
"Siapa kau?" tanya kedua pemuda melihat seorang wanita cantik turun dari pohon.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku." jawab Xiao xia.
Namun sebelum kedua pemuda bertanya, ada sebuah rombongan berbaju perang datang menghampiri dan memberi hormat kepada Xiao xia. Xiao xia yang melihat mengerutkan keningnya tanda ia tidak mengenal.
"Hormat kepada yang mulia permaisuri." ucap semua nya serempak.
"Permaisuri." gumam kedua pemuda.
"Siapa kalian?" tanya Xiao Xia.
"Kami bawahan jenderal Choe permaisuri. Kami di perintahkan oleh beliau untuk mencari anda beberapa hari ini dan akhirnya kami dapat menemukan anda di sini." ucap seorang prajurit.
"Ayah? Apakah ayah tahu aku kembali lagi ke dunia ini? Tapi ini seperti tidak mungkin." gumam Xiao Xia.
"Yang mulia permaisuri, silahkan ikut kami kembali kekediaman jenderal." ucap salah satu prajurit.
"Tidak." tolak Xiao Xia dan itu membuat semua prajurit saling tatap bingung.
"Tapi permaisuri jenderal...." ucap salah seorang belum selesai bicara sudah di potong oleh Xiao xia.
"Aku menolak ikut kalian ke kediaman ayah. Jika ayah ingin bertemu dengan ku, temui aku di penginapan mawar putih di kekaisaran Xia. Sampaikan pesan ku ini pada nya." ucap Xiao xia menghilang meninggalkan semua orang.
Setelah Xiao Xia pergi, para prajurit utusan jenderal Choe kembali ke kediaman Jenderal untuk memberitahukan pesan Xiao xia.
Xiang dan jenderal Choe yang mendapat kabar bahwa Xiao Yun kembali lagi, mereka berdua sangat senang dan akhirnya mereka berdua pergi ke penginapan mawar putih untuk bertemu dengan Xiao Xia.
Dua hari berlalu, Xiao xia duduk santai sambil meminum teh nya sembari menunggu tamu yang hendak ingin bertemu dengan nya.
Tap....Tap....Tap....
Suara langkah mendekat ke arah nya. mendengar suara langkah, Xiao Xia mendongak melihat ke arah suara. Betapa senang saat melihat dua laki laki yang di rindukan oleh nya selama ini, ya dia adalah Ayah nya jenderal Choe dan kakak nya Xiang Yeong.
Dengan tersenyum, Xiao Xia berdiri dan berjalan menghampiri. Tepat di depan nya Xiao Xia tidak bergerak, diam menunggu ayah nya merentangkan tangan untuk memeluk nya.
Lama menunggu akhirnya apa yang di harapkan terkabul. Jenderal Choe merentangkan tangan agar Xiao Xia memeluk nya. Dengan cepat Xiao Xia langsung memeluk tubuh tinggi tegap ayah nya.
"Ayah juga merindukan mu putri ku." ucap Jenderal Choe mengelus Surai panjang Xiao Xia.
Xiang yang melihat hanya tersenyum, ia juga bahagia bisa melihat adiknya kembali.
Lama menunggu, Xiang sama sekali tidak mendapat giliran akhirnya ia kesal dan berdehem agar ia juga dapat bisa memeluk adiknya.
Ehemm.....
"Apakah Gege tidak akan mendapat pelukan dari mu?" ucap Xiang.
Xiao xia melepas pelukan nya dan berbalik melihat ke arah Xiang.
"Ah...Maafkan aku Gege." ucap Xiao xia beralih memeluk Xiang. " Xiao merindukan Gege." imbuhnya.
"Gege juga merindukan mu Meimei, sangat sangat merindukan mu." belai Xiang dengan penuh kasih sayang.
"Oh iya, ayo silahkan duduk ayah, Gege. Aku yakin pasti kalian lelah menempuh perjalanan jauh hanya untuk menemui ku." ucap Xiao xia setelah melepas pelukannya.
"Sejauh apapun itu bagi ayah tidak masalah, asalkan dapat bertemu kembali dengan mu putri ku." ucap Jenderal Choe.
Xiao Xia sungguh sangat bahagia, ternyata orang orang yang telah ia tinggal dulu masih mengingat dan menyayangi nya walaupun itu sudah puluhan tahun.
.
.
.
.
.
selamat membaca