
Pagi harinya, mereka semua sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama.
Xiao xia mengambilkan makanan ke semuanya.
dan mereka menikmati sarapan pagi bersama
"Sayang apakah kamu mau berangkat bersama ku?" tanya zhao.
"Tidak, aku ada jam siang nanti, kamua pergilah dulu." ucap Xiao xi.
"baiklah, kalau kamu sayang." ucap zhao kepada Mayleen.
"Mayleen naik ojek saja, motor May pasti ada di rumah Nely, oh ya bun May nanti ada tugas kelompok dan May akan kerumah Nely jadi May pulang agak sorean, tidak apa apa kan bun." tanya Mayleen.
"Ya sudah, tapi kabarin bunda kalau terjadi sesuatu." ucap xiao xia.
"Siap bos." ucap Mayleen.
"Setelah sarapan pagi selesai.
Zhao dan Mayleen pamit kepada Xiao xia dan Tuan Hao.
"Sayang aku berangkat dulu." ucap Zhao mencium kening xiao xia.
"Ya pergilah." ucap Xiao xia.
"May juga pergi dulu." ucap Mayleen dan di angguki xiao xia.
"Kakek aku berangkat ya, jangan merindukan May sebelum May pulang." ucap Mayleen.
"Cih..siapa yang akan merindukan mu." ucap Tuan Hao.
"Ha...Ha..Ha...aku sayang kakek." ucap Mayleen mencium pipi tuan Hao dan lari pergi meninggalkannya.
Setelah melihat mereka berdua pergi.
"Bukankah dia sangat menggemaskan pa." ucap Xiao xia.
"Apa!!! Siapa?" tanya Tuan Hao.
"Tentu saja cucu mu pa." ucap Xiao xia.
"Mengharap." ucap Tuan Hao pergi.
Di dalam mobil.
"Apa jadwal ku hari ini?" ucap Zhao.
"Anda memiliki pertemuan dengan ED Group tuan,.untuk menjalin kerjasama dengan nya." ucap Nifeng.
"ED Group yang di pimpin oleh seorang pemuda?" ucap Zhao.
"Benar tuan, bagaimana anda tahu tuan?" ucap Nifeng.
"Kamu fikir aku ini apa, Aku hanya tidak mengetahui wajah nya saja, aku sudah mendengar rumor yang mengatakan pemilik perusahaan itu lumayan tampan. Ciih...pasti masih tampanan diri ku." ucap Zhao.
"PD sekali kau ini tuan, walaupun kenyataan nya memang iya sih kalau anda itu tampan. aku saja kalau wanita pasti akan tergila gila dan jatuh cinta dengan mu. Eh....otak apa yang kau fikir kan, hueeek....aku ingin muntah mengingat perkataan ku tadi sungguh menjijikkan." ucap Nifeng dalam hati.
"Apakah kau mengatai ku." ucap Zhao.
"Tidak tuan." ucap Nifeng.
"Awas saja kau, kalau berani berani nya mengatai ku di belakang." ucap zhao.
"Baik tuan." ucap Nifeng.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di kantor yang sangat besar.
"Silahkan tuan." ucap Nifeng membukakan pintu.
Zhao keluar dari mobil berjalan masuk ke dalam kantor nya dengan wajah cool nya.
Saat melewati para karyawan, ia mendengar karyawan wanita membahas tentang nya.
"Ya apun presdir kok makin hari makin ganteng sih, uuh aku ingin sekali menjadi kekasihnya
ucap wanita.
"Kalau aku, aku ingin tidur sekali dengan presdir walau hanya sekali." ucap wanita lainnya.
"Jangan kebanyakan mimpi, sudah cepat sana kembali ketempat kalian berkerja dan jangan suka menghayal." ucap Wanita lainnya.
Selamat membaca jangan lupa like and komen