Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 13


Di sebuah kastil tinggallah keluarga yang terdiri seorang raja dan dua putra.


Raja bernama Ramon,


Putra bertama bernama Luis dan


Putra kedua bernama Edward.


Di kedua putra Ramon memiliki sifat berbeda, Luis anak pertama banyak bicara sedangkan Edward lebih banyak pendiam dan malas berbicara.


Saat ini keluarga mereka sedang makan malam bersama.


"Bagaimana pekerjaan kalian?" Tanya Ramon.


"Semua berjalan baik ayah." ucap Luis.


"Bagaimana perusahaan mu, apakah baik baik saja?" tanya Ramon kepada Edward.


"Baik." ucap Edward.


Edward tidak menjalankan perusahaan kelurga nya, ia memilih mendirikan perusahaan nya sediri dengan hasil jerih payah nya.


"Bagus kalau begitu." ucap Ramon.


"Tentang tanda yang pernah ayah katakan saat itu, Ayah telah merasakan nya jika pemilik tanda itu ada di negara ini. Cari pemilik tanda itu." ucap Ramon.


"Baik ayah." ucap Luis


"Em." jawab Edward .


"Gunakan ini." menyerahkan sebuah cincin. "Cincin ini akan menyala jika Pemilik tanda ada di sekitar mu." ucap Ramon.


"Kalian mengerti." ucap nya lagi dan mereka berdua menganggukkan kepala tanda mengerti.


Hari hari berlalu, di sebuah mansion megah seorang pria paruh baya sedang membaca laporan yang di berikan asistennya.


"Em.. jadi begitu." ucap pria parih baya.


Baiklah, Aku ingin melihat seperti apa wanita itu." ucap Pria paruh baya.


"Apakah anda akan pergi ke rumah tuan muda tuan?." ucap Asisten Ken.


"Tentu saja, Jika aku tidak kerumah anak itu bagaimana aku mengetahui seperti apa wanita yang ada di dekat putra ku." ucap pria paruh bara.


"Jadi kapan anda berniat pergi kerumah tuan muda tuan?" tanya Asisten Ken.


"Besok, aku akan pergi kerumah itu, jangan beritahu dia." ucap pria paruh baya.


"Baik tuan." ucap Asisten Ken.


sedangkan Mayleen dan Xiao xia kini sedang berada di Mall berbelanja keperluan rumah tangga nya.


"Bun May kesana dulu." ucap Mayleen menunjuk rak buku.


"Ya, kalau sudah selesai temui bunda lagi." ucap xiao xia.


"Oke." ucap Mayleen.


Mayleen pergi ke mencari sebuah buku setelah mendspatkannya tiba tiba


Bruuk..


"Maaf maaf, saya tidak melihat. Apakah anda tidak apa apa nona?" ucap pemuda yang tak lain adalah luis membantu Mayleen untuk berdiri.


"Ya saya tidak apa apa." ucap Mayleen berdiri.


Luis membantu mengambil buku yang terjatuh.


"Ini nona buku anda." ucap Luis menyerahkan buku.


"Em...terimakasih" ucap Mayleen.


"Perkenalkan nama saya Luis." Ucap luis mengulurkan tangan.


Mayleen memperhatikan Luis dan akhirnya ia menjabat tangan milik Luis.


"Saya Mayleen. Kalau begitu saya pergi dulu tuan Luis, bunda saya pasti sudah menunggu saya, saya permisi." ucap Mayleen.


"Silahkan nona."ucap Luis.


Setelah melihat Mayleen pergi Luis tersenyum menyeringai.


"Aku menemukan mu." ucap Luis setelah itu ia pergi meninggalkan tempat itu.


Keesokan hari nya tepatnya sore hari Pria paruh baya datang kerumah Zhao bersama Asistennya..


Ting...Tong...


Xiao xia membuka pintu rumah, di lihatnya dua laki laki yang tidak lagi muda berdiri di depan pintu.


"Maaf ada keperluan apa Tuan?." ucap Xiao xia.


"Apakah anda tidak menginzinkan kami masuk nyonya." ucap Asisten Ken.


"Eh..maaf, silahkan masuk tuan." ucap Xiao xia.


Mereka masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.


"Anda mau minum apa tuan?" ucap Xiao xia ramah.


"Kopi." ucap pria paruh baya.


Kalau anda tuan." tanya xiao kepada ken.


Sama kan saja nyonya." ucap Ken


"Baik, saya permisi dulu." ucap Xiao xia.


Setelah melihat xiao xia pergi pria paruh baya berbicara dengan Ken.


"Apakah kau tidak salah mendapatkan informasi?" tanya Pria paruh baya.


"Tidak tuan, menurut informasi yang di dapat anak buah saya, nyonya xiao memang berumur hampir 40an tuan." ucap Asisten Ken.


"Tapi kenapa wajah nya seperti masih berumur 20 keatas." ucap Pria paruh baya.


"Saya juga bingung tuan." ucap Asisten ken.


Selamat membaca.


Jangan lupq like and komen