Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 100


Para warga yang melihat perubahan alam sekitar menjadi takut. Sedangkan sepasang suami istri itu terus berkelahi tanpa melihat perubahan alam di sekitar mereka.


"Sayang." panggil Zhao.


"Berhenti memanggil ku sayang dengan mulut kotor mu itu." ucap Xiao xia marah terus menyerang kaisar Zhao.


"Dengar kan aku dulu sayang." ucap Kaisar Zhao.


Kaisar Zhao ingin menjelaskan tapi bukan nya Xiao Xia mendengar tapi malah mengeluarkan kekuatan nya dan di arahkan kepada kaisar Zhao.


Wuuuuussss......


Syuuuut......


Duuuuuar.....


Ledakan besar menghancurkan beberapa bangunan istana.


"Sial, dia benar benar sangat marah dan ingin membunuh ku. Sungguh wanita ku ini jika marah sangat sangat mengerikan." batin Kaisar Zhao bergidik ngeri melihat kebringasan Xiao Xia saat marah.


"Sayang, jangan keluarkan kekuatan mu. Kau bisa menghancurkan istana ini." ucap Kaisar Zhao.


"Apa! Kau menghawatirkan istana jelek mu ini dari pada membujuk ku agar bisa memaafkan mu." marah Xiao Xia dan makin bertambah marah


"Salah lagi, bukan kah dari tadi aku sudah membujuk nya dan meminta nya untuk mendengar penjelasan ku. Hah....wanita memang selalu benar dan tidak ingin salah." batin kaisar Zhao.


Mendengar kaisar Zhao yang malah memikirkan istananya. Xiao Xia akhirnya tak main main lagi. Ia terbang melayang di udara mengeluarkan kekuatan nya di kedua tangan nya, bola api putih besar keluar dengan kekuatan penuh. Zhao yang melihat menelan ludah, ia tahu kekuatan ini bisa menghancurkan istana serta rakyat nya.


Ia mencoba membujuk Xiao Xia agar menghentikan ini semua, tapi Xiao Xia tidak ingin mendengar penjelasan kaisar Zhao karena terlanjur marah.


.


.


.


Di Dunia Modern.


Pesta pernikahan Mayleen dan Edward yang semula damai tanpa rintangan. Tiba tiba angin berhembus kencang, langit bergemuruh, awan menjadi lebih hitam. Tak berselang lama petir menyambar bersamaan dengan kabut emas menyambar masuk kedalam gedung pernikahan dan menelan kedua mempelai beserta Tuan Hao.


Setelah itu ketiga orang itu hilang bagai di telan bumi, tak seorang pun mengetahui hilang nya mereka berdua karena semua nya seakan tidak melihat dan mengingat apa pun yang terjadi di tempat itu.


...🌴🌴🌴...


Xiao Xia siap melempar bola api putih hasil perubahan kekuatan nya selama ini ke arah Zhao. Fikirnya jika suami mati biarkan saja, jika dia menjadi janda ia tidak akan pusing. Toh masih cantik, pastinya masih banyak laki laki yang mau dengan nya.


Awok....Awok...


"Sayang jangan." teriak kaisar Zhao agar Xiao xia tidak melempar bola api putih itu. Namun terlambat Xiao xia dengan cepat melempar kan nya ke arah Zhao.


Wuuuuuus...


Syuuuuut.....


Tapi sebelum bola api putih itu sampai di tubuh Zhao. Sebuah gumpalan cahaya keluar menyilaukan semua mata, tak terkecuali Xiao Xia dan kaisar Zhao hingga mampu menghilangkan bola api putih yang di lempar Xiao Xia.


Gumpalan cahaya itu seperti cahaya yang sama, yang menelan Xiao Xia dan Mayleen saat habis melahirkan dan membawa nya ke Dunia Modern. Dan saat ini gumpalan cahaya itu kembali hadir dengan membawa 3 nyawa satu nyawa sama dan dua nyawa berbeda.


Perlahan cahaya yang menyilaukan mata itu meredup, Xiao Xia dan yang lain nya perlahan membuka mata, melihat apa yang membuat mata mereka teramat silau itu.


Di tengah altar berdirilah tiga manusia yang sedang bingung dengan wajah bodoh nya. Ya siapa lagi kalau bukan Mayleen, Edward dan Tuan Hao, bingung dengan keadaan sekitar.


Sedangkan semua mata yang menyaksikan bingung, melihat ketiga manusia yang berdiri di tengah altar. Bagaimana tidak, tiga manusia mengenakan pakaian aneh menurut mereka. Tuan Hao dan Edward dengan pakaian ber jas, sedangkan Mayleen dengan gaun putihnya.



Xiao Xia yang melihat Tiga orang yang di kenal nya dengan cepat langsung berlari menghampiri manusia yang masih bingung itu.


Greeeep.....


"Sayang." ucap Xiao Xia menarik tubuh Mayleen dari dekapan Edward dan membawa nya ke pelukan nya.


Mayleen belum sadar, ia masih bingung mencerna apa yang terjadi seakan otak nya benar benar lemot.


.


.


.


.


Selamat membaca