
Xiao Xia dan Zhao terbang ke arah Mayleen dan Edward. Namun sebelum mereka sampai, Raja Ramon menghadang mereka berdua.
"Minggir, jika tidak akan ku bunuh kau." Ucap Xiao xia geram karena terus menerus di hadang.
"Aku tidak akan membiarkan kalian mengganggu mereka." kata Raja Ramon.
"Ternyata kau sungguh ingin mati." ucap Zhao.
Sebelum Zhao menyerang Raja Ramon, ledakan dari arah pertarungan Mayleen terdengar di telinga mereka. Semua nya melihat ke arah itu.
Xiao xia dan Zhao yang melihat sangat marah kepada Morgan karena melihat putri nya dan Edward terpental jauh dan terluka.
"Bajingan. Ku bunuh kau." geram Xiao xia melesat pergi ke arah Morgan.
Dan.
Syuut....
Duuuuuar....
Xiao xia melempar kekuatan nya ke arah Morgan hingga membuat ledakan yang sangat besar.
Zhao yang melihat istri nya sudah pergi membantu Mayleen, kini Zhao menatap tajam raja Ramon dengan mata tajam nya.
"Kau sungguh merepotkan." ucap Zhao berubah ke bentuk iblis nya dengan rambut putih panjang nya.
Tanpa memberi aba aba, Zhao menyerah raja Ramon.
Buuuk......
Syuuuut.......
Braaaak......
Duuuuuar.......
Zhao menendang dan mengeluarkan kekuatan nya hingga membuat raja Ramon terpental dan terluka.
Uhuuuuk.....Uhuuuuk....
"Sial, aku sama sekali tidak melihat pergerakan nya. Dia sangat cepat." gumam raja Ramon sambil menyeka darah yang keluar dari bibir nya.
Raja Ramon yang hendak berdiri, terpental kembali karena mendapat serangan Zhao.
Buuuk...
Braaaak.......
Uhuuuk......
"Kau ingin mati seperti apa raja vampir?" tanya Zhao yang sudah berdiri di depan raja Ramon.
"Kau....." kaget raja Ramon yang melihat Zhao sudah berada di depannya.
Padahal jika di lihat, jarak antara raja Ramon yang terpental cukup jauh dari Zhao saat itu.
.
.
.
.
Di tempat Xiao xia berada.
"Berani nya kau melukai putri ku." ucap Xiao xia mengelurka aura dan tekanan penuh dari tubuh nya.
Prajurit serta orang yang tidak memiliki kultivasi tinggi akan langsung pingsan merasakan tekanan penuh Xiao Xia.
Namun tidak untuk Morgan, dia tetap bisa menahan walau sebenarnya ia cukup tertekan walau hanya sedikit.
Berbeda dengan beberapa kelompok yang mengintai dari jarak yang lumayan jauh. Mereka semua langsung pingsan seketika, tapi masih ada juga yang bisa menahan walau harus tersengal-sengal menahan tekanan besar itu.
Kelompok pengintai itu adalah Ras Serigala dan juga dari pihak Militer Negara yang penasaran akan peperangan yang terjadi saat ini.
.
.
"Ku akui, kau sangat menarik. Aku ingin sekali menjadikan mu milik ku. Tapi dengan sifat mu yang seperti ini aku mengurungkan niat ku dan lebih baik aku membunuh mu saat ini juga." ucap Morgan menyeringai dan langsung menyerang Xioa xia dengan pedang nya.
Traaaang.....
Xiao Xia menangkis pedang Morgan dengan pedang api nya.
Buuuk.....
Xiao xia memukul dada Morgan dengan telapak tangan nya dan membuat Morgan mundur.
"Sentuhan mu sungguh membuat ku geli." ucap Morgan.
"Oh.... benarkah?" tanya Xiao xia menyerang kembali.
Traaaang..... Traaaang.... Traaaang....
Buuuk....Buuuuk....Buuuuk...
Syuuut....Syuuuut ...
Duuuuuar.....Duuuuuar......
Xiao xia dan Morgan saling mengeluarkan kekuatan mereka masing masing.
Api di mana mana, Tempat itu semakin bertambah rusak karena pertarungan mereka yang lebih sengit.
Xiao xia mengangkat tangannya, mengeluarkan bola api besar di atas kepala nya dan melempar kan ke arah Morgan.
Wuuuuuus.........
Bola api menghilang sebelum sampai di tubuh Morgan.
Morgan yang melihat tertawa. Berbeda dengan Xiao xia yang tersenyum menyeringai.
Morgan yang masih menertawakan Xiao Xia tidak menyadari sesuatu yang akan datang kepada nya.
Tiba Tiba Bola api yang di lempar Xiao xia muncul di hadapan Morgan dan....
Duuuuuuuar........
Morgan yang tidak siap langsung terpental jauh dan terluka.
Uhuuuuk....Uhuuuk....
"Kurang ajar, ku bunuh kau wanita sialan." marah Morgan menyeka darah di bibir.
Morgan berdiri kembali dan memanggil sesuatu milik nya. Angin yang semula hanya Sepoi Sepoi kini menjadi kencang, dan langit menjadi lebih gelap serta petir menyambar dimana mana.
.
.
.
.
.
Selamat membaca
Jangan lupa like and komen.