Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 50


Akhirnya mau tidak mau Edward merebahkan tubuhnya di sofa.


"Huh..Ternyata pil itu memang sangat manjur, Tubuh ku terasa pulih dan kekuatan ku juga pulih." ucap Edward sendirian.


Karena waktu yang masih dini Edward mulai memejamkan matanya. Namun beberapa detik tiba tiba perut nya berasa di aduk aduk dan.


Preeet...preeet...Suara kentut Edward.


"Uuh....kenapa perut ku mulas sekali, sial." ucap Edward berlari ke belakang mencari kamar mandi.


"Dimana kamar mandi nya. Ucap Edward memegang perut nya yang semakin mulas.


Karena merasa sudah tidak tahan, ia menyenggol sesuatu di dapur.


Prang.....


"Kenapa juga ini jatuh..Aduh dimana sih kamar mandinya." Edward sibuk mencari.


Bibi yang mendengar ada suara benda yang pecah ia pun keluar dari kamar dan mencari dimana asal suara.


Mata bibi sekilas melihat orang yang seperti sibuk lari sana sini seperti mencari suatu tempat ia pun berbicara.


"Siapa disana?." ucap Bibi waspada takut kalau orang itu adalah pencuri.


Edward yang mendengar suara seseorang menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap bibi.


"Siapa kamu, kamu pasti maling ya?." ucap Bibi mengambil sapu yang ada di samping nya.


"Eh...bukan saya.... " ucap Edward


Belum sempat Edward menjawab sampai selesai, bibi dengan cepat melayangkan sapu ke arah tubuh Edward.


Buk..Buk..Buk...


"Dasar maling, bisa bisa nya kau maling di rumah tuan ku. Dan ya kenapa kamu maling harus ngumpet ngumpet dan diam diam, kenapa tidak minta izin dulu dasar maling tidak sopan, tidak tahu aturan dan bla..bla bla..." ucap Bibi masih setia memukul tubuh Edward dengan sapunya


.


Buk..Buk...


"Bi cukup berhenti, saya bukan maling." ucap Edward mencoba menghalau pukulan bibi dengan tangan nya dan dengan setia masih menahan perut nya yang sangat mulas.


"Mana ada maling ngaku... sudah tidak sopan masih tidak mau ngaku ya." ucap Bibi.


Buk...Buk...Buk...


Zhao dan Xiao xia yang seperti mendengar keributan dari lantai bawah akhirnya turun dan melihat apa yang membuat gaduh di dini hari ini.


"Ada apa ini?." tanya Xiao Xia kepada bibi yang memukuli Edward


Mendengar suara nyonya nya bibi langsung berhenti dan menghadap Xiao Xia.


"Maling. dimana?" ucap Xiao xia.


"Ini nyonya." ucap Bibi menunjuk Edward yang meringkuk menahan perutnya yang sakit.


"Apakah itu maling nya?" tanya Xiao Xia.


"Ya nyonya." ucap Xiao Xia.


"Seperti nya aku tidak asing dengan postur tubuh itu." ucap Zhao.


"Ini saya tuan, nyonya." ucap Edward mendongakkan wajah nya


Xiao xia dan Zhao yang mendengar suara tidak asing dan wajah tidak asing melotot tidak percaya, karena Edward saat ini sungguh sangat menyedihkan.


"Ada apa dengan mu?" ucap Zhao menahan tawa.


"Apakah nyonya dan tuan mengenal nya?" tanya Bibi.


"Em, bisa di bilang ia dan bisa di bilang tidak." ucap Xiao Xia.


Bibi yang mendengar bingung dengan ucapan nyonya nya.


"Apakah anda senang melihat saya seperti ini." ucap Edward.


Dan.


Preeet...Preeet...


Ketiga orang yang ada di situ melongo mendengar suara aneh dari tubuh Edward.


Dan.


"Uuh.....sungguh bau sekali." ucap Xiao Xia dan Zhao menutup hidung sambil saling lirik menyeringai.


"Sial, Aku sungguh malu sekali. Apa kata orang, seorang CEO muda yang terbilang sukses memiliki kentut yang sangat bau. Seharusnya kan tidak seperti ini. Biasanya aja juga sangat wangi seperti parfum limited." ucap Edward dalam hati


Mendengar suara aneh itu bibi bisa menyimpulkan kalau tuan yang tadi ia pukuli mungkin sedang sakit perut.


"Apakah anda sedang sakit perut Tuan?" ucap Bibi.


"Sudah tahu nanya, cepat dimana kamar mandi nya." ucap Edward kesal bercampur malu.


Bibi pun menunjukkan dimana kamar mandi yang terletak di belakang.


Sungguh sial sekali Edward.


Mungkin semua itu kerjaan Xiao Xia dan Zhao yang jahil ingin menghukum Edward.