Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 49


Zhao dan Xiao Xia saling lirik melihat Mayleen yang sangat khawatir dengan keadaan Edward.


"Ayah, kenapa ayah membuatnya sampai seperti ini?" ucap Mayleen menatap Zhao.


"Itu memang yang pantas ia dapat kan." ucap Zhao enteng.


"Ayah, bukan kah bisa bicara baik baik, aku tahu kami salah, tapi juga tidak harus dengan kekerasan kan." ucap Mayleen.


Edward yang mendengar Mayleen membelanya tersenyum menyeringai. Sedangkan Zhao yang melihat seringai Edward kesal dan menatap tajam Edward.


Dalam pandangan Zhao Edward seperti mengatakan.


"Lihatlah, putri mu membela ku kan dan dia akan membenci mu."


"Dasar bajingan tengik lihat saja apa yang akan ku lakukan he..he..he..." ucap Zhao dalam hati.


"Senyum itu, kenapa aku merasa dia akan melakukan sesuatu kepada ku." ucap Edward dalam hati.


"Sayang bukan maksud ayah membuat nya seperti itu, ayah hanya reflek saja menghajarnya karena melihat putri semata wayang ayah di lecehkan." ucap Zhao.


"Hei kenapa kamu bilang seperti itu, seolah aku yang memaksa putri mu, kami ini saling menikmati, jadi jangan hanya salah kan aku saja." ucap Edward dalam hati.


Mendengar kata 'di lecehkan' Wajah Mayleen merona mengingat apa yang ia lakukan kepada Edward.


"Tapi tidak dengan begitu juga ayah." bela Mayleen.


"Kau masih membela nya." ucap Zhao.


"Em....." Mayleen bingung mau menjawab apa.


"Kalian itu salah jadi tetap salah. Oleh sebab itu kami akan memberikan hukuman kepada kalian." ucap Xiao Xia


"Apa!!, hukuman?" ucap Edward dan Mayleen bersamaan.


"Ya." ucap Zhao menyeringai.


"Sial, dia pasti merencanakan sesuatu." ucap Edward dalam hati.


"Ambillah ini." ucap Xiao xia melempar sebuah pil.


"Pil?." ucap Edward.


"Ya....Minumlah, itu akan membuat tubuh mu kembali pulih." ucap Xiao xia tersenyum kecil


"........" Edward diam masih ragu untuk meminum pil yang di berikan Xiao Xia.


"Ayo minumlah." ucap Xiao Xia dan Zhao bersamaan.


"Kenapa aku merasa kedua orang itu sedang merencanakan sesuatu kepada ku." ucap Edward dalam hati menatap Zhao dan Xiao bergantian.


Melihat Edward yang tidak lekas meminum Pil pemberian bunda nya, Mayleen akhirnya angkat bicara.


"Kenapa tidak kau minum." ucap Mayleen dengan tatapan tajam.


"Eh ...." Edward beralih menatap Mayleen, dan di lihat nya wajah Mayleen yang menurutnya sangat mengerikan.


"Kenapa aku merasa ada di pinggir jurang kematian yang kapan saja siap terjatuh ke dalam jurang itu." ucap Edward dalam hati.


Dengan terpaksa Edward dengan pelan memasukkan pil itu kedalam mulutnya dan.


Melihat pil itu sudah masuk kedalam perut Edward ketiga orang yang sedang ada di depan nya langsung tersenyum puas.


"Bagus....bagus..." ucap Zhao senang begitupun Xiao Xia dan Mayleen.


"Semoga saja aku tidak mati, Aaaaa...aku belum nikah dan merasakan nya surga dunia, sungguh malang sekali nasib ku ini." ucap Edward dalam hati dengan wajah yang sangat kacau.


Entah sebenarnya apa rencana dari ketiga orang itu, hanya mereka bertiga yang tahu


"Sekarang kita harus kembali." ucap Xiao Xia,


Ia menjentikkan jarinya dan mereka ber empat menghilang dari tempat itu.


Wuuuus....


Kini mereka berada di kediaaman Zhao.


"Pergilah ke kamar mu." ucap Zhao kepada Mayleen


"Baik ayah." ucap Mayleen dan ia pun pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Sayang kita juga harus beristirahat." ucap Xiao Xia.


"Baik sayang." ucap Zhao mencium kening Xiao xia.


"Tunggu." ucap Edward


"Apa?." ucap Zhao dingin.


"Bagaimana dengan ku?" tanya Edward.


"Terserah dirimu." ucap Zhao.


"Dimana kamar ku?" tanya Edward


"Apakah kau punya kamar di rumah ini?" tanya Zhao


"Tidak." ucap Edward.


"Kalau tidak silahkan tidur di luar saja." ucap Zhao


"Apa, bagaimana bisa anda menyuruhku tidur di luar." ucap Edward.


"Bukan kan ini rumah ku jadi suka suka aku dan terserah diri ku." ucap Zhao


"........." Edward diam.


"Ayo sayang kita ke kamar, biarkan bajingan kecil itu." ucap Zhao memeluk pinggang Xiao Xia dengan posesif


"Cih ..sungguh menyebalkan. Ah...bagaimana jika aku menyusul Mayleen saja." gumam Edward pelan.


"Jika kau berani masuk kekamar putri ku bersiaplah kau akan kehilangan adik kecil mu itu." ancam Xiao Xia.


Mendengar kata adik, Edward langsung membekap miliknya dengan tangan nya.


"Sial, wanita itu juga sama seperti iblis." ucap Edward dalam hati