
"Sayang apakah kau merasakan sesuatu tadi? Apakah kita melupakan sesuatu saat ini, entah kenapa aku merasa kita melupakan sesuatu." ucap Xiao Xia.
Zhao berfikir keras, ia juga merasakan sesuatu tentang jiwa iblis tadi, Tapi ia tidak menghiraukan nya.
"Entah sayang, seperti nya kita memang melupakan sesuatu." ucap Zhao.
Xiao Xia diam berfikir, lama berfikir akhirnya ia mengingat.
"Sayaaaang...." teriak Xiao Xia
"Apa?" tanya Zhao
"Putri kita, Mayleen." ucap Xiao Xia
"Mayleen, ada apa dengan putri kita?" tanya Zhao.
"Ini malam bulan purnama sayang. Putri kita, bagaimana dengan nya?, kenapa kita melupakan semua itu." ucap Xiao Xia panik.
"Astaga ....." ucap Zhao.
"Kita harus cepat kembali." ucap Xiao Xia.
"Tunggu sayang." ucap Zhao.
Zhao memejamkan matanya untuk merasakan jiwa iblis Mayleen apakah masih ada atau tidak. Perlahan Zhao membuka matanya.
"Sepertinya dia baik baik saja sayang." ucap Zhao.
"Maksud mu?" ucap Xiao xia.
"Aku tidak merasakan jiwa iblis Mayleen lagi, aku rasa ia sudah kembali ke bentuk semula lagi." ucap Zhao.
"Kau bisa tahu?" ucap Xiao Xia.
"Ya, karena aku sebagai ayah dan jiwa iblis kami bisa merasakan satu sama lain." ucap Zhao.
"Lalu kenapa kau diam saja dan tidak memberitahuku jika kau bisa merasakan jiwa iblis nya." ucap Xiao Xia kesal.
"Apakah kau ingin terjadi sesuatu dengan anak mu ha..." ucap nya lagi marah marah.
"Tidak sayang, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan putri kita, aku kan sangat menyayanginya." ucap Zhao.
"Lalu." ucap Xiao Xia sambil menyipitkan matanya.
"Em... Sebenar nya tadi aku sempat merasakan nya sayang, tapi ku pikir itu suatu hal yang biasa saja, aku tidak ingat soalnya kalau malam ini malam purnama." ucap Zhao menjelaskan.
"Sayang jangan marah ya." ucap Zhao memeluk Xiao xia.
"Aku tetap marah dengan mu, bisa bisa nya kau mengabaikan anak mu saat kau sudah merasakan nya." ucap Xiao Xia bersedekap dada.
"Kan aku sudah bilang tadi sayang. Ok ok bagaimana kalau kita menemui putri kita untuk memastikan lagi kalau Putri kita baik baik saja bagaimana?" ucap Zhao.
"Em....." ucap Xiao Xia singkat.
"Sayang, jangan cuman Em saja dong, seolah kamu masih marah dengan Ku" ucap Zhao.
"Memang." ucap Xiao Xia.
"Sayang " ucap Zhao menciumi pipi Xiao Xia agar istri nya ini tidak marah lagi.
"Apa, kenapa sayang? Kesal tentang apa, apakah aku membuat salah lagi?." ucap Zhao panik dan sangat bingung.
"Ya, kau membuat pipi ku kesal karena terus kau ciumi." ucap Xiao Xia.
"Eh....." ucap Zhao bingung dengan ucapan Xiao Xia.
"Sudah ayo, kita temui putri kita " ucap Xiao Xia memegang tangan Zhao dan menghilang dari tempat itu.
Wuuuuuus.......
Sedangkan di sebuah bangunan yang tak berpenghuni, sepasang manusia masih saling bercumbu menikmati ciuman bibir mereka.
Suara cecapan terdengar jelas memenuhi kamar itu. Mereka seakan lupa dan terhanyut dalam permainan mereka sendiri.
Edward melum*at dan menyes"p bibir Mayleen dengan rakus, begitu pun Mayleen yang sudah ikut hanyut menikmati permainan Edward. Mayleen mengalungkan tangan nya dan ikut bermain.
Suara ******* juga ikut keluar dari bibir Mayleen kala Edward merem*s buah d*d* Mayleen.
Aaaaaah.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.