Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 36


Hari hari berlalu dan bulan oun berganti setelah kejadian itu. Edward juga lebih dekat dengan Mayleen, Entah kenapa dirinya seakan tidak ingin berjauhan dengan Mayleen, wanita yang memporak porandakan hatinya.


Berbeda dengan Mayleen yang masih cuek dengan Edward, entah kenapa Mayleen merasa Edward itu sangat pengganggu dan juga mesum, hingga setiap saat melihat Edward ia akan menjadi kesal karena Edward selalu mengganggunya.


Seperti saat ini yang tiba tiba Edward datang ke sekolah menjemput Mayleen.


"May lihat tuh pujaan hati mu datang menjemputmu." ucap Nely


"........" Mayleen memutar bola matanya malas.


Mayleen dan Nely berjalan keluar gerbang sekolah dan menghampiri Edward.


"Hay tampan." sapa Nely.


"Em...." ucap Edward singkat.


"Uh...ganteng ganteng tapi kenapa cuek sekali sih..." gerutu Nely.


"Apa, kenapa datang lagi, bukankah sudah aku katakan jangan menjemput ku lagi." ucap Mayleen kesal.


"Kenapa?." ucap Edward menarik pinggang Mayleen mendekat ke tubuhnya.


"Apaan sih, lepas tidak." ucap Mayleen berontak memukul dada Edward pelan.


Nely yang ada di tempat itu hanya melihat dengan diam, ia melirik kanan kiri di lihatnya banyak pasang sedang memperhatikan kemesraan mereka berdua.


"Apa lihat lihat, sana pergi kaya gak pernah lihat orang bermesraan saja, huus.... sana sana, kalau tidak, ku colok mata kalian nanti." usir Nely kepada siswa yang memperhatikan mereka berdua.


Anak anak sekolah yang melihat langsung pergi sambil mencibir mereka bertiga.


"Ck...aku pergi dulu supir ku sudah menjemput. Dan kalian, kalau ingin bermesraan jangan di depan sekolahan, pergilah ke hotel sana." ucap Nely langsung pergi setelah berbicara.


"Nely......" teriak Mayleen kesal dengan ucapan temannya.


"Apakah harus.." ucap Edward masih memeluk pinggang Mayleen.


"Apanya?" tanya Mayleen.


"Apa!!!!, tidak..kau gila, aku bukan wanita seperti itu." ucap Mayleen kesal sambil memanyunkan bibirnya


Cup...Edward mencium bibir Mayleen sekilas.


"Hei...kenapa kau suka sekali mencium ku." ucap Mayleen kesal


Edward hanya terkekeh kecil melihat Mayleen yang bersungut sungut.


Sedangkan tak jauh dari sana Luis melihat mereka berdua dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Heh...ternyata pemilik tanda itu ada bersama mu dan kau tidak mengatakan nya kepada ayah, dan kau malah asyik dengan mangsa itu." ucap Luis sendirian.


"Lihat lah apa yang akan ku perbuat." ucap Luis setelah itu meninggalkan tempat itu.


"Ayo, aku akan mengantar mu pulang." ucap Edward membuka pintu mobil mempersilahkan Mayleen masuk kedalam mobilnya.


Dengan cemberut Mayleen tetap masuk kedalam mobil Edward...


"Sungguh menyebalkan, kenapa sih laki laki ini selalu mengganggu ku." ucap.Mayleen kesal dalam hati.


Edward masuk dan melajukan mobil nya menuju rumah Zhao.


Beberapa bulan yang lalu Zhao dan Xiao xia sudah resmi menjadi suami istri walaupun Tuan Hao masih saja enggan mengakui Xiao xia menjadi menantunya.


Sedangkan di tempat lain tepat nya di sebuah kastil, Luis datang untuk memberitahukan kepada Ayah nya tentang apa yang di lihat nya tadi.


Luis sebenarnya sudah curiga kepada adiknya yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu, hingga dia diam diam mengikuti adiknya. Dan akhirnya kecurigaan nya selama ini terbayar sudah setelah mengetahui bahwa Edward telah menyembunyikan Pemilik tanda bintang kepada mereka.


Luis berjalan menuju ruangan dimana ayah nya berada.


"Selamat datang pangeran." sapa pelayan.


"Em.." ucap Luis terus berjalan tanpa memperdulikan para pelayan


Banyak pelayan menyapa dan membungkuk memberi tanda hormat kepada pangeran Luis selaku putra pertama dari raja mereka.