Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 70


Sebuah angin kencang menerpa tubuh mereka.


Wuuuuuus.....


Seekor Phoenix api keluar dari pedang dan saat ini sedang terbang di belakang tubuh Mayleen.



Mata Phoenix api menatap tajam Naga besar yang ada di depan nya.


"Cih...Hanya Naga rendahan ingin melukai putri tuan ku. Tak akan ku biarkan." ucap Phoenix sombong.


Wuuuuuus.... Phoenix api terbang melesat ke arah Naga untuk menyerang.


Syuuut...Bum...Bum.... Duuuaar.....


"Kurang ajar. Dasar manusia rendahan, berani nya kau meminta bantuan." marah Naga sambil bertarung dengan Phoenix.


"Semua nya baik dalam pertarungan. Dan aku pun juga akan ikut bergabung." ucap Mayleen.


Mayleen ikut melesat menyerang Naga. Kini Naga harus melawan Mayleen dan Phoenix.


Bum...Bum....Duuuuar....


Suara ledakan terus menggema di tempat itu. Naga terus mengeluarkan semburan api nya. Begitupun dengan Phoenix, ia juga mengeluarkan api dari mulut nya serta bola bola api kecil dari sayap nya yang berkobar dengan api.


Duuuaar....Duuuuaaar...


Bola bola api itu saling bertabrakan hingga membuat meledak di langit langit.


"Brengsek." Naga marah karena ia terluka oleh serangan Mayleen dan Phoenix.


"Kau hanya melawan kami sudah babak belur, belum kau melawan tuan ku, mungkin kau akan menjadi daging cincang. Lebih baik kau mengalah saja sebelum tuan kami memerintah Arlong untuk menggulung mu." ucap Phoenix.


"Aku tidak takut. Aku ini adalah Naga agung, aku tidak akan takut dengan kalian kalian ini." ucap Naga.


"Dasar keras kepala." ucap Phoenix.


Sedangkan Mayleen hanya diam saja mendengar mereka berdua.


Dengan tanpa ampun Phoenix menyerang kembali begitu pun Mayleen ikut membantu.


Syuut...Syuuut.....Bum...Bum... Duaaaar...Duuuar


Mayleen terus menebaskan pedang nya ke arah Naga. Naga terus menghindar dan mencoba menyerang mereka berdua.


Goooar ....


Saat Mayleen lengan Sebuah bola api sangat besar mengarah pada tubuh Mayleen.


Syuuut......Belum sempat Bola api itu mengenai Mayleen. Tiba tiba bole api itu terpental dan.


"Kurang ajar, siapa yang ikut campur." teriak Naga.


"Kau jangan berani berani menyentuh putri ku, Jika kau berani melukai nya aku akan membunuh mu Naga jelek." ucap Xiao Xia dengan suara menggema di langit langit dan penuh penekanan.


Naga yang mendengar suara asing yang penuh dengan aura mengerikan, badan nya langsung menggigil. Phoenix yang melihat tertawa terbahak-bahak.


"Ha....Ha...Ha....lihat lah Naga agung yang terhormat, mendengar suara tuan ku tubuh mu sudah menggigil." ejek Phoenix.


"Diam kau Phoenix tua. Aku akan mencabuti bulu mu jika kau banyak bicara." ucap Xiao Xia.


"........" Phoenix langsung menutup mulut nya mendengar suara tidak bersahabat tuan nya.


xPpfft....Ha..Ha.....Ternyata kau juga seorang pecundang yang hanya takut dengan tuan nya." ucap Naga.


"Apakah kau tidak takut dengan ku Naga jelek?" tanya Xiao Xia.


"Cih, aku sama sekali tidak takut dengan mu." ucap Naga.


"Ho..ho...ho...Sungguh aku ingin tertawa. Kau ternyata cukup berani. Baiklah, karena kau ingin mencoba sedikit kekuatan ku aku akan mengabulkan nya agar kau selalu mengingat ku." ucap Xiao Xia.


Sebuah aura yang cukup besar tiba tiba menekan Naga dan....


Wuuuuuus....Brak...Bum....Bum...


Naga terpental jauh dan jatuh ketanah. Setelah itu di hajar habis habisan oleh Xiao Xia.


Bum...Bum...Bum....suara Naga di hajar oleh Xiao xia. Naga yang sombong tadi kini sudah menjadi samsak oleh kekuatan Xioa Xia.


Ya naga tidak bisa melawan Xioa Xia, karena Xiao xia tidak menampakkan wujud nya melainkan hanya kekuatan nya.


"Selesaikan dia secepat nya putri ku, bunda malas mengurus nya. Aduh...Otot ku rasanya ingin patah karena kurang menghajar atau berolah raga. Aku harus mencari bahan olah raga agar otot otot cantik ku tidak jadi patah. Phoenix bersiap lah untuk berlatih dengan ku ." ucap Xiao Xia.


"Apa!! tidak, aku tidak mau." ucap Phoenix lirih dan lesu.


"Ho..Ho..Ho...kau ingin melawan ku?" tanya Xiao xia.


"Tidak..tidak, mana berani aku melswan mu." ucap Phoenix pasrah .


"Apa apaan maksud perkataan nya itu, aku sungguh tidak mengerti." ucap semua nya tidak paham akan ucapan Xiao Xia begitupun Zhao dan Edward..


Karena Naga sudah banyak kehilangan kekuatan nya, Mayleen Menyerang Naga kembali untuk menaklukkan nya. Naga masih sedikit melawan Mayleen karena di sungguh sangat keras kepala.


"Menyerah saja kau Naga, Jika kau tetap bersikukuh dengan pendirian mu, Mungkin kau tidak akan mencium udara segar. Apa kau tidak ingat dengan Tuan ku yang barusan menghajar mu?." ucap Phoenix.


Naga diam sambil menangkis serangan Mayleen. Ia berfikir apakah dia harus mengalah agar nyawa nya masih ada.


Mayleen mengangkat tangan nya ingin menebas Naga. Namun sebelum itu....