
"Akhirnya bunda bisa bertemu kembali dengan mu." ucap Xiao xia masih memeluk Mayleen.
Zhao yang melihat langsung menghampiri dan hendak memeluk, tapi sebelum tangan itu memeluk dua wanita yang di cintai, suara penuh penekanan menghentikan nya.
"Jika kau berani menyentuh ku akan ku potong milik mu itu agar kau tak bisa merasakan nikmat nya lubang dunia." ancam Xiao Xia.
Gleeek.
Kaisar Zhao diam membeku mendengar ancaman Xiao xia. Ia jadi serba bingung, ingin memeluk namun di larang, ingin mendekat sudah mendapat pelototan. Akhirnya untuk membuang rasa kesal nya ia memerintah prajurit nya untuk membenahi bangunan yang hancur dalam waktu lima menit.
Para prajurit yang mendapat perintah hanya bisa pasrah dan menurut.
Sedangkan para tamu yang hadir harus bubar karena acara pernikahan di bubarkan oleh kaisar Zhao sendiri.
Tinggal rombongan jenderal Choe yang masih tetap berada di istana. Tuan Hao yang ikut berpindah tempat melihat sekeliling.
"Dimana ini? Dan tempat apa ini?" gumam tuan Hao.
Karena Zhao tidak di perbolehkan Xiao xia mendekat, kaisar Zhao beralih mendekat ke tuan Hao..
"Ayah, selamat datang di istana ku." sapa kaisar Zhao.
Merasa dirinya disapa, tuan Hao beralih menengok ke kaisar Zhao.
"Siapa kau? Kenapa kau memanggil ku ayah? Apa kau pikir aku ini ayah mu?" ucap tuan Hao
"Eh....Apakah ayah tidak mengenal ku?" tanya kaisar Zhao.
"Tidak." jawab tuan Hao singkat.
"Haih....Aku Zhao ayah, putra mu." ucap kaisar Zhao.
Beberapa orang yang mendengar menahan tawa, karena kaisar mereka yang terbilang tampan dan gagah di katakan jelek oleh seorang pria paruh baya secara terang terangan.
"Sial, kewibawaan ku rasanya sudah hancur lebur." batin kaisar Zhao.
Beberapa menit kemudian.
Mayleen dan yang lain nya baru paham dimana dia berada, yang ternyata berada di tempat zaman kala.
Acara pernikahan Zhao dan Chuxing untuk hari ini gagal dan akan di gantikan oleh Mayleen dan Edward besok. Chuxing tidak terima, dirinya yang sebentar lagi akan menjadi selir kekaisaran harus gagal, padahal hanya menunggu beberapa menit lagi ia akan sah menjadi selir. Jika tidak ada Xiao xia pasti sekarang diri ya sudah memiliki gelar selir itu. Fikirnya semua ini gara gara Xiao Xia.
"Dasar wanita sialan, jala*g, ini semua karena mu aku gagal menjadi selir." marah Chuxing di depan banyak prajurit.
"Putri ku sudah, diam. Kenapa kamu bicara seperti itu? Dia adalah permaisuri, jangan berani berani memprofokasi." ayah Chuxing memperingati.
"Aku tidak terima ayah, gara gara dia aku tidak jadi menikah dengan yang mulia." ucap Chuxing masih emosi.
Xiao Xia hanya melihat dengan malas mendengar semua itu. Sedangkan kaisar Zhao yang mendengar wanita tercinta nya dihina tidak terima. Dengan wajah dingin dan langkah tegap, kaisar zhao mendekati Chuxing.
"Ampun yang mulia, ampuni putri hamba yang mulia." mohon ayah Chuxing deng bersujud.
"Putri mu sungguh berani menghina permaisuri ku, hukuman apa yang pantas untuk nya?" kata Kaisar Zhao mencengkram dagu Chuxing
"Ya...yang mu...mulia, hamba mencintai an..anda." ucap Chuxing masih berani walaupun Zhao sudah dalam mode marah nya
"Cih, kamu pikir aku mencintai mu? sama sekali tidak, dan tidak akan pernah. Wanita satu satunya yang hanya ku inginkan adalah istri ku, permaisuri ku." ucap Kaisar Zhao.
"......" Chuxing kaget, selang beberapa detik ia bertanya. "Jika anda mencintai permaisuri kenapa anda akan menikah dengan saya?" tanya Chuxing.
"Itu hanya sesuatu yang tidak akan kau pahami dengan otak kecil mu itu. Jangan berharap terlalu tinggi Nona Chuxing, jadi lebih baik lupakan mimpi mu itu untuk menjadi selir ku, Karena sampai kapan pun aku hanya menginginkan permaisuri ku." ucap Kaisar Zhao melepas cengkraman nya dengan kasar hingga Chuxing terhuyung dan jatuh ke tanah.