Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 19


"Temani aku makan, Aku lapar." ucap Edward menarik tangan Mayleen sampai di meja makan.


Setelah sampai Edward menyuruh Mayleen duduk dikursi samping nya.


Seorang pelayan wanita menghampiri mereka berdua, mangambilkan makanan untuk mereka.


"Makan lah." ucap Edward.


"Aku tidak lapar." ucap Mayleen.


Tiba tiba perut Mayleen berbunyi.


Kruuuuk...kruuk...Suara perut Mayleen berbunyi.


Sungguh Mayleen sangat malu mendengar perut nya berbunyi.


"Tidak lapar?" tanya Edward menaikkan sebelah alisnya.


"He..He...He..tadi tidak lapar tapi sekarang jadi lapar." ucap Mayleen.


"Huh...kenapa juga sih perut harus berbunyi, bikin malu saja." ucap Mayleen menggerutu dalam hati.


Mereka akhirnya makan bersama dengan tenang.


Berbeda dengan Nely yang saat ini sibuk menelevon Mayleen. Namun sayang HP Mayleen mati sehingga Nely tidak bisa menelevon nya. Nely juga bingung ia mau mengatakan kepada siapa jika Mayleen hilang.


Nely tidak tahu di mana rumah Mayleen dan siapa kedua orang tua nya karena Nely belum lama berteman dengan nya. Mayleen adalah siswa baru di sekolahan itu, jadi wajar jika Nely tidak mengetahui di mana rumah Mayleen. Apalagi memang Nayleen belum pernah mengajak Nely ke rumah nya.


"Sial, Aku harus menghubungi siapa. Aduh kamu dimana sih May." ucap Nely sendirian.


Di kediaman Edward.


Setelah selesai makan Mayleen merengek seperti anak kecil yang miminta pulang.


"Antar aku pulang, aku mau pulang." ucap Mayleen kesal sambil cemberut.


"Nanti." ucap Edward.


"Kapan?, dari tadi kamu bilang nanti nanti dan nanti. Tapi apa, dari tadi kau belum mengantarkan ku." Mayleen kesal.


"Tidak bisakah kau diam." ucap Edward.


"Bagaimana aku bisa diam, kalau kenyataan nya aku sekarang ini sedang di culik pria cabul." ucap Mayleen.


Melihat Edward terlalu dekat dengan nya Mayleen mendorong wajah Edward.


"Kenapa dekat dekat, Sudah ku bilang jangan terlalu dekat. Kau membuat ku jantungan tau." ucap Mayleen.


Tiba tiba


Cup.....bibi Mayleen di kecup oleh Edward.


Mata Mayleen melotot tidak percaya bibir nya di cium oleh pemuda yang tidak di kenal.


"Kau...dasar pria cabul, berani nya kau mengambil ciuman pertama ku." ucap Mayleen menghajar Edward, memukul mukul tubuh Edward dengan tangannya.


"Auuh...Hei..hei berhenti, jangan memukul ku. pukulan mu sakit tahu." ucap Edward mencoba menghindar.


"Aku tidak perduli." ucap Mayleen terus menghajar Edward.


Tak jauh dari sana bibi Sen mengamati tingkah mereka berdua dengan senyuman.


"Seperti nya anda sangat bahagia tuan muda, saya tidak pernah melihat anda banyak bicara dan jahil seperti saat ini selama ini. Semoga gadis itu bisa selalu membuat anda ceria." ucap Bibi Sen dalam hati.


Bibi Sen adalah Asisten rumah tangga sekaligus pengasuh Edward dari dia masih kecil.


"Uh...kau itu cwe tapi kenapa tenaga mu sangat kuat." gerutu Edward karena tubuhnya di pukuli Mayleen.


"Itu salah mu, kenapa kau mengambil ciuman pertama ku." ucap Mayleen cemberut.


"Benarkah, beruntungnya aku. Bagaimana kalau ku ambil juga malam pertama mu." ucap Edward.


"Apa!!!. Kau...jangan macam macam ya." ucap Mayleen menutup bagian dada nya dengan tangan.


Karena tidak tahan dengan kelucuan Mayleen, Edward tertawa terpingkal pingkal.


"Buhaha..ha...ha..."tawa Edward.


" Plaak.....Apa yang lucu" ucap Mayleen kesal dan mumukul bahu Edward.


Mereka berdua ribut terus sampai akhirnya Edward pun mengantarkan Mayleen kerumah nya.


Edward tidak berniat menyakiti Mayleen atau menyerahkan kepada ayah nya, Entah kenapa saat mengetahui Mayleen adalah orang yang di carinya atau di cari keluarga nya, dia tidak tega menyerahkan nya kepada ayah nya hanya untuk kepentingan orang tua nya.


Edward sendiri tidak mengetahui untuk apa ayahnya mencari orang yang memiliki tanda bintang itu, Sebenarnya dia bertanya tanya untuk apa semua itu, tapi karena tidak ingin membuat ayah nya kecewa, Edward hanya mengiyakan saja.