Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 71


"Aku menyerah." teriak Naga.


Namun nasib tidak berpihak padanya, tebasan pedang api tetap mengarah padanya.


Sreeet......Sreeeet...


Goooooarrr.......


"Dasar gadis gila, bukan kah aku sudah bilang menyerah. Kenapa kau masih menyerang ku?" ucap Naga menahan sakit karena tubuh nya terluka parah.


"Ups.....Sorry, aku tidak dengar." ucap Mayleen menutup mulut nya dengan tangan cantiknya dan tanpa merasa bersalah.


"Apakah telinga mu tuli? Bukan kah suara ku sangat keras, sampai sampai bisa menghancurkan gunung?" ucap Naga kesal melihat tingkah Mayleen yang sok cantik.


"Aku tidak sengaja, karena tangan ku kepelesel dan susah di hentikan." ucap Mayleen terkekeh.


"........" Naga mendengus sebal mendengar alasan Mayleen.


"Jadi, apakah kau sekarang mengaku kalah?" tanya Phoenix.


"Ya, tidak ada cara lain. Dari pada aku menjadi daging panggang wanita gila tadi (Xiao Xia)." ucap Naga lirih.


"Bagus lah. Nona Mayleen lakukan lah kontrak dengan nya agar anda bisa menjadi tuan dari Naga jelek itu." ucap Phoenix.


"Hei, kau menghina ku jelek. Apa mata mu ini sudah rabun sehingga kau tidak bisa melihat ketampanan yang agung ini?" kesal Naga mendengar Phoenix menghinanya.


"Kau itu memang jelek. Lihat lah, disini akulah yang paling tampan. Bulu bulu ku sangat indah memancarkan cahaya yang menyilaukan hingga mampu membakar pepohonan." ucap Phoenix ngelantur.


"Cih, begitu saja bangga hanya bisa membakar pepohonan." ledek Naga.


"Hei...Kau...." ucap Phoenix belum selesai.


Namun suara yang membuat mereka berdua bergidik ngeri memperingati.


"Ayo lanjutkan omong kosong kalian, aku akan mendengar nya dengan senang hati. Namun jika telinga ku ini bermasalah, bersiap lah aku akan membuat daging kalian untuk ku makan agar kekutan ku menjadi lebih besar." suara Xioa Xia menggema di tempat itu.


"Tidaaaaak........" terik mereka berdua kompak.


Sedangkan Mayleen hanya menggeleng kan kepala nya. Sebenarnya ia bertanya tanya tentang seberapa kuat nya bunda nya ini sehingga dua hewan yang ada di depan nya takut.


Setelah itu Mayleen melakukan kontrak dengan Naga dan setelah berhasil, kini Mayleen sudah resmi menjadi tuan Naga.


"Sungguh sial sekali nasib ku memiliki tuan yang lemah. Kenapa tuan ku tidak wanita tadi, kenapa malah anak nya." ucap Naga dalam hati sedikit sedih.


"Apakah kau sedih karena tidak menjadi hewan kontrak tuan ku?" tanya Phoenix melalui telepati


"Ya." jawab Naga jujur.


"Tenang lah. Tuan mu ini nanti nya juga akan menjadi kuat seiring berjalan nya waktu, karena dia adalah anak dari dua orang hebat." ucap Phoenix menghibur. " Apalagi kau tahu? Anak ini juga memiliki tanda bintang yang tidak di miliki manusia lainnya. Jadi tugas mu adalah menjaga nya dan kuat bersama, agar kalian bisa menghadapi sesuatu yang terjadi di masa depan." imbuh nya lagi.


"Tanda bintang? Em....seperti tak buruk juga memiliki tuan ini." ucap Naga.


Setelah berhasil menjadikan Naga sebagai hewan kontrak nya. Mayleen menghilang dari tempat itu.


Di dunia nyata.


Mata Mayleen bergerak. Edward, Xiao Xia dan Zhao yang ada di kamar putri nya melihat dengan serius.


Perlahan mata cantik Mayleen terbuka. Hal pertama yang di lihat nya adalah wajah tampan milik Edward.


"Kau sudah sadar sayang?" ucap Edward menggenggam tangan Mayleen.


"Em....." Mayleen mengangguk dan mencoba untuk duduk.


Edward dengan perlahan membantu Mayleen agar bisa bersandar.


"Kau berhasil putri ku." ucap Xiao xia.


"Semua ini atas bantuan Bunda, terimakasih bunda." ucap Mayleen.


"Baiklah bunda akan keluar, istirahatlah karena ini masih malam." ucap Xiao Xia. "Ayo sayang kita ke kamar, aku sungguh lelah ingin istirahat." Ajak Xiao menarik Zhao.


"Kau, awas kau. Jika kau berani menyentuh putri ku, aku tidak akan segan memotong adik kecil mu itu." ancam Zhao sambil menunjuk Edward.


Edward yang merasa adik nya dalam bahaya langsung menutupi nya dengan tangan nya.


"Jika anda memotong nya, anda tidak akan memiliki cucu suatu hari nanti." balas Edward.


"Kau....." ucap Zhao geram karena Edward membalas ucapan nya. Sungguh konyol bukan.


"Sudah ayo, kalian ini setiap kali bertemu pasti ribut." ucap Xiao Xia menarik tangan Zhao keluar.


"Ingat, jangan macam macam dengan putri ku." teriak Zhao sambil keluar dari kamar Mayleen.