Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 87


Zhao dan Morgan terus bertarung tanpa ada yang kalah..


Ledakan demi ledakan terdengar menggema di mana mana. Saat ini Zhao dan Morgan bertarung tidak menempat, hingga membuat ke adaan hutan lindung yang beratus hektar hancur seketika karena ulah kedua iblis itu.


Berbeda dengan keadaan kota yang penuh penduduk. Bangunan bangunan tinggi yang menjulang hancur di porak porandakan oleh hewan legendaris milik Morgan lainnya.



Rajawali Naga hitam



Serigala Merah.


Gambar di atas adalah hewan legendaris milik Morgan.


Banyak para penduduk yang mati, bangunan bangunan terbakar dan masih banyak lainnya.


Xiao xia yang melihat hewan milik Morgan mengacau di kota, mau tidak mau ia harus mengeluarkan Arlong, begitupun Mayleen ia juga mengeluarkan Huang long.


Wuuuuuus.......


Kedua hewan legendaris muncul.



Arlong.



Huang long.


"Pergilah." perintah Xiao xia.


Arlong dan Huang long langsung menuju ke dua hewan legendaris yang berada di kota.


Goooooar......


Hewan milik Morgan langsung berhenti dan beralih melihat Arlong dan Huang long yang saat ini ada di belakang nya.


Kwaaaak.....Suara Rajawali Naga hitam.


Aaaaaauuu......Lolong Serigala Merah.


Hewan milik Morgan langsung mengepakkan sayap nya dan terbang dan menyerang ke arah Arlong dan Huang long.


Kpaaak....Kpaaaak....


Goooooar.....


Wuuuuuuusss.......


Braaak......


Buuuuum......


Duuuuuar.......


Arlong mengibaskan ekor nya dan memukul Serigala merah hingga terpental. Sedangkan di Huang long melilit tubuh Rajawali Naga hitam dengan ekor nya.


Berbeda dengan Zhao Dan Morgan. Mereka hampir seimbang dengan kekuatan mereka, Namun sampai saat ini Zhao belum bisa mengalahkan Morgan.


"Ha...Ha...Ha...Ayo keluarkan semua kekuatan mu, jangan terus bermain main seperti ini." ucap Morgan menyerang Zhao dengan lebih serius karena ia ingin berhadapan dengan wanita yang membuat nya menarik dengan kekuatan milik nya yang tak lain adalah Xiao Xia.


Mereka kembali bertarung lebih sangit.


Buuuk....Buuuuk....


Syuuuuut..... Syuuuuut....


Duuuuar.... Duuuuar.....


Berbeda di tempat Xiao Xia.


Mayleen saat ini menatap pertarungan yang terjadi di depan matanya dengan diam.


"Bagaimana, apakah tubuh mu sudah lebih baik?" tanya Xiao Xia.


"Sudah Bunda, terimakasih." ucap Mayleen.


"Itu sudah tugas bunda melindungi mu." ucap Xiao xia. "Baiklah, istirahatlah terlebih dahulu. Biar bunda dan ayah yang mengurus nya."


Xiao xia menghilang dari tempat itu dan terbang di atas, berdiri melihat pertarungan mereka semua.


"Kulihat dia masih bisa mengatasi laki laki itu." gumam Xiao xia melihat pertarungan Zhao. Dan kini Xiao xia beralih melihat pertarungan Arlong dan hewan legendaris lainnya.


"Lebih baik aku mengurus dua hewan itu terlebih dahulu." gumam Xiao Xia dan terbang melesat ke arah Empat hewan legendaris yang sedang bertarung.


"Sungguh hancur semua nya." Xiao Xia melihat ke adaan kota yang hancur lebur karena pertarungan hewan legendaris.


Merasakan Tuan nya datang, Arlong langsung terbang ke arah Xiao xia dan kini berada di dekat nya



"Kau sudah berusaha sangat baik, Ayo kita hancurkan mereka." ucap Xiao xia mengelus hidung Arlong.


"Ayo. Aku sudah tidak sabar bertarung bersama mu." ucap Arlong.


Namun sebelum mereka berdua memulai aksinya, Mayleen datang dan kini ada di samping Xiao xia.


"Kenapa kau kemari? Bukankah bunda sudah meminta mu untuk istirahat?" ucap Xiao xia.


"Aku tidak bisa hanya diam melihat semua ini bunda. Aku akan membantu dengan semua kemampuan ku." ucap Mayleen.


"Hah.....Baiklah jika itu mau mu." ucap Xiao xia tidak bisa mencegah Putri nya.


.


.


.


.


.


Selamat membaca.