Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 102


"Penggal seluruh keluarganya karena dengan lancang dan berani menghina keluarga kekaisaran," perintah Zhao dengan lantang


"Baik yang mulia," jawab Feng patuh menjalankan perintah tuannya.


Chuxing dan Mentri keuangan syok mendengar perintah itu. Dengan memohon, keluarga Mentri keuangan bersujud memohon ampunan pada Kaisar agar mencabut kembali perintah nya. Sedangkan Chuxing merasa menyesal mengingat perkataan yang ia lontarkan kepada Permaisuri Xiao Xia. Namun penyesalan itu tidak ada gunanya, karena nasi sudah menjadi bubur, semua usaha permohonan atau meminta ampun sudah tidak ada artinya.


Kaisar Zhao melakukan itu semua sebenar nya ada alasan. Selain memang ingin memberi hukuman kepada keluarga Mentri keuangan yang sudah melakukan penggelapan uang, ia juga memiliki niat agar keluarga itu mati atas kejahatan yang selalu mereka lakukan, karena terus semena-mena terhadap rakyat.


Dan niatnya untuk menikahi Nona Chuxing sebenarnya semua hanya akal-akalan nya saja agar dirinya bisa memprovokasi Xiao Xia dan menciptakan aura kemarahan dari permaisuri nya itu


Sebelum melakukan itu Kaisar Zhao mendapat sebuah wangsit yang di harus kan memancing aura besar yang dapat menimbulkan perubahan alam agar bisa menghadirkan orang yang mereka sayangi dari dunia lain. Oleh sebab itu dengan terpaksa ia melakukan drama itu agar apa yang di inginkan terwujud walaupun istri nya harus marah dan membenci nya.


Hari ini juga keluarga Mentri keuangan siap untuk di penggal kepala nya, karena memnag itulah yang harus mereka terima.


.


.


Keesokan hari nya.


Sesuai dengan rencana acara pernikahan dilanjutkan dengan mempelai pengantin lain. Para warga berbondong-bondong ingin menyaksikan pernikahan sakral itu, yang tak lain putri semata wayang milik kaisar dan permaisuri, atau bisa di sebut Putri milik Ratu dan Raja.


Banyak warna yang antusias ingin menyaksikan pernikahan itu. Sedangkan Xiao Xia dan Kaisar Zhao juga sudah siap mengantarkan Putri semata wayangnya menuju Altar pernikahan dimana Edward berada.


Dengan senyum manisnya Mayleen mengandeng lengan ayah serta ibunda nya. Sedangkan Edward yang sudah berdiri di tengah Altar tersenyum menyambut mempelai wanita dengan wajah tampan nya dengan di dampingi oleh Tuan Hao.



Xiao xia dengan pakaian permaisuri nya.



Kaisar Zhao dengan pakaian kaisar nya.



Edward dan Mayleen dengan pakaian pengantin nya.


Acara yang di tunggu-tunggu pun tiba. Dengan langkah pelan dan pasti, Mayleen di antar ke tengah Altar. Sesampai nya, Kaisar Zhao menyerahkan putri nya kepada Tuan Hao. Dan Mayleen pun berdiri tepat di depan Edward.


Acara pun di mulai.


Langkah demi langkah ritual pernikahan telah mereka berdua lakukan hingga selesai. Dan kini mereka berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri dengan di saksikan langit dan bumi.



Malam hari, tepat nya untuk kedua pengantin. Mayleen dan Edward sudah berada di kamar dan mereka pun akan melakukan ritual malam pengantin dengan bahagia.




Sedangkan di kamar kaisar.


Zhao kini sedang merayu istrinya yang sedang marah karena ulahnya yang ingin mengambil selir tanpa seizinnya.


"Sayang, jangan marah ya. Aku kan sudah meminta maaf dan sudah menjelaskan semua kemaren. Kamu kan tahu semua itu hanya siasat ku agar Mayleen bisa datang kesini. Aku mohon jangan marah ya," mohon Kaisar Zhao bersimpuh di depan Xiao Xia yang duduk di ranjang dengan wajah memelas nya.


"Tapi, apakah segitu nya Samapi kau tidak mengatakan kepada ku? Dan apa-apaan kau itu yang sama sekali tidak mencari ku walau kau tahu aku ada di sekitar mu," ucap Xiao xia marah sambil bersedekap dada, tidak sudi menatap wajah melas suaminya.


"Aku lupa," jawab Kaisar Zhao bodoh dengan menggaruk pelipisnya.


"Kalau begitu aku juga lupa memiliki suami seperti mu," ucap Xiao xia tak kalah


"Tidak! Kamu tidak boleh lupa bahwa kamu memiliki suami tampan seperti ku. Aku tidak mengizinkannya," ucap Kaisar Zhao dengan masih melasnya "Sayang jangan marahnya. Aku mencintai, sangat-sangat mencintai mu. Sayang aku ingin seperti putri kita. Bolehkah aku melakukan malam pertama dengan mu seperti mereka?" tanya Kaisar Zhao berharap dengan mereka saling bersatu, kemarahan permaisuri nya akan reda.


Xiao Xia yang mendengar menatap wajah yang ada di depannya. "Kau ingin melakukan malam pertama?" tanya Xiao Xia dengan mata menyipit.


"Em." angguknya dengan cepat.


"Silahkan saja dan pergilah cari wanita perawan sana, aku tidak akan melarang mu. Tapi ingat jangan pulang dan jangan harap kamu akan bertemu dengan ku lagi," usienya membuang muka.


Mendengar itu Kaisar Zhao gelagapan, pikirnya apa-apaan permaisurinya itu. Bagaimana bisa dia begitu mudahnya mengusirnya dan mencari wanita lain. Tidak, dia tidak akan melakukannya. "Tidak! Aku tidak mau. Aku hanya ingin dengan mu dan hanya ingin milik mu."


"Tapi aku malas. Lagian milik ku sudah seperti jalan tol tidak ada pembatas. Aku yakin kamu pasti ingin merasakan sesuatu yang seperti jalan berbatu, ada rasa yang membuat mu tertantang,"


"Kata siapa? Aku lebih suka yang seperti jalan tol. Walaupun terasa mulus tapi bagi ku itu lebih baik dari pada jalan berbatu yang susah di lewati. Aku tetap memilih mu dan hanya mau milik mu," ucap Kaisar Zhao langsung menyerang tanpa meminta persetujuan Xiao Xia lagi, alias sudah tidak tahan.


Dan malam panjang pun mereka lakukan dengan bermandikan keringat.



Kaisar Zhao dan Xiao Xia.


.


.


.


Selamat membaca