Rujuk Bersyarat

Rujuk Bersyarat
Membagi Kabar Baik


Zaid tentu merasa sangat senang ketika Erina mengatakan bahwa dirinya hamil. Bahkan istrinya itu mengatakannya dengan wajah penuh senyuman. Hal itu membuat Zaid menjadi terharu dan juga senang di saat yang bersamaan.


"Ini benar-benar kejutan yang indah, Sayang. Raka akan menjadi seorang Kakak," ucap Zaid dengan masih mempertahankan Erina di dalam pelukannya.


"Iya, Mas. Nanti kita beritahu Ayah dan Ibu yah," balasnya.


Zaid pun menganggukkan kepalanya. "Iya, tentu saja, Sayang ... kita bagikan kabar baik kepada Ayah, Ibu, dan Raka. Jangan lupa untuk menelpon Mama juga, Sayang," balas Zaid.


Kehamilan adalah hal yang baik dan wajib untuk diberitakan kepada orang tua, mertua, dan keluarga. Membagi kebahagiaan untuk keluarga besar. Selain itu, Raka juga pasti senang karena beberapa waktu lalu, Raka pernah meminta adik dan sekarang dia benar-benar akan mendapatkan adik seperti yang pernah dia minta.


"Mau turun sekarang? Ingin aku buatkan sarapan apa, Sayang?" tawar Zaid kepada Erina sekarang.


"Nasi goreng telor kayaknya enak deh, Mas," balas Erina.


Zaid tertawa perlahan. Pria itu menganggukkan kepalanya perlahan. "Baiklah, Nyonya ... aku yang buatkan Nasi Gorengnya," balas Zaid.


Setelah itu, Zaid dan Erina turun dari kamar dan juga sama-sama menuju ke dapur. Rupanya, Bu Lia sudah ada di dapur. Bahkan, aroma sambal yang dipadu dengan nasi, sudah tercium harumnya. Dari radius beberapa meter saja, Erina sudah bisa menebak bahwa yang dimasak Ibunya sekarang adalah Nasi Goreng.


"Pagi Ibu," sapa Zaid dan Erina bersamaan.


"Pagi, kalian pagi banget sudah bangun. Mau ngapain?" tanya Bu Lia.


"Zaid mau buatin Nasi Goreng untuk Erin, Bu," balas Zaid.


Mendengar jawaban Zaid, Bu Lia tersenyum. Namun, juga senang karena menantunya itu sangat cinta dan sangat sayang kepada putrinya. Sebagai seorang ibu, ketika putrinya diperlakukan dengan baik oleh suaminya sendiri rasanya tentu begitu senang rasanya.


"Kamu beruntung, Rin ... punya suami yang bahkan mau untuk terjun ke dapur dan memasak untuk kamu. Tidak banyak suami yang mau melakukannya," ucap Bu Lia.


"Iya, Bu," balas Erina.


Tidak berselang lama, Ayah Harja dan Raka juga turun dan duduk mengelilingi meja makan. Nasi Goreng Ayam dengan Telor ceplok sudah tersaji di setiap piring. Mereka siap untuk menikmati sarapan pagi.


Di kala semuanya sudah berkumpul, Erina pun ingin membagikan kabar baik kepada orang tuanya dan Raka.


"Ayah, Ibu, dan Raka ... sebelumnya ada yang ingin kami sampaikan," ucap Erina.


Sontak saja seluruh atensi teralihkan kepada Erina sekarang. Menunggu apa yang hendak disampaikan oleh Erina sekarang. Terutama Raka yang sudah terlihat begitu penasaran.


"Mama, mau bicara apa, Ma?" tanya Erina.


"Ibu, Ayah, dan Raka ... begini, Erina hamil. Rupanya kecurigaan Ibu kemarin benar, Erina sedang hamil," balasnya.


Ibu Lia dan Ayah Harja tersenyum lega. Sementara, Raka juga tentunya sangat senang. Kecurigaan mereka kemarin terjawab sudah.


"Alhamdulillah," balas Pak Harja dan Bu Lia bersamaan.


"Yeay! Mama hamil, Raka mau punya adik!"


Raka berteriak girang. Dia akhirnya dia akan menjadi kakak dan nanti dia akan memiliki adik.


"Dijaga baik-baik ya, Rin. Setelah Raka hampir 5 tahun, kalian dipercaya Allah untuk memiliki buah hati lagi. Anak kan juga anugerah dari Allah," balas Bu Lia.


Erina menganggukkan kepalanya. Tentu dia akan menjaga dengan baik. Terlebih dengan Zaid di sisinya dan juga dengan cintanya yang lebih besar dengan Zaid rasanya bisa menjaga dengan baik.