
Tengah malam pun tiba. Raja Ramon pergi ke sebuah altar yang sudah terdapat banyak bayi. Semua bawahan nya berjaga di sekitar altar agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di ingin kan.
Raja Ramon berdiri di tengah tengah bayi bayi itu, ia menekan sebuah tombol dan tiba tiba tempat itu bergoyang. Dari arah bawah tanah atau lebih tepat nya di tengah altar, muncullah sebuah peti.
Semua yang ada di tempat itu melihat dengan diam, begitu pun Luis yang saat ini sedang mengamati.
Setelah peti itu keluar, tanah yang semula bergetar kini kembali tenang.
"Apakah itu peti kakak yang di maksud ayah?" tanya Luis dalam hati.
Berbeda di tempat lain.
Xiao Xia tetap diam mengamati Mayleen yang saat ini masih terus mengamuk.
Bunda, apakah tidak apa apa kita membiarkan Mayleen seperti itu?" tanya Edward.
"Em...." ucap Xiao Xia santai. Namun sebenar nya dalam hati ia sangat khawatir melihat putri nya yang saat ini seperti kesakitan.
Sedangkan di kediaman Zhao.
Zhao merasakan perasaan yang sungguh membuat nya tidak nyaman.
"Apa yang terjadi? kenapa perasaan ku tidak enak." ucap Zhao sendirian.
~Kembali ke kastil raja Ramon
Raja Ramon berdiri di dekat peti. Melihat seorang pemuda tampan yang berbaring dengan wajah pucat nya, ia membelai penuh sayang wajah pemuda itu.
"Sebentar lagi diri mu akan melihat dunia kembali anak ku." ucap raja Ramon.
Raja Ramon memulai upacara nya, ia membaca sebuah mantra yang hanya ia yang tahu. Saat ritual itu berjalan, tiba tiba langit yang awal nya cerah mendadak menjadi mendung, dan bergemuruh, kilat pun menyambar nyambar. Lolongan semua binatang di hutan terdengar mengerikan, seperti sedang ketakutan akan hal yang terjadi nanti.
Angin berhembus sangat kencang mempertandakan sesuatu yang besar akan terjadi. Xiao Xia yang saat ini ada di hutan menatap langit, melihat perubahan langit dan alam sekitar yang seperti nya cukup aneh.
"Apa yang terjadi, kenapa aku merasakan suatu bahaya yang akan datang." ucap Xiao Xia dalam hati.
"Semoga saja firasat ku ini salah." ucap nya lagi.
"Kenapa tiba tiba langit menjadi bergemuruh. sedangkan para binatang seperti nya sedang ketakutan, apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Edward dalam hati.
Sedangkan di kota saat ini sungguh sangat kacau dengan ada nya fenomena alam ini. Angin yang berhembus sangat kencang seperti badai yang memporak porandakan keadaan kota. Bangunan dan pohon pohon banyak yang rusak dan tumbang, apalagi juga ada nya petir yang menyambar nyambar membuat manusia biasa ketakutan.
Zhao yang ada di rumah hanya mengamati, melihat tentang perubahan alam yang mendadak berubah secara tiba tiba.
"Semoga yang aku khawatirkan tidak terjadi." ucap Zhao.
"Kemana Mayleen dan laki laki tengil itu, kenapa sampai tengah malam dia belum kembali." ucap nya kesal.
Zhao mengambil hp nya dan mencari kontak nama. Setelah itu ia menghubungi...
Tut..Tut ..Tut....
Lama menelevon namun tidak ada yang mengangkat.
"Sial, kemana pergi nya bajingan tengil itu. Awas saja jika dia berani macam macam dengan putri ku." ucap Zhao emosi.
"Kemana juga ini istri ku, kenapa dia juga belum kembali. Sial, mereka semua sungguh membuat ku kesal saja." imbuhnya lagi.
Zhao menekan nomor Xiao Xia dan menghubungi nya.
Tut...Tut..Tut . ..
Mendengar suara hp nya berbunyi, Xiao Xia mengambil nya. Di lihat nya tertera nomor suami nya.
"Ada apa?" tanya Xiao Xia
"Ada apa?? tentu saja aku menghawatirkan mu sayang. Kenapa kamu belum pulang? ini sudah larut malam, apa yang kamu lakukan di rumah sakit sampai kau membiarkan suami mu ini kedinginan di rumah tanpa ada yang menghangatkan nya." ucap Zhao panjang lebar.
Xiao Xia yang mendengar memutar bola mata nya malas melihat tingkah suami nya.
Sedangkan Edward yang ada di samping Xiao Xia hanya diam, namun dalam hati mencibir tingkah Zhao.