Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 31


"Apa maksud mereka, kenapa mereka memperebutkan putri ku." ucap Xiao xia dalam hati.


"Mungkin ada sesuatu yang mereka incar dari diri Mayleen." ucap Arlong.


"Tapi apa." ucap Xiao xia.


"Entahlah aku juga belum tahu." ucap Arlong.


"Aku akan bertanya kapada Zhao." ucap Xiao xia.


Xiao xia menghubungi Zhao melalui telepati.


"Sayang, apakah kau mendengar ku." ucap Xiao xia.


"Ya aku mendengar mu ada apa?" ucap Zhao.


"Aku saat ini sedang bersama Putri kita. Dan saat ini aku sedang melihat dua pihak yang sepertinya memperebutkan putri kita, tapi aku tidak tahu apa yang mereka ingin kan dari Mayleen." ucap Xiao xia.


Braaak....Zhao menggebrak meja.


Para karyawan yang sedang mengadakan rapat kaget mendengar gebrakan meja dari bos nya, fikir mereka bos nya sedang marah dan tidak senang dengan hasil rapat ini.


"Tuan." ucap Nifeng tapi tidak di jawab oleh Zhao


"Ada apa dengan mu?." tanya Xiao xia masih melakukan telepati.


"Aku akan menemui mu." ucap Zhao.


"Tidak usah, aku bisa mengurusnya jika ada yang berani menyentuh putri ku. Kau bekerjalah kembali dan jangan khawatirkan kami." ucap xiao xia memutuskan telepatinya.


"Sial, apakah yang mereka sudah mulai menemukan putri ku." ucap Zhao dalam hati


"Sayang, apakah kau tahu kenapa mereka berkelahi?" tanya xiao xia.


May tidak tahu bunda, yang May tahu tiba tiba kami di hadang oleh sekelompok itu." ucap Xiao xia.


"Terus siapa kedua orang itu." tanya Xiao xia.


"Dia..Dia..." ucap Mayleen.


Xiao xia mengernyitkan alisnya mendengar Mayleen yang sepertinya bingung mau mengatakan siapa mereka berdua.


"Sudahlah, Apakah dia mencova melindungi mu?." ucap Xiao xia


"Em.." Mayleen mengangguk.


Xiao xia hanya tersenyum kecil, ia menyimpulkan bahwa Mayleen dan Edward memiliki hubungan.


"Ah...ternyata putri ku yang cantik sekarang audah besar ya." ucap Xiao xia mengelus rambut Mayleen.


Mayleen bingung dengan ucapan Bunda nya. Fikirnya bukan kah memang dia sudah besar.


Xiao xia kembali memperhatikan Edward yang sedang bertarung dengan Erwin.


"Sepertinya dia menahan kekuatannya." ucap xiao xia dalam hati. " Oh jadi itu masalah nya jantung yang sedang terluka." ucap nya lagi.


Edward dan Erwin masih saling menyerang satu sama lain dan


"Heh...pangeran kau sekarang tidak sekuat dulu, bagi ku kau itu sekarang sampah yang hanya berstatus pangeran." ucap Erwin menghina.


"Kau..." ucap Edward geram.


"Tuan.." ucap Key melihat lengan Edward terluka.


Erwin kembali menyerang Edward namun Key menghalau nya dan.


Buuuk...Key terpental mendapat serangan Erwin.


Erwin kembali ingin menyerang Edward kembali saat kekuatan nya di arahkan ke Edward.


Wuuuuuu......Duaaaar...


Edward pasrah jika dia mati di tempat ini.


"Eh..kenapa aku merasa tidak mati." ucap Edward.


"Apa kau fikir kau sudah mati anak muda." ucap Xiao xia menyentil kening Edward.


"Aau..." ucap Edward menyentuh keningnya.


"Si...siapa kau?" ucap Edward yang tidak merasakan kehadiran xiao xia tadi.


"Apakah kau tidak mengenali calon mertua mu." ucap xiao xia menjahili Edward.


"Calon...mertua..siapa?." ucap Edward bego.


"Ah....kenapa kau itu pura pura tidak mengenal ku." ucap Xiao xia memukul lengan Edward yang terluka.


A"au..." rintih Edward.


"Begitu saja kesakitan, seperti bukan laki laki saja." ucap xiao xia.


"Hah...apa!!" ucap Edward bingung.


Bingung karena tidak mengenal wanita yang ada di hadapan nya, bingung karena seenak jidatnya wanita yang di depan nya memukul lengan nya dan menyentil keningnya.


Erwin yang melihat seorang wanita berdiri di samping Edward bingung. Apalagi saat melihat Edward nampak baik baik saja.


Erwin kembali mengarahkan kekuatannya berupa bola api ke arah Edward.


Wuuuus......


Dengan santai nya Xiao xia menangkis bola api itu hanya dengan mengibaskan tangan nya dan.


Duuuuuaaar.....Bola api itu terpental jauh.


Edward, key dan lainnya yang melihat tercengang dengan aksi Xiao xia yang hanya mengibaskan tangannya membuat bola api itu terpental jauh.


Selamat membaca


jangan lupa like and komen.