
Saat ini Zhao sudah berada di kantornya tepatnya di ruangan nya. Zhao masih kepikiran tentang apa yang di dengarnya tadi.
Sedangkan Mayleen.
Beberapa jam lalu.
"Aku lapar." ucap Edward.
"Jika kau lapar turu lah dan pergilah mencari makanan." ucap Mqyleen kesal.
"Tidak mau, aku ingin nya dengan mu." ucap Edward.
"Dasar Sin-ting." ucap Mayleen dan tak lama ia membelokkan motor nya ke rumah makan.
"Kenapa berhenti." ucap Edward ketika melihat ia berhenti di depan rumah makan sederhana.
"Bukan kah kau lapar?" ucap Mayleen. " Cepat turun." ucap nya lagi.
"Apa!! apakah kau beneran menyuruh ku majan di tempat ini, tidak, tidak. Aku tidak mau" ucap Edward.
Mayleen hanya memutar bola matanya malas, karena kesal Mayleen manarik tangan Edward masuk ke dalam rumah makan sederhana itu.
Setelah masuk Mayleen melepas kan tangan nya...
"Duduk." ucap Mayleen
"Tidak mau." tolak Edward.
Mayleen manarik kembali Edward agar duduk lesehan di tempat itu. Edward hanya mendengus sebal karena harus makan di tempat ini.
Setelah perdebatan panjang, mau tidak mau Edward harus memakan makanan yang di pesan Mayleen.
Saat sedang memakan makanan nya, Edward merasakan aura lain ada di sekitar tempat itu.
"Ayo kita pergi dari sini." ucap Edward menarik tangan Mayleen.
"Eh..ini belum selesai makan nya." ucap Mayleen.
"Sudah, ayo cepat kita pergi." ucap Edward.
Edward menarik tangan Mayleen untuk meninggalkan tempat ini, sebelum itu edward meninggalkan beberapa lembar uang di meja untuk membayar makanan yang mereka berdua makan.
"Masuk." Edward menyuruh Mayleen masuk kedalam mobil nya .
"Kamu menyuruh aku masuk ke mobil siapa?" ucap Mayleen.
"Sudah lah menurut lah." ucap Edward mendorong tubuh Mayleen agar cepat masuk.
"Bagaimana dengan motor ku?' tanya Mayleen.
"Aku akan menyuruh anak buah ku mengambilnya nanti." ucap Edward.
"Tuan." ucap Key.
"Cepat jalan tinggalkan tempat ini." ucap Edward merasakan sesuatu yang tidak baik.
Key melajukan mobil nya meninggalkan tempat itu. Namun saat di tempat yang sepi meobil mereka di hadang oleh sekelopok orang.
"Sial." ucap Edward.
"Tuan bagaimana ini, kenapa mereka menghadang kita. Bukan kah kita sudah lama tidak berurusan dengan mereka." ucap Key.
"Siapa mereka, kenapa menghadang kita." ucap Mayleen sedikit takut.
"Kamu tetap lah di dalam dan jangan keluar, aku dan Key akan menghadapi mereka." ucap Edward.
"Tuan." ucap Key.
"Akan ku jelaskan nanti Key, yang sekarang harus kita lakukan adalah mengurus mereka semua" ucap Edward.
"Baik tuan." ucap Key.
Sebelum turun dari mobil Edward berpesan kembali kepada Mayleen.
"Apapun yang terjadi jangan kelluar dari mobil. Tapi jika aku dan Key kalah, larilah yang jauh dan jangan hiraukan kami. Kamu mengerti?" ucap Edward.
"Em..." Mayleen mengangguk.
"Ayo key kita bereskan mereka." ucap Edward.
"Baik tuan." ucap Key patuh.
Setelah itu Key dan Edward keluar dari dalam mobil dan berhadapan dengan kelompok itu.
"Kita bertemu kembali pangeran Edward." ucap ketua kelompok itu.
"Apa mau mu? bukan kah kita tidak memiliki urusan?" ucap Edward.
"Kita memang tidak memiliki urusan, tapi saat ini saya sedang menginginkan sesuatu yang berharga yang saat ini ada bersama mu pengeran." ucap Ketua kelompok.
"Aku tidak tahu apa yang kamu maksud, dan aku tidak memiliki sesuatu yang berharga." ucap Edward
"Oh benarkah?" ucap Ketua itu. " Bagaimana kalau saya periksa." ucap Ketua itu.
"Jangan harap aku mengizinkan nya." ucap Edward.
Karena Edward tidak mengizinkannya, Ketua kelompok itu memerintah anak buah nya untuk menyerang Edward dan Key.
Wuuuus.....beberapa orang melesat menyerang Edward dan key.
Perkelhian pun terjadi, sedangkan Mayleen hanya bisa memperhatikan mereka bertarung.