Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 7


Setelah urusan nya dengan xiao xia selesai, Zhao dan Xiao xia pergi menemui putri mereka.


Ckleeek ......pintu di buka.


Zhao dan xiao xia berjalan mendekati Mayleen dan Nifeng yang sedang menjadi patung.


"Dia memang putri kita, sangat sangat cantik seperti mu." ucap Zhao memandang wajah Mayleen.


"Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu, ini tentang putri kita." ucap xiao xiao.


"Ada apa?" ucap Zhao penasaran.


"Apakah kamu ingat tanda yang ada di belakang leher putri mu?" ucap xiao xia.


Zhao menganggukkan kepala tanda ia mengingat.


"Aku tidak tahu itu tanda apa, Tapi setiap bulan purnama tanda itu akan menyala seperti darah. Dan apa kau tahu sayang? dia berubah seperti dirimu." ucap xiao xia.


"Iblis maksud mu?" ucap zhao.


"Ya....tapi dia berbeda dengan mu, dia akan menggila jika tidak mendapatkan setetes darah." ucap xiao xia


"Dia meminum darah?." ucap zhao.


"Tidak, aku tidak pernah memberikan darah untuk dia minum. Aku hanya memberikan sedikit darah ku yang ku teteskan ke tanda itu, setelah itu aku akan menekan nya dengan kekuatan ku."


"Aku sudah mencoba semua cara agar tanda itu tidak bereaksi saat bulan purnama, Namun semuanya gagal, dan hanya dengan cara itu baru berhasil." ucap xiao xia.


"Apakah kamu punya cara lain sayang...? Dia sudah ketergantungan dengan darah yang ku berikan, aku takut jika aku tidak ada di sampingnya dia akan menggila dan membunuh orang." ucap Xiao xia.


"Entah lah, aku belum melihat nya." ucap zhao.


"Nanti malam adalah malam bulan purnama, aku ingin kau ada di sampingnya." ucap xiao xia.


"Baiklah. Aku akan menemaninya." ucap zhao.


Zhao menjentikkan jarinya dan kini Mayleen dan Nifeng telah sadar.


"Tuan.." ucap Nifeng seperti orang bingung.


"Bunda." ucap Mayleen.


"Em..." ucap xiao xia.


Mayleen menatap zhao dan berkata.


"Hai om tampan, terimakasih karena sudah menggendong ku sampai sini tadi." ucap Mayleen mengerlingkan matanya


Zhao yang melihat melongo tidak percaya dengan tingkah putrinya. sungguh mirip xiao xia yang suka menggodanya.


Zhao mengelus rambut Mayleen penuh kelembutan sambil tersenyum.


"Whaaat....Tuan memperlakukan gadis itu dengan sangat lembut..Apa kah aku bermimpi..Atau jangan jangan tuan ku menyukai gadis kecil itu." ucap Nifeng dalam hati.


Xiao xia yangendengar melotot tidak percaya dengan ucapan yang di lontarkan zhao kepadanya.


"Mana ada." ucap xiao xia memukul bahu zhao.


"Aduh...Sayang kamu galak sekali sih, aku kan hanya bercanda." ucap zhao mulai menjadi suami takut istri.


Bagaimana zhao tidak takut dengan istrinya, kekuatan mereka saja masih lebih unggul xiao xia. Jika dia macam macam kepada xiao xia bisa bisa ia di jadikan rempeyek oleh xiao xia.


"Sayang." ucap Mayleen bingung.


"Bun..." meminta penjelasan.


"Ah.. jadi begini sayang," namun sebelum ia mengatakannya xiao xia menghela nafas. " Dia adalah ayah mu." ucap xiao xia.


krik...krik...krik....


"Ayah..." ucap Nifeng dan Mayleen bersamaan.


"Apaaaaaa.....Ayaaaaah...." teriak mereka berdua bersamaan.


"Tuan...Kapan anda menikah??, kapan anda membuat anak itu kenapa saya tidak tahu padahal saya selalu ada di samping anda. Apakah tuan besar tahu jika anda memili anak dari seorang dokter??." ucap Nifeng memberikan pertanyaan banyak.


"Bisakah kau tidak banyak bertanya." ucap Zhao kesal.


"Bun, Apa maksud nya ini?. Apakah benar dia ayah ku?." ucap Mayleen.


"Dia memang ayah mu, kita berpisah dengan ayah mu saat kamu habis di lahirkan." ucap Xiao xia.


"Aku tidak percaya." ucap Mayleen.


"Maksud mu apa sayang, tidak percaya bagaimana? dia itu memang ayah mu." ucap xiao xia.


"Tapi itu seperti tidak mungkin bun. lihatlah om masih sangat muda sedangkan aku sudah berumur 17 tahun. aku tebak pasti umur om tampan ini sekitar 30 tahunan." ucap Mayleen.


Nifeng pun juga membenarkan perkataan Mayleen.


"Ya kamu benar sayang, umur ayah 32 tahun." ucap zhao.


"Nah kan bun. apakah ayah membuat ku di saat ayah masih SMP.?" tanya Mayleen.


Mereka semua saling pandang, bingung mau menjawab apa.


"Em..sudah lah yang penting dia adalah ayah mu titik." ucap xiao xia tidak ingin menjawab pertanyaan mayleen.


"Gila, Tuan melakukannya saat masih SMP. Busyet dach...Aku kalah telak, sampai saat ini aku belum merasakan wanita. Benar benar sudah karatan punya ku ini, ah...nanti kalau sudah pulang akan aku asah biar gak karatan biar cepat laku." ucap Nifeng dalam hati.



Xiao xia