
".........." Mayleen mendorong dada Edward.
Marasa kan tubuh nya di dorong, Edward membuka matanya menatap wajah cantik Mayleen.
"........." Diam, kedua nya diam dan saling pandang satu sama lain.
"Kamu sudah sadar sayang." ucap Edward tanpa merasa bersalah setelah mencium Mayleen.
"Minggir." ucap Mayleen mencoba mendorong tubuh Edward.
"........" Edward diam tak bergeming
"Minggir, menjauh dari ku." ucap Mayleen
"Tidak sayang, aku suka seperti ini." ucap Edward.
"Apa!!!" ucap Mayleen tidak percaya.
Edward terus menerus memperhatikan wajah cantik Mayleen yang selalu membuat nya berdebar debar.
"Sial..., aku benar benar mencintai nya." ucap Edward dalam hati.
Entah dorongan dari mana, Edward ingin sekali mencium kembali bibir Mayleen walau pun ia tahu sang pemilik akan marah besar nantinya.
Cup....."Edward mencium bibir Mayleen.
"
Mayleen yang kembali merasakan bibirnya di cium oleh benda kenyal melotot tidak percaya.
"Kau..." ucap Mayleen.
Tanpa memperdulikan Mayleen yang melototi nya, Edward kembali mencium bibir Mayleen, tapi saat ini bukan hanya kecupan melainkan ******n dan Sedap*n.
"Eemm.." Mayleen memukul dada Edward agar melepas kan ciuman nya.
Sedangkan Edward malah memperdalam ciuman nya sambil menekan tengkuk Mayleen.
Mayleen terus memberontak namun karena tenaganya lebih besar Edward, akhirnya dia pasrah dan ikut larut dalam permainan Edward.
Mereka berdua saling menyes*p dan melu**t, Tubuh Mayleen terasa lemas merasakan kenikmatan dan kelembutan yang di berikan Edward.
Eemm....
Melihat Mayleen yang menikmati ciuman nya, Edward turun ke leher jenjang Mayleen memberikan kecupan kecupan kecil yang membuat Mayleen melenguh karena ulah Edward
"Aaahhh.... Des*h Mayleen.
"Aaahhhhh....." Mayleen Mendes*h kala tangan Edward ada merem*s dada Mayleen.
Susana di kamar itu menjadi panas, karena adanya dua insan yang sedang memadu kasih.
Di tempat lain.
Seorang pria paruh baya sedang ketakutan dengan ada nya tekanan dari seorang yang saat ini ada di depan nya.
Seseorang itu yang tak lain adalah Zhao yang saat ini sedang kesal dan marah karena orang yang ada di depan nya ini dengan berani nya ingin menyentuh wanita nya.
"Berani nya kau ingin menyentuh wanita ku tua bangka." ucap Zhao.
"Ma..maafkan sa...saya..tu..tuan. Sa...saya tidak tahu kalau no..na itu adalah wa..wanita anda." ucap Pria paruh baya tak tak lain bawahan Zhao yang berada perusahaan cabang nya.
"Kalau dia bukan wanita ku, apakah kau akan melecehkan nya." ucap Zhao.
xTi..tidak tu..tuan." ucap Pria paruh baya.
xSial, kenapa aku bisa salah mencari sasaran sih. Bisa mati aku, ternyata rumor itu memang benar kalau Presdir Zhao itu sangat mengerikan dan kejam." ucap Pria paruh baya dalam hati.
"Ha..Ha..Ha...apa kamu pikir aku bodoh pak tua, kau itu penjahat kelamin, saya sudah tahu apa yang selalu anda perbuat selama ini, apakah benar yang aku ucap kan?" ucap Zhao.
"I..itu semua tidak benar tuan." ucap Pria paruh baya membela diri.
"Heh..walau pun itu benar atau salah aku tidak perduli." ucap Zhao.
"Terimakasih Tuan Zhao." ucap Pria paruh baya merasa lega.
Fikir nya ia akan di ampuni dan di lepaskan, tapi semua itu salah Zhao tidak akan semudah itu melepaskan orang yang telah berani mengusik nya atau pun mengusik milik nya.
"Jangan senang dulu tua bangka, tak semudah itu aku melepaskan mu. Aku akan tetap memberikan mu pelajaran." ucap Zhao.
"Sayang, kenapa lama sekali, tidak bisakah kau mempercepat urusan mu ini." sela Xiao Xia.
"Baik...baiklah sayang." ucap Zhao.
"Feng..urus dia, Aku tidak ingin melihat nya lagi di perusahaan ku dan buat dia menjadi gembel." ucap Zhao
"Baik tuan." ucap Nifeng.
Setelah itu Zhao pergi meninggalkan orang itu beserta Nifeng dan anak buahnya untuk mengurus pria paruh baya yang ingin meleceh kan Xiao Xia.
Jika di fikir fikir Tidak semudah itu Xiao Xia di leceh kan. Sebenarnya itu hanya akal akalan mereka berdua, yang ingin menjebak pria baruh baya itu yang sering kali melecehkan seorang wanita di perusahaan. dan bukan hanya itu saja Zhao sebenarnya ingin sekali memecat karyawan nya. Namun karena tidak ada bukti akhirnya Xiao Xia melakukan apa yang di minta suami nya untuk menarik perhatian pria paruh baya itu.