
Setelah Xiao Xia menghilang, Lin Hua serta pengawalnya juga ikut pergi dan kembali kekediaman nya.
Di lain tempat, di sebuah istana.
Kaisar Zhao serta anggota kementrian dan lain nya membahas sesuatu yang membuat kaisar Zhao kesal dan geram.
Ya apalagi kalau bukan meminta kaisar Zhao untuk mencari permaisuri pengganti Xioa Xia yang menurut nya telah tiada.
"Yang mulia, bagaimana pun juga anda sudah kembali sehat, dan tidak mungkin sebagai kaisar anda tidak memiliki pendamping. Kami hanya ingin melihat anda bangkit kembali setelah kehilangan permaisuri. Maka dari itu kami semua meminta anda untuk mengambil selir untuk mengisi dan menemani hari hari anda." ucap Mentri keuangan.
kaisar Zhao memijit pelipisnya, sebenar nya apa yang di katakan Mentri keuangan ada benar nya, namun ia sama sekali tidak tertarik dengan wanita selain permaisurinya, Xiao Xia. Baginya Xiao xia adalah segalanya.
"Akan aku pikirkan lagi." ucap kaisar Zhao.
"Baik yang mulia." ucap semua nya.
Setelah membahas, Semua nya pergi meninggalkan tempat rapat dan kembali kekediaman mereka masing masing.
Sedangkan tak jauh dari sana seorang wanita cantik mengepalkan tangan nya dan dada nya naik turun tanda ia marah, dan tak lama menghilang dari tempat nya.
Zhao yang sekilas merasakan aura yang tak asing langsung menghilang dari kursi kebesarannya dan menuju asal aura yang di kenal nya tadi.
wuuuus....
Zhao sampai di tempat dimana aura itu berasal.
"Tak salah lagi, ternyata dia juga disini." gumam kaisar Zhao tersenyum dan lalu menghilang.
.
.
.
Di Dunia Modern.
Mayleen dan Edward sudah kembali di kediaman nya. Keadaan kota yang hancur kini berangsur menjadi baik.
Beberapa bulan ini, Mayleen masih saja merindukan ayah dan bunda nya. Hari ini ia duduk di kursi taman sambil melihat hamparan bunga yang ada di depan matanya.
Edward yang melihat langsung menghampiri dan duduk di samping Mayleen.
"Sayang." panggil Edward.
"Kau disini?" tanya Mayleen.
"Ya, aku sangat merindukan mereka. Apalagi beberapa hari lagi kita akan menikah, aku ingin sekali bertemu dan bersama dengan mereka." ucap Mayleen menyandarkan kepala nya di dada Edward.
"Maafkan aku sayang, aku tidak bisa membantu mu. Tapi yakinlah aku akan selalu membahagiakan mu." batin Edward.
Setelah peperangan besar itu, Edward sudah sah menjadi Raja Vampir, sedangkan Luis lebih suka menyendiri dan merenungi kesalahan nya dan mendukung adik nya menjadi raja asalkan dapat memakmurkan ras mereka.
.
.
.
.
Di kediaman Jenderal Choe.
Jenderal Choe mendapat kan mimpi bahwa putri nya masih hidup. Dengan semangat ia memerintah kepada bawahan nya untuk mencari dimana Xiao Yun berada. Karena ia yakin mimpi itu bukan lah mimpi biasa melainkan sebuah petunjuk.
Banyak bawahan ia kerahkan untuk mencari sampai ketemu di mana pun dia berada, baik di kekaisaran Han atau pun kekaisaran lain nya.
Sedangkan orang yang di cari malah santai duduk di atas dahan sambil melihat pertarungan di bawah nya.
Traaaang..... Traaaang.....
"Hah....kenapa selalu saja ada perkelahian? Apakah mereka tidak bisa tidak berkelahi?" keluh Xiao xia
Dua orang pemuda masih terus bertarung memperebutkan seorang gadis, melihat hal itu Xiao Xia merasa jengah dan akhirnya.
Duuuuar.....
Xiao Xia melempar kekuatan nya di tengah tengah kedua pemuda itu hingga membuat kedua nya terpental.
.
.
.
.
.
Selamat membaca