Putri Milik Ratu Dan Raja

Putri Milik Ratu Dan Raja
Chapt 56


Lama kelamaan Edward sudah tidak bisa menahan dan ingin merasakan bibir ranum Mayleen.


Dengan pelan Edward mendekatkan Wajah nya dan mencium bibir merah muda itu, Mayleen yang merasakan bibirnya tiba tiba basah terbengong karena Edward tanpa minta izin mencium bibir nya.


Edward tak menghiraukan Mayleen yang belum sadar atas keterkejutan nya karena bibirnya di cium. Edward menyes*p dengan lembut dan tanpa memberikan jeda. Mayleen yang baru sadar Edward mencium bibirnya langsung memukul dada Edward dengan tangan nya.


Em...em...


Namun Edward tak menghiraukan, ia terus menyes*p dan *******, Mayleen yang masih tetap memukul dada Edward tanpa membalas ciuman nya akhirnya menyerah. Edward tersenyum menyeringai, ia menggigit bibir bawah Mayleen hingga keluar darah sedikit.


Au....jerit Mayleen yang Merasakan bibir nya sakit karena ulah Edward..


Dengan cepat Edward memasukkan Lidah nya dan mengobrak abrik rongga mulut Mayleen, Namun saat Edward menikmati tiba tiba terdengar suara pintu di ketuk.


Tok...Tok...Tok...


Mendengar suara pintu di ketuk Mayleen dengan cepat mendorong tubuh Edward. Sedangkan Edward memasang wajah kesalnya, Aura yang keluar dari wajah nya sungguh sangat menyeramkan, Mayleen yang melihat hanya terkekeh kecil melihat Edward yang seperti nya merajuk karena ada yang menganggu nya.


"Masuk..." ucap Mayleen dari dalam.


Pelayan yang mengetuk pintu tadi membuka pintu.


Ckleeek....


"Maaf tuan, Nona mengganggu anda." ucap pelayan wanita.


"Tidak apa apa, masuklah." perintah Mayleen.


Pelayan itu berjalan menghampiri Mayleen dan Edward.


"Maaf tuan, nona silahkan mau pesan apa." ucap Pelayan wanita menyerahkan buku menu.


"Mau pesan apa sayang?" tanya Edward datar


"Terserah diri mu saja." ucap Mayleen.


"Baiklah." ucap Edward.


Setelah itu Edward memesan beberapa makanan yang menurut nya Mayleen pasti akan menyukai nya.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi sebentar, mohon di tunggu pesanan anda tuan, nona." ucap Pelayan wanita.


"Em." ucap Edward cuek karena masih kesal dengan pelayan itu.


"Silahkan Tuan, Nona." ucap Pelayan wanita.


Setelah menyajikan makanan pesanan Edward pelayan wanita itu pergi keluar, Namun tiba tiba ia menghilang dari tempat itu.


Edward mengamati makanan yang tersaji di meja, ia merasa curiga karena sekilas ia tadi mencium bau yang aneh dari uap panas makanan yang disajikan, Apalagi ia juga merasa curiga dengan pelayan wanita yang menyajikan tadi ia seperti merasakan aura yang tidak asing, yaitu ras serigala.


Mayleen yang hendak memakan makanan nya langsung di hentikan oleh Edward.


"Jangan di makan sayang." ucap Edward.


"Ada apa?" tanya Mayleen.


"Sepertinya makanan ini tidak beres." ucap Edward.


"Ha, benarkah?" tanya Mayleen.


"Em...hati hati sayang, Seperti nya kita akan mendapat masalah. Ada tamu yang tak di undang datang kemari." ucap Edward.


"Keluar kalian." ucap Edward berteriak.


Beberapa orang yang bersembunyi di balik bayangan langsung keluar.


Wuuus....


"Ternyata anda cukup pintar dan waspada pangeran Edward." ucap Lison anggota Ras serigala.


"Mau apa kalian?" ucap Edward menggeser tubuh Mayleen agar berlindung di belakang nya.


"Anda pasti tahu pangeran. Kami hanya ingin membunuh mu, menginginkan nyawa mu. Em....tapi sepertinya Wanita yang ada di belakang anda cukup lumayan, bagaimana kalau anda serahkan dia kepada kami, Kami akan dengan senang hati menerimanya dan kami akan menyerahkan nya kepada pangeran kami untuk di jadikan wanita pemuas nafsu. Ha...Ha...Ha..." ucap Lison.


"Kurang ajar, tutup mulut busuk mu itu. Jika kau berani menyentuh sehelai rambut nya, aku tidak akan segan untuk mematahkan leher mu." ucap Edward mengepalkan tangan nya.


"Sayang." ucap Mayleen.


"Tetap lah ada di belakang ku, aku akan melindungi mu." ucap Edward.


"Em...." Mayleen mengangguk.


Mayleen sungguh sangat takut melihat beberapa orang yang ada di depan nya. Menurutnya sungguh sangat menyeramkan.