
"Lepas...woi, lepaskan aku." ucap Mayleen memberontak.
"Diam lah, jika tidak aku akan memperko sa mu disini." ucap Edward.
"Dasar gila, lepas kan aku." ucap Mayleen.
"........" Edward diam tidak menjawab ia terus membopong tubuh Mayleen.
"Dasar mesum, gila." maki Mayleen.
"Nona berhentilah anda memaki tuan, jangan buat tuan muda marah dengan anda." ucap Key dalam hati.
Setelah sampai parkiran, Edward menyuruh Key untuk membuka pintu mobil. Dan setelah itu Edward dan Mayleen masuk ke dalam mobil.
"Hey, kenapa kau membawa ku kesini mesum." ucap Mayleen.
"Bisakah kau diam, kenapa mulut mu ini nerocos melulu. Apakah kau tidak capek?" ucap Edward memegang dagu Mayleen.
"Cabul." menepis tangan Edward.
"Jalan." ucap Edward memerintah.
"Hei, kau mau membawa ku kemana?" ucap Mayleen namun tidak mendapatkan jawaban dari Edward.
karena lelah menerocos sendiri akhirnya Mayleen diam
Sedang kan Nely yang masih ada di Mall lelah menunggu Mayleen datang.
"Kemana anak itu, kenapa lama sekali." ucap Nely kesal
"Lebih baik aku mencarinya." ucap nya lagi.
Setelah itu Nely pergi mencari keberadaan Mayleen. Berbeda dengan Mayleen yang masih menggerutu karena di bawa oleh orang yang tidak ia kenal.
Setelah sampai di bangunan yang cukup megah, Edward membawa Mayleen masuk kedalam rumah itu.
"Ini rumah siapa?" tanya Mayleen.
"......." tidak mendapat jawaban.
Karena merasa kasian dengan Mayleen yang bertanya, Key akhirnya menjawab pertanyaan Mayleen.
"Ini rumah tuan muda nona." ucap Key.
"Kenapa kalian membawa ku kesini?" tanya Mayleen.
"Saya tidak tahu nona." ucap Key.
Mayleen terus bertanya dan bertanya hal itu membuat Edward pusing.
"Tidak bisakah kalian diam, suara mu mengganggu pendengaran ku." ucap Edward.
"Kalau mengganggu pendengaran mu itu, seharusnya kau tidak membawa ku kemari." ucap Mayleen melipat tangan nya di dada.
Karena merasa geram, Edward menarik tangan Mayleen dan menghempaskan di kursi. Menindih tubuh Mayleen.
"Kau mau apa?" ucap Mayleen melotot dan waspada.
"Menurut mu?." ucap Edward.
"Jantungan." Edward bingung.
"Yah...disini. jantung ku rasanya mau copot karena kau terlalu dekat." ucao Mayleen menunjuk dada nya.
"........" Edward tersenyum kecil.
"Benarkah." ucap Edward menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum kecil.
Deg....
"Ya tuhan dia tampan sekali, bikin hati adek meleleh melihat senyum mu." ucap Mayleen dalam hati.
Karena tidak ingin Edward melihat rona wajah nya, Mayleen memalingkan wajah nya.
"Kenapa?." ucap Edward.
"Apanya?" tanya Mayleen.
Edward mendekatkan wajah nya seperti ingin mencium Mayleen. Mayleen yang melihat Edward mendekat kan wajah nya menutup mata takut. ia berfikir Edward akan mencium nya tetapi ternyata.
Krik..Krik...Krik...Zonk.
Edward menyibak rambut belakang Mayleen dan di lihatnya sebuah tanda yang ia cari selama ini.
"Ternyata memang dia." ucap Edward dalam hati.
Edward mengendus leher Mayleen yang terasa wangi, wangi darah yang sangat menggoda. Karena tidak merasakan sesuatu di bibirnya Mayleen membuka matanya, Di lihatnya Edward sedang memejamkan matanya dan ingin mencium lehernya.
"Kau mau apa?." Mayleen mendorong wajah Edward dengan tangan nya.
"Kau kasar sekali." ucap Edward.
"Dasar cabul." ucap Mayleen.
"Pulang kan aku, aku mau pulang." ucap Mayleen.
Edward tidak memperdulikan ucapan rengekan Mayleen. Ia malah meningalkan Mayleen, dan pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Setelah selesai, Edward turun dengan baju santai nya.
"Tuan, Apakah kita tidak balik ke kantor?" tanya Key.
"Tidak, kau pulanglah." ucap Edward.
"Baik Tuan." ucap Key
Key pergi meningalkan rumah Edward
"Hei...Tunggu. Antar kan aku pulang dulu." ucap Mayleen mengejar Key.
"Mau kemana?" ucap Edward mencekal tangan Mayleen.
"Lepas, aku mau pulang." ucap Mayleen mencoba melepas tangan Edward.
Selamat membaca.
jangan lupa like and komen