Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 53


Perintah raja Ramon


Satu jam berlalu akhirnya Luis membuka mata.


"Uuuh..." lenguh Pangeran Luis.


Mendengar suara Luis, raja Ramon dan Jen langsung menghampiri Luis yang masih di ranjang.


"Kau sudah sadar?" tanya raja Ramon.


"Ayah, apa yang terjadi dengan ku?" tanya pangeran Luis memegang dada nya.


"Pangeran sebaiknya anda meminum pil ini terlebih dahulu agar sakit anda sedikit berkurang." ucap Jen mengambilkan pil dan menyerahkan kepada pangeran Luis dan juga menyerahkan segelas air.


Gleek...Pangeran Luis dengan cepat meminum pil pemberian Jen.


Pangeran Luis memejamkan mata nya memulihkan luka nya, Namun karena cukup parah, obat pemberian Jen hanya mengurangi rasa sakit nya.


"Apakah sekarang sudah lebih baik?" tanya raja Ramon.


"Yah ayah, sudah lebih baik. Namun masih sangat sakit, seperti nya luka dalam ku sangat parah." ucap Pangeran Luis.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mu, kenapa bisa seperti ini. Bisakah kau ceritakan kepada ayah." ucap raja Ramon.


"Tentu ayah." ucap Pangeran Luis menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur nya.


Luis pun dengan pelan menceritakan apa yang ia alami, di mulai ia mengetahui wanita milik Edward yang tak lain pemilik tanda bintang, dan penculikan serta perkelahian nya dengan wanita yang memilik tanda bintang itu.


"Jadi wanita yang memilik tanda bintang itu memiliki kemampuan yang sangat kuat begitu?" ucap raja Ramon.


"Benar Ayah, aku juga tidak menyangka jika wanita itu memiliki kekuatan yang besar. sepertinya kita akan sangat susah menangkap nya." ucap Pangeran Luis.


"Benar ayah." ucap pangeran Luis.


"Lalu dimana adik mu, apakah dia bersama wanita itu?" tanya raja Ramon.


"Saat aku menangkap wanita itu Edward tidak ada bersama nya, namun mungkin saat ini ia ada bersama nya." ucap Pangeran Luis...


"Sepertinya kita tidak bisa mengharapkan adik mu lagi, karena pasti ia akan melindungi wanita itu." ucap raja Ramon.


"Em." Pangeran Luis mengangguk.


. . . . . . . . . .


Hari hari pun berlalu dan bulan pun berlalu. Saat ini raja Ramon sedang ada di sebuah kamar tersembunyi yang ada di ruang bawah tanah, ia sedang mengelus rambut seorang pemuda yang berbaring di sebuah peti dengan mata terpejam nya.


"Bersabarlah, aku pasti bisa mendapatkan pemilik tanda bintang itu agar bisa membangunkan mu." ucap raja Ramon sendirian.


"Jika pun aku tidak bisa menangkap wanita itu, aku akan mengorbankan darah bayi suci untuk mu, agar kau cepat bangun." ucap nya lagi.


Raja Ramon pun pergi meninggalkan pemuda yang berbaring di dalam peti. ia mengunci pintu itu dengan simbol rumit agar tidak ada yang bisa masuk kedalam ruangan itu.


Raja Ramon kembali ke kastil nya dan mengumpulkan semua bawahan nya untuk menghadap nya.


Setelah semua nya berkumpul, raja Ramon pun mengumumkan kepada semua bawahan nya untuk mencari dan membawa bayi suci yang baru lahir dan untuk di serahkan kepada nya.


Semua anak buah atau bawahan nya hanya diam mendengar perintah dari raja nya, mereka tidak bisa membantah atau pun menolak. Dan di haruskan mematuhi perintah itu.


Mau tidak mau semua nya mematuhi, walaupun dalam benak mereka berfikir tentang untuk apa bayi bayi itu nantinya