Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 57


"Tangkap wanita itu dan bunuh pangeran Edward." perintah Lison kepada anak buah nya.


Beberapa anak buah Lison langsung maju hendak menyerang Edward, Namun sebelum itu terjadi Edward membawa Mayleen menghilang dari tempat itu.


Wuuuus.....


Semua anak buah Lison celangak celinguk karena tidak mendapati Edward di depan nya.


"Kurang ajar, kejar dia jangan sampai lolos, kita harus berhasil membawa nya kepada pangeran ." ucap Lison.


Dengan penciuman tajam nya, Lison beserta anak buah nya menghilang dan mengikuti Aroma Edward.


Wuuuus.....Edward dan Mayleen sekarang berada di tempat yang sepi. Ia tahu Lison beserta anak buahnya pasti tidak akan melepaskan nya begitu saja.


"Tetap di dekat ku." ucap Edward.


"Ya....." ucap Mayleen.



Lison dari ras serigala.


Wuuuus....Lison beserta anak buah nya sampai di depan Edward.


"Ternyata kalian benar benar berniat untuk membunuh ku." ucap Edward santai.


"Tentu saja, karena ini semua perintah dari pangeran kami." ucap Lison.


"Ciiih sungguh pengecut, bisa bisa nya di hanya memerintah bawahannya untuk menangkap ku dan membunuh ku." Gumam Edward.


"Apakah pangeran mu itu sudah menjadi lemah, sehingga dia hanya mengutus kalian kalian yang lemah ini?." ucap Edward menghina.


"Kurang ajar, Kau bilang kami lemah, Ciiiih.....lihat lah siapa yang lemah di antara kita." ucap Lison.


"Serang mereka." perintah Lison.


Semua anak buah Lison maju dan menyerang Edward.


Aaaauuuuuuu........suara lolongan dari mulut Lison.


Buuk...Buuk..Buuuuk....Edward bertarung dengan anak buah Lison yang berjumlah 30 orang.


"Bunuh dia, jangan sampai kita hari ini gagal membunuhnya." teriak Lison.


Pertarungan Edward dan anak buah Lison sangat sengit karena ternyata kekuatan mereka bukan seperti biasanya. Ledakan demi ledakan terus menggema di tempat itu.


Syuuut....Syuuuut.... Duuuaar......


Uhuukk... beberapa anak buah Lison terpental karena kekuatan bola api milik Edward mengenai tubuh mereka.


"Sialan, bunuh dia." ucap salah satu anak buah Lison.


Wuuuus.....Syuuut.... Trang..Trang....anak buah lison mengeluarkan pedang nya dan menebas Edward, Edward tak tinggal diam ia juga mengeluarkan pedang nya dan menangkis serangan itu.


Trang.... Trang....Trang....Syuuut...Syuuut... Duuuaar.


Traaaang.... Trang...Craaaas.... Craaaas


Edward berhasil melukai beberapa anak buah Lison hingga mati. Melihat beberapa anak buahnya mati, Lison mengerang marah, tangan nya terkepal hingga buku buku tangan nya memutih.


"Kurang ajar, akan ku bunuh kau Edward.." teriak Lison marah.


Syuuut.....Trang...Trang....


Lison melesat ke arah Edward dengan pedang nya, untung Edward cukup waspada Hinga dia berhasil menangkis serangan Lison yang mengarah kepada nya.


Syuuuut. .......Bola api yang cukup besar melesat ke arah Edward..... Melihat itu Edward dengan cepat menghindar dan


Duuuuuaaaar......ledakan besar terjadi hingga tanah berlubang dan beberapa pepohonan terbakar.


Anak buah Lison yang masih tersisa maju ikut menyerang Edward. Jadi saat ini Edward melawan Lison dan beberapa orang yang masih tersisa.


Pertarungan menjadi sangat sengit. Suara dentingan pedang dan pukulan serata ledakan menggema di tempat itu..Mayleen yang melihat mengernyitkan alis nya karena Edward cukup kualahan menghadapi orang orang itu, walaupun ia belum kalah Mayleen tahu jika Edward sudah terdesak.


Tiba tiba rasa panas muncul di kening Mayleen karena ia cukup mengkhawatirkan keadaan Edward. Mayleen mengusap keningnya yang terasa panas dan tiba tiba muncul sebuah tanda di kening itu. Tak hanya Mayleen, ternyata Edward juga merasakan tanda panas di leher nya dan munculah tanda pasangan di tubuh mereka.


Tanda Mayleen di kening sedangkan Edward di leher.


Selamat membaca


Jangan bosan ok..