Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 25


Edward meminta Mayleen untuk melajukan motor nya setelah melihat lampu hijau menyala.


"Hei lepas kan tangan mu." ucap Mayleen risih karena Edward memeluk pinggang nya.


"Apa...!! aku tidak pernah naik motor, jadi sedikit takut." ucap Edward mengeratkan pelukannya sambil tersenyum menyeringai.


"Apa, takut?. Kau itu laki laki atau banci." ucap Mayleen.


"Kau bilang apa tadi, aku banci begitu.?" ucap Edward.


"Tidak, siapa yang bilang." ucap mayleen mengelak.


"Tadi aku dengar kau mengatakan ku banci.." ucap Edward.


"Mana ada, telinga mu saja yang semliweng." ucap Mayleen.


"Dasar gadis kecil berani nya kau mengataiku banci, lihat lah apa yang ku berbuat." ucap Edward dalam hati sambil menyeringai.


Edward mengeratkan pelukan nya lebih kencang dan menempelkan dagu nya di pundak Mayleen, Wajah nya menghadap leher putih Mayleen.


Gleeek.....Edward menelan ludah mengamati leher jenjang dan putih itu.


Edward memejamkan matanya menciumi bau tubuh serta darah Mayleen.


Karena terbuai dengan wangi darah Mayleen Edward mendekatkan bibir nya di leher Mayleen dan.


Cup....bibir Edward menghisap sebentar leher putih itu..


"Hei apa yang kau lakukan, dasar mesum, kenapa kau mencium leher ku." ucap Mayleen kesal dan menepikan motor nya di pinggir jalan.


Memegang tas nya dan memukul kepala Edward dengan tas warna hitam nya.


Buuk..Buk...Bukk.


"Au..au...kenapa kau memukul ku?." ucap.Edward


"Masih bilang kenapa?, Apa kau tak sadar berani nya kau mencium leher ku." ucap Mayleen kesal.


"Apa salah." ucap Edward tanpa merasa bersalah.


"Jelas salah. Turun kau dari motor ku, jika tidak....." ucap Mayleen


Edward sama sekali tak mendengarkan ucapan Mayleen, ia tetap setia duduk di atas motor.


"Turun..." Mayleen menarik tangan Edward.


"Turun tidak.." ucap Mayleen masih terus menarik tangan Edward.


Edward hanya menaikkan satu alisnya sambil memperhatikan wajah cantik Mayleen.


"Sudahlah, sia sia saja kau mengeluarkan tenaga mu. Cepat naik dan bonceng aku." ucap Edward seenak nya sendiri memerintah Mayleen.


"Tidak mau." ucap Mayleen sewot.


"Banerkah kamu tidak mau, baiklah bagaimana kalau aku mencium mu disini." ancam Edward sambil tersenyum menyeringai.


"Mesum..." ucap Mayleen memukul lengan Edward dengan tas nya


Buuk... dan setelah itu naik ke motor, mengendarai motor nya sambil memonyongkan bibir nya.


"Jangan marah sayang." ucap Edward menjahili.


"Siapa yang sayang mu, kita tidak saling kenal berhentilah sok kenal dengan ku." ucap Mayleen kesal.


Berbeda dengan mayleen dan Edward yang terus berdebat. Key hanya jadi penglihat punggung mereka dari dalam mobil yang mengikuti mereka berdua.


"Huuh...nasib nasib jomblo abadi." ucap Key sendirian.


Sedangkan di kantor Zhao.


"Bagaimana apakah kau sudah menemukannya?" tanya Zhao.


"Sudah tuan, dia adalah tuan Xun." ucap Nifeng.


"Heh.. berani sekali dia bermain dengan ku." ucap Zhao. " Baik lah, bekerjalah kembali. Biar aku sendiri yang mengurus nya." ucap nya lagi.


"Baik tuan." ucap Nifeng.


Nifeng sudah paham dengan tuan nya yang selalu menyelesaikan tugas nya sendiri tanpa ada orang yang tahu nasib tentang target nya setelah Zhao mengurusnya, begitu pun Nifeng.


Setelah Nifeng pergi Zhao mengunci pintu ruangan nya dan setelah itu menghilang dari tempat nya.


Wuuuus......


Selamat membaca.


Jangan lupa like and komen ya.