Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 61


**Mayleen mengamuk.


Lison** menyerang Mayleen dengan membabi buta.


Trang... Trang.....pedang mereka saling beradu.


Sreeet.. lengan Mayleen terkena goresan. Melihat darah keluar dari tubuh nya.


"Ha..Ha..Ha...apakah hanya segitu kekuatan mu gadis kecil." ucap Lison sambil tertawa meremehkan kekuatan Mayleen.


Mayleen yang mendengar tawa itu langsung menatap lengan nya yang tergores. Marah itulah yang di rasakan Mayleen. Setelah itu Mayleen merentangkan tangan nya, tubuhnya terangkat, perlahan naik. Lison melihat hal itu mengernyit kan alis nya.


"Apa yang di lakukan gadis itu?" ucap Lison dalam hati.


Tiba tiba dari tubuh Mayleen keluar cahaya merah menyala, tubuh nya seperti keluar api yang membara. Rambut nya terangkat, mata nya merah semakin terang, pandangan mengunci lawan nya. Lison yang melihat bergidik ngeri tubuhnya seakan di kuliti dan di sayat sayat oleh sebilah pisau tajam.


Gleeek....


Setelah itu Mayleen menurunkan tangan nya dan menatap tajam Lison. Mayleen mengibaskan tangan nya dan....


Wuuus......Syuuut.....Bruuuukk....


Tubuh Lison terpental cukup jauh, menabrak pepohonan yang ada di tempat itu.


Dengan cepat Mayleen mengikuti tubuh Lison yang terpental karena hempasan kekuatan nya yang dahsyat.


Wuuuus.......


Mayleen sudah berdiri tepat di depan Lison yang saat ini menahan sakit karena kekuatan Mayleen yang kuat.


Uhuuuk....Uhuuuk....Lison terbatuk sambil memegang dada nya, ia juga memuntahkan seteguk darah karena kuat nya kekuatan Mayleen tadi.


Dengan tanpa ampun Mayleen mengayunkan pedang merah nya ke tubuh Lison.


Craaaas.....kepala Lison terputus dan menggelinding di dekat tubuh nya.


Mayleen hanya mengamati diam tanpa ekspresi. Setelah itu Mayleen melesat ke arah Edward masih dengan pedang yang ada di genggaman nya.


Secepat kilat Mayleen sudah ada di dekat Edward. Ia berjalan perlahanan mendekati tubuh Edward sambil menyetel pedang nya.


"......." Edward diam sambil melihat Mayleen yang mulai mendekat. ia sudah pasrah jika Mayleen membunuhnya saat ini.


Mayleen mengayunkan pedang nya ke arah Edward. Sedangkan Edward memejamkan mata nya siap untuk menemui ajal nya.


Namun lama menunggu, ia tidak merasakan kesakitan atau pun lain nya. Perlahan Edward membuka matanya melihat ke depan, dan di lihat nya Mayleen sedang memegang kepala dan leher nya tanda ia sangat kesakitan.


"Aaaaa......sakit....." teriak Mayleen.


"Panas....Aaaaa....panas ....sakit. ...." ucap Mayleen terus kesakitan.


Mayleen mengamuk hebat di tempat itu..


Duuuar... Duuuuuar......ledakan demi ledakan ia keluarkan karena tidak bisa menahan rasa sakit yang luar biasa.


Mayleen terus mengamuk, setiap kali Edward ingin mendekati, bola api serta es menghantam nya, untungnya ia selalu menghindar. Melihat Mayleen yang tidak bisa menguasai diri nya, Edward mencari hp nya di saku nya


"Sial, di mana hp ku..." rutuk Edward marah sambil melihat Mayleen yang terus mengamuk.


Lama mencari tetap tidak ketemu akhirnya ia kesal dan marah dengan diri nya sendiri.


"Berfikir, berfikir....." ucap Edward mondar mandir.


Duuuuuar.....Sura ledakan besar terdengar di telinga nya. Dilihat nya tanah berlubang dengan kawah kawah merah. pohon pohon terbakar karena ulah Mayleen.


Sungguh tempat itu sangat kacau balau.


"Sial..sial..sial.....


"Ah...kenapa aku bisa lupa, dasar bodoh. Kenapa kau tidak melakukan telepati kepada bunda Xiao." ucap Edward sendirian sambil memukul kepada nya yang menjadi bodoh karena panik.


Sing....


Xiao Xia diam sejenak karena Edward menghubungi lewat telepati.