
Wuuus.....
Xiao Xia dan Zhao sampai dimana Mayleen berada. Mereka berdua tidak susah mencari keberadaan Mayleen, Karena mereka bisa.merasakan keberadaan Putri mereka.
Saat sampai di kamar yang Mayleen tempati, Xiao Xia dan Zhao terbengong melihat pemandangan yang ada di depan nya. Sedangkan yang di lihat tidak mengetahui jika ada dua pasang mata yang saat ini memperhatikan nya.
Zhao yang melihat putri nya sedang bercumbu dengan laki laki, ia sungguh tidak percaya dan apalagi melihat laki laki yang sedang mencumbu putri nya begitu menikmati tubuh Mayleen.
Tak hanya Zhao yang Syok melihat semua itu, Xiao Xia pun begitu kaget karena bisa bisa nya putri nya sedang bermesraan dengan seorang laki laki.
Zhao dan Xiao Xia tidak tahu siapa laki laki itu karena Edward membelakanginya sehingga Zhao dan Xiao xia tidak dapat melihat wajah pemuda itu.
Zhao mengepalkan tangan nya tanda marah melihat putri nya di sentuh oleh seseorang.
"Kurang ajar." ucap Zhao sambil mengibaskan tangan nya mengeluarkan kekuatannya dan membuat Edward langsung terpental jatuh menabrak tembok.
Bruuk.....
Uuhuuk...
Mayleen yang melihat Edward terpental mengalihkan pandangannya kearah orang tua nya
"Ayah, Bunda.." ucap Mayleen tidak percaya mereka berdua ada di tempat itu.
Zhao tidak memperdulikan panggilan Mayleen, ia berjalan dengan sorot mata tajam, mengeluarkan seper empat auranya menuju Edward yang saat ini masih duduk di lantai dengan diam.
"Berani nya kau menyentuh putri ku bajing*n tengik." ucap Zhao mencekik leher Edward sambil mengangkat tubuh Edward.
"Uuh...ke.. lepas...kan...sa...ya ..tun tuan..." ucap Edward terbata bata.
"Heh... lepas kan kamu bilang, setelah dengan beraninya kau menyentuh tubuh putri ku." ucap Zhao dengan aura membunuh.
Sedangkan Xiao Xia berjalan mendekati putri nya yang saat ini ada di ranjang.
"Bu...bunda..." ucap Mayleen takut.
Xiao Xia hanya diam menatap tajam Mayleen.
Braaaak...tubuh Edward di lempar oleh Zhao.
"Uuhuuk... Uuhuuk..." Edward terbatuk sambil memegang dada nya.
"Tuan, saya bisa menjelaskan." ucap Edward.
Zhao tidak ingin mendengar penjelasan Edward, Zhao dengan secepat kilat melesat ada di depan Edward...
Buuk...Zhao memukul Edward.
Edward yang belum siap kembali terpental.
Uuhuuk...
"Ayah.... Cukup, berhenti ayah. Kalau ayah terusan seperti itu ayah bisa membunuh nya." ucap Mayleen memohon sambil berteriak.
"Bun...bunda tolong minta ayah untuk berhenti." ucap Mayleen memohon.
"Biarkan saja." ucap Xiao Xia enteng
"Apa!!!," ucap Mayleen tidak percaya dengan Ucay bunda nya.
Zhao kembali menyerang Edward, namun kali ini Edward tak ingin diam di hajar oleh Zhao, ia melawan Zhao. Dan perkelahian pun terjadi.
Wuuus...Syuut....Syuuut....Mereka keluar dari ruangan itu dan kini berada di hutan
Syuuut....Syuuut...Duuuar....Duuuaar
Suara ledakan saling bersahutan.
Melihat suami dan Pemuda itu pergi meninggalkan tempat itu, Xiao Xia menjentikkan jari nya dan kini tubuh Mayleen sudah sepenuhnya terbungkus oleh pakaian karena saat tadi Mayleen sudah setengah telanjang.
Wuuuuuus....Xiao Xia membawa Mayleen dimana Zhao dan Edward sedang bertarung, dengan santai Xiao Xia duduk di atas dahan sambil menyaksikan pertarungan di depan nya.
"Bun..." ucap Mayleen.
"Diam lah, lihat saja bagaimana ayah mu menghajar pemuda itu." ucap Xiao Xia.
Xiao Xia tidak ingin ikut campur, ia percaya suami nya bisa mengatasi pemuda kecil itu.
"Hah kenapa saat ini aku melihat pertunjukan perkelahian ini aku teringat dengan Tian, Li, Qi, Feng dan Gege. Uuh ...sungguh aku ingin melihat wajah ganteng ganteng mereka lagi Hi..Hi...Hi..." gumam Xiao Xia lirih.
Mayleen yang mendengar gumaman Xiao Xia mengernyitkan alisnya, bingung itu lah yang di fikirkan Mayleen.
"Siapa Tian, Li, Qi, Feng, dan Gege. Gege...apakah bunda memiliki Kakak?" ucap Mayleen dalam hati
Li
Tian
Qi
Feng/ Tangan kanan Zhao/ Kaisar Zhao Xing Sheng
Xing Yun /Gege Xiao Xia.