Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 11


Pagi hari nya.


Mayleen membuka matanya di lihatnya kedua orang tuanya tidur berpelukan. Mayleen turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lelah.


Mayleen selalu tidak mengingat tentang malam bulan purnama, Ia hanya akan merasakan lelah dan sakit di tubuhnya di pagi hari.


Setelah selesai dan berganti pakaian sekolah, Mayleen pergi kedapur menyiapkan roti dan susu untuk dirinya dan orang tuanya.


Saat masih menyiapkan sarapan pagi, Mayleen mendengar suara yang menyapanya.


"Selamat pagi sayang." ucap zhao mencium kening putrinya.


"Pagi A...ayah." ucap Mayleen terbata.


Apa bunda sudah bangun?" tanya Mayleen


"Sudah, Bunda mu sedang mandi. Apa hari ini kamu sekolah?" tanya Zhao.


"Iya yah, Ayah mau pake selai apa?" ucap Mayleen menawarkan.


"Cokelat saja." ucap Zhao .


Zhao menghubungi Nifeng untuk menjemputnya .


"Pagi sayang." ucap xiao xia memberikan kecupan di pipi zhao dan Mayleen.


"Pagi bunda, Mayleen sudah siap kan sarapan untuk bunda." ucap Mayleen menyerahkan susu dan Roti.


"Terimakasih sayang. Hari ini sekolah bunda antar ya." ucap Xiao xia.


"Tidak usah bunda, May naik motor saja." ucap Mayleen


"Bukan kah motor mu rusak.?" ucap xiao xia.


"Iya ya May lupa." ucap Mayleen.


"Kalian bareng dengan ku saja sebentar lagi Nifeng datang." ucp Zhao.


"Apa kamu tidak akan terlambat bekerja jika harus mengantarkan kami dulu." ucap Zhao.


"Tidak sayang." ucap Zhao.


"Apakah ayah seorang Bos?" tanya Mayleen penasaran karena belum mengetahui siapa ayah nya ini.


Ya..., Ayah disini sedang meninjau proyek ayah. Setelah selesai ayah akan kembali ke rumah ayah." ucap Zhao.


"Apakah ayah akan meninggalkan kami." ucap Mayleen terlihat sedih karena baru sebentar bertemu dengan ayah dan kini akan di tinggal lagi.


"Ayah akan membawamu dan bunda mu ikut dengan ayah." ucap Zhao mengetahui putrinya sedih.


"Resign saja. Kamu bisa melamar kerja lagi di tempat kita nanti." ucap Zhao.


"Bagaimana dengan ku?" tanya Mayleen.


"Ayah akan mengurus surat pindah mu." ucap Zhao.


"Baiklah." ucap Mayleen dan Xiao xia bersama.


Setelah selesai sarapan, Zhao dan Nifeng mengantar Xiao xia bekerja dan Mayleen ke sekolah.


Sedangkan mereka berdua kembali meninjau proyek yang belum rampung.


Dua hari berlalu.


Kini Xiao xia dan Mayleen telah berada di rumah milik Zhao. Zhao tidak tinggal di mansion utama tempat tinggal orang tua nya, Ia lebih memilih tinggal sendiri dengan beberapa pelayan yang menemani nya.


Sedangkan untuk pak Lim dan ibu Jie sebagai orang tua angkat xiao tidak ikut bersama mereka. Mereka memilih tetap hidup di sana .


"Waaah...Rumah ayah sungguh besar." Mayleen terkagum.


"Ayo masuk, ini akan menjadi milik kalian juga." ucap Zhao.


Para pelayan bejejer menyambut kedatangan pemilik rumah.


"Selamat datang Tuan." sapa pak Lin kepala pelayan.


Mereka masuk kedalam rumah mewah. Sedangkan barang barang milik Mayleen dan Xiao xia telah di bawa ke kamar mereka.


Pelayan juga mengantarkan Mayleen menuju kamar miliknya.


Zhao berbalik.


"Pulanglah dan istirahat." zhao menyuruh Nifeng untuk pulang, Ia tahu Nifeng pasti sangat lelah telah mengurus semuanya.


"Baik tuan. Selamat malam dan selamat istirahat." Nifeng tidak beranjak dari tempat nya memastikan Tuan muda nya masuk dalam kamar.


"Apakah asisten feng ingin bermalam di sini?" tanya pak lim.


"Tidak, saya akan pulang saja. selamat istirahat pak lim." ucap Nifeng.


"Selamat istirahat juga asisten feng." ucap pak lim.


Nifeng pergi meninggalkan rumah Zhao. Sedangkan Zhao saat ini sedang membersihkan tubuhnya. Setelah itu istirahat sambil memeluk xiao xia.


Selamat membaca.


Jangan lupa like and komen.