
Sedangkan di rumah sakit lainnya, juga tak kalah kacau nya dengan rumah sakit Xiao xia bekerja. Banyak bayi bayi yang baru lahir tiba tiba menghilang tanpa tahu penyebabnya.
Sedangkan di sebuah kastil, raja Ramon berjalan di sekitar bayi bayi itu melihat dan menghitung jumlah bayi yang berhasil di culik oleh anak buah nya.
"Em...seperti nya hanya kurang satu bayi lagi." ucap raja Ramon.
Lion yang mengikuti ayah nya hanya diam. Namun dalam hati dan fikiran nya ia selalu bertanya tanya untuk apa ayahnya mengumpulkan banyak bayi.
Karena sangat penasaran akhirnya Lion memberanikan diri bertanya kepada ayahnya.
"Ayah, sebenarnya buat apa bayi bayi ini?" tanya Lion.
"Untuk membangunkan kakak mu." ucap raja Ramon.
"Kakak?, apakah aku memiliki saudara selain Edward?" tanya Lion.
"Ya, dia adalah kakak mu dari permaisuri terdahulu." ucap raja Ramon
"Permaisuri terdahulu?, maksud ayah apakah ayah memiliki seorang permaisuri sebelum ibu?" tanya Lion semakin penasaran.
"Ya.....Dia adalah ratu corin. Ratu corin dan ayah memiliki satu putra yaitu kakak mu. Sedangkan kau dan Edward adalah putra ku dari selir. Ibu mu adalah selir ku sebelum ratu corin tiada. Setelah ratu corin meninggal aku mengangkat ibu mu menjadi permaisuri. Ayah tidak pernah bercerita tentang semua itu kepada kalian. Setelah kamu mengetahui, ayah harap kalian bisa saling menyayangi." ucap raja Ramon.
Lion diam hanyut dalam fikiran nya.
"Ternyata aku mempunyai saudara, dan ternyata aku dan Edward hanyalah anak dari selir. Bukan kah berarti kakak yang di katakan ayah adalah calon raja selanjutnya." ucap Lion dalam hati.
"Lalu di mana kakak sekarang?" tanya Lion..
"Kakak mu sekarang sedang tidur panjang." ucap raja Ramon.
"Tidur panjang.....?" Lion mengernyitkan alisnya tanda tak mengerti maksud ayah nya.
"Apakah maksud ayah, kakak mengalami tidur panjang yang tidak akan pernah bangun?" ucap Lion.
"Yah, Namun saat ini berbeda. Dia akan bangun dan berada di samping kita." ucap raja Ramon.
"Dia akan bangun setelah bayi ini genap 100." ucap raja Ramon.
".........." Lion diam berfikir.
"Apakah ayah akan mengorbankan bayi bayi ini jika semua nya sudah genap 100." ucap Lion dalam hati.
"Apa yang kamu pikirkan benar, setelah semua nya genap 100, bayi bayi ini akan ayah korban kan untuk kakak mu. Dan setelah itu dia akan bangun dari tidur panjang nya. Namun semua itu tidak akan sempurna jika tidak ada nya darah pemilik tanda bintang. Kekuatan nya akan lama pulih, Namun jika kita berhasil mengambil darah Gadis itu walaupun setetes maka tak di ragunan lagi, Kekuatan kakak mu akan pulih dan kita akan menjadi ras terkuat di dunia ini Ha ...Ha. ... Ha....." ucap raja Ramon bahagia.
Lion hanya menganggukkan kepalanya sudah mengerti, Namun saat ini yang membuat ia penasaran adalah seperti apa wajah Kakak nya itu.
Seorang bawahan masuk sambil membawa satu bayi yang masih merah dan setelah itu memberi hormat kepada raja Ramon dan Lion.
"Hormat hamba yang mulia."
"Ya, aku terima. Bangunlah." perintah raja Ramon.
Bawahan itu pun bangun dan menunjukan bayi yang di dapatkan nya.
"Saya berhasil membawa satu bayi sesuai perintah anda yang mulia." ucap Bawahan itu.
"Bagus bagus, Akhirnya semua nya berjalan dengan lancar. Nanti malam tepat nya tengah malam kumpul kan para penjaga, jaga di sekitar altar karena aku akan melakukan sebuah ritual, ku perintahkan jangan sampai ada penyusup atau pengganggu nanti. Siapa pun yang ingin menemui ku halangi saja." ucap raja Ramon.
"Baik yang mulia." ucap bawahan.
Setelah itu pengawal maju menyerahkan bayi itu ke tangan raja. Raja mengambil dengan senang, ia memejamkan mata karena mencium bau darah segar dari bayi yang ada di gendongan nya.
"Bau nya sungguh harum." ucap raja Ramon
"Kalau begitu Saya pamit undur diri yang mulia." ucap bawahan.
"Ya pergilah." ucap raja Ramon.