Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 54


Setelah mendapatkan perintah dari raja Ramon. saat ini banyak kejadian tentang hilang nya bayi bayi yang baru lahir baik di rumah sakit atau pun di tempat lain nya. Namun tak ada satu pun yang tahu penyebab hilang nya bayi bayi itu.


Seluruh televisi menyiarkan tentang kejadian hilang nya bayi bayi yang mendadak hilang, banyak para ibu menangis karena buah hati nya menghilang secara misterius.


Di kediaman keluarga Zhao.


"Sayang apa kau sudah mendengar berita akhir akhir ini?" tanya Xiao Xia manja bersandar di dada bidang milik Zhao.


"Ya..." ucap Zhao mengelus rambut hitam Xiao Xia


"Bukankah ini aneh, aku merasa ada seseorang yang memerintah di balik hilang nya bayi bayi itu. " ucap Xiao Xia.


"Aku juga merasa seperti itu." ucap Zhao.


Saat Zhao dan Xiao Xia asyik mengobrol. Terdengar suara yang tidak asing masuk ke telinga mereka.


"Selamat malam ayah dan bunda." ucap Edward mencandai.


Xiao Xia dan Zhao menoleh ke arah suara dan memutar bola matanya dengan malas.


"Mau apa kau malam malam datang kesini?" tanya zhao memicingkan mata.


"Tentu saja menjemput wanita ku." ucap Edward santai dan duduk di kursi.


"Cih...wanita mu. Dia itu putri ku jika kau lupa." ucap Zhao memberikan sorot mata tajam.


"Saya tahu, tapi dia juga wanita ku, calon istri ku." ucap Edward tak mau kalah.


Xiao Xia yang mendengar perdebatan mereka sangat kesal. Setiap kali mereka bertemu akhir akhir ini Edward dan Zhao selalu berdebat dan selalu cek Cok.


Edward tak sungkan lagi karena Zhao selalu membuat nya susah dan selalu mengerjai nya baik di saat bekerja ataupun saat di rumah Zhao.


"Kau menantang ku?" ucap Zhao.


"Tidak." ucap Edward malas.


"Jika kau bukan calon mertua ku aku ingin sekali menendang bokong mu." gumam Edward.


"Apa!!." ucap Zhao.


"Cih telinga nya tajam sekali." batin Edward


"Bukan apa apa." ucap Edward melirik arah tangga menunggu Mayleen datang.


Tak berselang lama yang di tunggu pun datang. Melihat wajah ayu Mayleen Hati Edward langsung meleleh.


"Sangat cantik." gumam Edward tersenyum kecil sambil melihat ke arah Mayleen.


Melihat arah pandangan Edward, Zhao melihat ke arah tangga yang ternyata ada seorang bidadari turun dari tangga yang tak lain adalah Mayleen.


"Apa kau baru tahu jika putri ku memang cantik. Kecantikan nya menurun dari ibu nya dan jangan lupa kan aku karena aku yang membuat nya." ucap Zhao.


"Ayah, Bunda." ucap Mayleen.


"Em..." ucap Zhao dan Xiao Xia bersama.


"Kau mau kemana?" tanya Xiao Xia.


"Saya ingin mengajak Mayleen makan malam di luar." ucap Edward menyahut


"Benar bunda, bolehkah aku pergi?" tanya Xiao Xia.


"Em..baiklah." ucap Xiao Xia.


"Tidak boleh." ucap Zhao.


Semua nya langsung menatap ke arah Zhao yang duduk santai di kursi.


"Kenapa ayah?" tanya Mayleen.


"Ini malam, tidak baik wanita pergi dengan Laki laki takut terjadi sesuatu, Apalagi laki laki nya seperti dia mesum tingkat dewa." ucap Zhao.


"Apa, aku mesum. tidak tidak mana ada saya mesum, yang ada saya hanya ingin merasakan saja." ucap Edward santai, Namun malah membuat Zhao kesal.


"Dasar bajingan tengik kau mau membuat ku marah ha..." ucap Zhao.


"Ayo sayang kita pergi, aku takut singa jantan itu mengamuk dan akhirnya kita tidak bisa memiliki waktu berdua." ucap Edward menarik tangan Mayleen dan membawa kabur.


"Berhenti, kalian mau kemana?. Bajingan tengik kembali kau." ucap Zhao teriak.


Namun yang di teriaki tidak menggubris, mereka berdua terus pergi meninggalkan ruangan itu dan saat ini ada di mobil Edward.


"Kamu kenapa sih selalu membuat ayah kesal?" ucap Mayleen.


"Biarkan saja, Ayah mu itu selalu saja membuat ku berdebat dengan nya." ucap Edward


"Ayo sayang masuk, malam ini aku ingin kita berduaan." ucap Edward


Setelah Mayleen masuk, Edward duduk di kursi pengemudi. Sebelum Edward menyalakan mobilnya ia mendengar suara Xiao xia yang berbicara melalui telepati.


"Jangan pulang terlalu larut, hati hati di jalan dan jaga Mayleen. jika terjadi sesuatu dan kau tidak bisa mengurusnya hubungi kami." ucap Xiao Xia melalui telepati.


"Baik bunda." balas Edward.


Zhao dan Xiao Xia sebenarnya merestui hubungan mereka. Namun aneh nya setiap kali bertemu, Edward dan Zhao selalu saya cek Cok mulut.


Mungkin itu lah yang membuat mereka berdua lebih dekat walaupun harus dengan tingkah mereka seperti anak kecil..


Mayleen dan Edward juga sudah lebih dekat, dan saat ini memang sudah memiliki hubungan yaitu sebagai sepasang kekasih karena mereka berdua sama sama saling mencintai.