Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 48


Xiao Xia asyik menonton pertunjukan antara Suami nya dan Edward.


"Uuh....sungguh membosan kan karena tidak ada yang di makan." ucap Xiao Xia.


"Bunda." ucap Mayleen .


"Apa?" ucap Xioa Xia.


"kenapa bunda menikmati perkelahian itu." ucap Mayleen.


"Karena seru." ucap Xiao Xia.


"Seru?" ucap Mayleen bingung.


"Em...." Xiao Xia mengangguk.


"Sayang ayo semangat hajar dia sampai tidak bisa jalan." ucap Xiao Xia berteriak menyemangati Zhao.


"Apa!!! Bunda kenapa malah menyuruh ayah untuk menghajarnya." ucap Mayleen tidak percaya dengan bunda nya.


"Lah kenapa?. Kau itu diam saja, tonton saja pertunjukan Gratis ini, bunda sudah lama tidak melihat perkelahian, Hah....tapi ini sangat membosan kan tidak seru." ucap Xiao xia merasa bosan karena perkelahian sangat tidak seru baginya.


Zhao yang mendengar istri nya menyemangati nya untuk menghajar Edward, dengan sedikit serius Zhao menyerang Edward.


Syuuut.......Duuuuuar......


Edward mengarahkan bola api ke arah Zhao, namun Zhao dengan mudah menghindarinya.


"Hanya segitu kekuatan mu bajingan tengil." Zhao meremehkan.


"Sial, ini sangat sulit sekali, ternyata Ayah Mayleen juga sangat kuat. Alamat susah mencari restu ini." ucap Edward dalam hati.


"Apakah aku bisa mengalahkan nya, jika aku tidak bisa mengalahkan nya, pasti diri ku ini yang akan menjadi perkedel." ucap Edward.


"Baru sebentar ngerasain enak enak, eh sudah harus di hajar babak belur." ucap nya lagi dalam hati


Wuuuus......Zhao melesat dan Buuuuk... Zhao berhasil memegang Edward.


Uhuuuk.....Edward mengeluarkan darah di selam bibir nya dan kini menatap Zhao dengan tatapan yang sulit di artikan sambil menyeka sudut bibir nya sendiri.


"Keluarkan semua kekutan mu, jika tidak ingin kau mati mengenaskan di tangan ku" ucap Zhao.


"........." Edward diam masih menatap Zhao.


Sedangkan yang di tatap Membalas tatapan itu dengan mata tajam.


Melihat mereka berdua hanya diam saja dan tidak melanjutkan perkelahian mereka, Xiao Xia kembali berteriak.


"Hei....kenapa berhenti, aku belum puas menontonnya. Cepat lanjutkan aku akan memberi tepuk tangan untuk yang menang." ucap Xiao xia berteriak.


"Apa!!! apakah dia fikir kita sedang menunjukkan pertunjukan begitu untuk menghiburnya, Sial.. sungguh aku tidak mengerti dengan keluarga ini." ucap Edward dalam hati.


Wuuuus....Syuuut.


Buuk...Buuk...Buuk... Mereka saling mukul memukul agar bisa mengalahkan lawan nya.


Edward saat ini akan serius melawan Zhao. Dan kini Edward merubah diri nya ke bentuk Aslinya yaitu Vampir dengan mata merahnya


Zhao yang melihat hanya mengernyitkan alis nya melihat perubahan Edward.


"Oh...Sekarang kau akan bersungguh sungguh untuk mengalahkan ku. Baiklah aku akan meladeni mu." ucap Zhao tersenyum menyeringai.


Dengan santai Zhao meladeni Edward, perkelahian pun terjadi lagi, Namun kali ini lebih serius bagi Edward tapi tidak bagi Zhao, Bagi nya ia sedang bermain main dengan anak anak.


Wuuuss....


Edward mengeluarkan pedang nya dan menyerang Zhao. Zhao juga tak tinggal diam, ia juga mengeluarkan pedang nya dan kini pedang itu saling beradu.


Traaaang..... Traaaang...... Traaaang....


Syuuut....Syuuuut..... Duuuaar......Duuuuaaar.


"Lumayan, namun masih lemah." ucap Zhao.


"Apa!!!" ucap Edward mendengar Zhao menghina nya lemah.


Mayleen yang melihat perkelahian mereka sangat khawatir, ia tidak khawatir kepada Zhao karena menurut nya ayah nya tidak mungkin akan kalah, yang saat ini ia khawatirkan adalah Edward yang sudah kualahan menghadapi Zhao.


"Ayah berhenti, aku mohon " ucap Mayleen berteriak.


Zhao yang mendengar menoleh ke arah Mayleen yang nampak gelisah dan khawatir.


"Apakah dia sangat menghawatirkan nya, takut aku membunuh nya." ucap Zhao dalam hati sambil melihat ke arah Edward yang sudah kualahan menghadapi nya.


xCih.. menyebalkan." ucap Zhao pelan namun masih di dengar Edward.


Zhao mengibaskan tangannya dan Syuuut....Buuuuk...


Edward terpental jauh menabrak pohon.


Aaakkh.....Uhuuuk...Uhuuuuk.


Wuuuus ......Zhao menghilang dan berada di depan Edward.


"Kau beruntung bajingan tengil karena putri ku memohon. Sebenarnya aku ingin sekali membunuh mu saat ini, Tapi aku tidak ingin melihat putri ku membenci ku karena membunuh laki laki nya." ucap Zhao.


Melihat ayah nya tidak melanjutkan perkelahian nya Mayleen langsung turun dari pohon dan berlari menghampiri Edward.


"Apakah kamu tidak apa apa?." ucap Mayleen khawatir.


Xiao Xia juga menghampiri mereka.


Wuuuuuus...Xiao menghilang dan kini ada di samping Zhao memperhatikan Mayleen yang sangat menghawatirkan Edward.