Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 81


"Serang mereka." perintah Morgan memerintah Luis dan yang lainnya.


Dengan senang hati Luis mematuhi raja baru mereka, dan lawan yang ingin ia lawan adalah Edward.


Luis menghilang dan secepat kilat ia sudah ada di depan Edward dan .


Buuk...


Luis menendang tubuh Edward hingga terpental. Edward tidak menyadari jika Luis akan menyerang nya, karena saat itu Edward sedang membantai ras nya sendiri.


"Cih..dasar pecundang." hina Edward dengan mata sinis nya mengarah ke Luis.


"Apa pun bisa di lakukan dalam peperangan." jawab Luis.


"Ayo lawan aku. Aku sudah tidak sabar ingin menghajar mu, karena beraninya kau berhianat kepada ras vampir" imbuh Luis


"kalian memang pantas di hianati. Hati kalian sudah gelap, sungguh aku muak dengan kalian. Bisa bianya kalian mempertaruhkan nyawa bayi bayi yang tidak bersalah hanya untuk membangkitkan dia." ucap Edward menunjuk Morgan.


"Aku tidak ingin mendengar ocehan mu, cepat lawan aku." ucap Luis langsung melesat, menyerang ke arah Edward.


Buuk...Buuk...Buuk....


Mereka berdua saling adu pukul.


Luis mengeluarkan bola api hitam di tangan kanan dan kiri nya.


Wuuuus.....


Bola api hitam melesat ke arah Edward.


Dan


Duuuuuar.....Duuuuar.....


Bola api meledak.


Sebelum bola api menyentuh tubuh Edward, Edward dengan cepat menghantam bola api hitam dengan bola api merah nya, hingga benturan kedua bola api itu meledak di udara.


"Kurang ajar, ternyata kekuatan mu semakin meningkat penghianat." geram Luis.


Luis kembali menyerang Edward dengan semua kekuatan nya. Mereka berdua saling mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing agar bisa mengalahkan satu sama lain.


Di tempat lain nya, Mayleen yang sedang bertarung dengan anak buah Morgan. Ia terus mengayunkan pedang nya hingga berhasil membabat musuh musuh nya yang ada di sekitar nya.


Mayleen menatap para mayat ras vampir yang tergeletak dan setelah itu menghilang menjadi abu.


Raja Ramon yang melihat pasukan nya banyak yang mati sangat marah. Ia terbang ke arah Mayleen, dengan mengeluarkan hawa membunuh nya.


"Dasar gadis sialan, berani nya kau membunuh anak buah ku." marah raja Ramon mengeluarkan aura kekuatan penuh nya.


Mereka pantas mati, terlalu lemah." jawab Mayleen dengan senyum mengejek nya.


"kurang ajar, ku bunuh kau." geram raja Ramon, menyerang Mayleen dengan pedang nya.


Pedang mereka berdua saling beradu.


Trang... Trang....Street... Sreeeet..


Buk...Buk....


Wuuus...Syuut ..Syuuut ... Duaaaar... Duuuar.


Pukulan dan kekuatan Elemen mereka keluarkan, saling berbenturan hingga ledakan ledakan tak terhindar lagi.


Tempat yang semula penuh dengan pepohonan kini yang terlihat adalah pohon pohon roboh dan terbakar, tanah berlubang di sana sini, asap mengepul dimana mana.


Pertarungan raja Ramon vs Mayleen tak kalah sengit nya dengan Luis dan Edward.


Sedangkan Morgan hanya mengamati mereka semua yang sedang bertarung, ia menopang dagunya dengan tangan nya, menikmati peperangan yang ada di depan mata nya.


"Sungguh pemandangan yang sangat menyenangkan." gumam Morgan.


Xiao Xia dan Zhao berjalan sambil mengibas ngibaskan tangan nya. mengeluarkan kekuatan nya untuk membantai ras vampir.


"Aku ingin ikut bermain, ayo keluarkan aku." ucap Arlong antusias.


"Kau tidak di butuh kan untuk membunuh cecunguk cecunguk ini." jawab Xiao Xia santai sambil membabat habis bawahan Morgan.


"Dasar gadis sombong. Tapi aku sudah lama tidak berolahraga, biarkan aku mengeluarkan semburan nafas ku untuk menghanguskan mereka." ucap Arlong memohon sambil menunjukkan mata imut nya


"Jangan tunjukan wajah menjijikkan mu, itu sungguh membuatku muak." ucap Xiao xia merasa jijik melihat mata permohonan Arlong


Dalam pandangan Xiao Xia bukan nya Arlong imut, tapi ia malah semakin muak, bagaimana bisa seekor Naga bertingkah seperti itu sungguh sungguh sangat menjijikkan.


Sedangkan Arlong yang mendengar langsung mendengus sebal.


"Dasar menyebalkan." Gumam Arlong.



Mayleen


.


.


.


.


.


.


.