukuran janin ibu diperkirakan sudah sebesar buah alpukat dengan panjang badan dari kepala sampai kaki sekitar 12 sentimeter."
Raka yang turut mendengarkan bertanya lagi kepada Papanya."Bayinya kok kecil banget ya, Pa. Hanya seukuran alpukat, itu nanti kecil terus yah?"
"Nanti adik bayinya juga bertumbuh, Kak Raka," balas Papa Zaid.
Hingga akhirnya, Dokter Indri kembali memberikan penjelasan. "Lalu ini detak jantungnya yah ...."
Deg ... Deg ... Deg ....
Sungguh luar biasa bagi Erina bisa mendengarkan detak jantung bayinya. Ini memang bukan kehamilan pertama, tapi rasanya sungguh-sungguh luar biasa. Semuanya membuat Erina takjub. Wanita itu tersenyum perlahan.
"Wah, senang sekali saya, Dokter. Mendengarkan detak jantung bayi itu selalu istimewa rasanya," aku Erina.
"Benar Bu Erina. Tanda kalau kehidupan baru sudah tumbuh di sini. Baiklah kondisi janinnya baik yah. Jadi, nanti akan saya resepkan untuk. Vitamin dan untuk perkembangan otak bayi," balas Dokter Indri.
Sembari menunggu waktu Dokter Indri menuliskan resep, ada perawat yang membantu Erina merapikannya pakaiannya dan membersihkan sisa-sisa USG gell di perut Erina. Setelah itu, Erina duduk. Bersama Zaid dan Raka.
"Adiknya gerak-gerak ya, Ma?" tanya Raka.
"Benar Kak Raka. Nanti adiknya terus bertumbuh. Kak Raka seneng?" tanya Erina.
"Iya, seneng banget, Ma."
Ini bukan sekadar periksa rutin. Akan tetapi juga menjadi sarana mempersiapkan Raka menjadi seorang Kakak. Semoga Raka tahu bahwa adiknya yang masih di dalam perut Bundanya bertumbuh dan juga Raka juga siap menjadi seorang Kakak.